Apa sih hebohnya A2dC? Kenapa sih orang-orang pada bolak-balik nonton film itu? Makanya pas nonton semalam, gue berusaha mencari sesuatu yang menarik dalam film itu. Ternyata, gak ada…
Mungkin kalau dibanding sinetron biasa, bisa jadi memang lebih baik. Tapi kalau dibanding sama sinetron kelas FTV, ya hampir samalah. A2dC jadi mirip film-film remaja pas jamannya Lupus. Bedanya ada muatan serius dikit soal puisi. Dialog-dialog khas remaja tidak sepenuhnya berjalan lancar. Ada beberapa dialog yang kedenagarannya malah kaku… oh… ada apa dengan A2dC?



aku mau puisi ada apa dengan cinta