2003

makro tanpa kartu

Udah lama banget aku gak ke makro. Udah jauh, kebanyakan barangnya mesti dibeli dalam jumlah banyak, dan gak murah amat karena PPN masih dibebankan ke pembelinya. ๐Ÿ˜›

Kemarin, terpaksa aku harus pergi ke sana lantaran ada teman dari luar kota yang pengen belanja di situ. Ada yang agak lain dari biasanya. Para pengunjung udah gak diperiksa bawa kartu anggota atau tidak. Padahal sebelum-sebelumnya, mereka ketat banget soal kartu itu, pakai periksa KTP segala buat nyocokin. ๐Ÿ™

Trus, keadaan di dalam juga berbeda. Tahun-tahun kemarin, pas dekat-dekat lebaran begini, biasanya suasana di dalam makro rame banget. Sampai susah mo jalan ke mana-mana. Yang aku lihat kemarin, beda banget. Suasananya terbilang sepi. Mungkin karena sekarang sudah banyak saingan kali ya, macam Giant Hypermarket-nya Hero, dan Market Place-nya Matahari (yang kemarin gue kunjungi juga). Apalagi kabarnya, taon depan Carrefour cabang Surabaya dibuka… ๐Ÿ˜‰

Gak tahu ada hubungannya atau gak ya soal sepi dan tidak diperiksa lagi kartu anggota itu tadi. Jangan-jangan itu tanda-tanda… ๐Ÿ˜€

Baby Kijang 60-an Juta!

XeniaMulai bulan depan, bermobil pribadi dengan harga di bawah 100 juta udah gak perlu minder lagi lantaran ukuran body mobil yang super mini macam Karimun dan Atoz.

Pasalnya, menurut berita ini, bakal ada mobil murah keluaran Astra Internasional berlabel Baby Kijang yang bakal beredar dengan dua merek, Toyota dan Daihatsu. Harganya? Untuk Toyota Avanza (1.300 cc) harganya 90-an juta, sedangkan Daihatsu Xenia (1.000 cc) berbandrol 70-an juta (off the road untuk Jakarta dijual 60-an juta). Wah, menggiurkan juga ya… ;D

Meskipun modelnya mirip banget dengan Kijang tapi (kalau lihat gambar) kayaknya sih ukuran body mobil murah itu lebih pendek dan bagian dalamnya lebih sempit dari Kijang ‘dewasa’. Iyalah, kalau sama persis namanya bukan Baby Kijang. Kijang ‘kan memang tiada duanya… ๐Ÿ˜‰

(Sumber gambar: milis hardrockers-sby)

Ada Apa dengan 13.11.03?

Di milis kritik-iklan@yahoogroups.com, si Enda Nasution bilang agar berhati-hati dengan hari ini, 13 November 2003. Kenapa?

Ini karena analisa psiko terorisme andalan yang menetapkan bahwa 13-11-2003 adalah hari yang berbahaya bagi para sejawat.

Pattern analysis:
WTC: 11-09-2001
Bali boming: 12-10-2002

Dimana hari, bulan dan tahun, bertambah satu. Jadi, kalo akan ada kejadian lagi, akan terjadi pada tanggal:

13-11-2003 ๐Ÿ˜ฎ

Temanku yang kerja di sebuah stasion radio langsung misuh-misuh (baca: ngamuk-ngamuk) habis gue bilangin soal ramalan itu. Pasalnya, hari ini kebetulan dia ada tugas bikin live report dari salah satu mal… ups!

Oh ya, pasti ada yang nanya, kok peristiwa bom Marriot di Jakarta belum lama ini gak dimasukin dalam perhitungan ramalan itu? Mau tahu kenapa? Soalnya, entar kalo ikut dimasukin, jadi gak seru dong isunya…

Logo Airlines Sedunia

Pengen lihat-lihat logo dari airlines atau maskapai-maskapai penerbangan dari seluruh dunia? Coba deh ke situs web AeroSite Airline Logos. Di situ ada juga logo dari airlines asal Indonesia seperti Garuda, Merpati, Bouraq, Mandala, dan Lion Air. Sayangnya, nama-nama seperti Star Air dan Pelita Air belum tercantum.

Satelindo Nyepam!

Belakangan ini aku bolak balik terima sms dari Satelindo yang isinya promosi soal layanannya. Malah yang soal ‘pancing hadiah’, hampir tiap hari dikirim. Hari ini aku barusan terima soal layanannya dengan salah satu bank. Apalagi jam terimanya gak tentu. Suka-suka mereka. Enak banget ya nyepam! Grr! ๐Ÿ˜ก ๐Ÿ™

Emangnya sim card & pulsa yang gue pake ini gratisan apa? Terima e-mail spam di e-mail account yang gratisan aja menjengkelkan, apalagi kalau bayar. Apalagi yang nyepam itu providernya sendiri. Ugh! ๐Ÿ˜ก

SATELINDO suck! ๐Ÿ˜ก

Nenek Meninggal

Tadi pagi dapat kabar nenekku (dari pihak mama) telah meninggal sekitar jam 8 pagi waktu Gorontalo, setelah beberapa jam sebelumnya -katanya- sudah menunjukkan ‘tanda-tanda’ bahwa waktunya tidak lama lagi. ๐Ÿ™ ๐Ÿ˜ฅ

Asal tahu saja, ketika dapat kabar kalau beliau nafasnya sudah tidak beraturan, aku sempat gedar-gedor rumah salah satu omku yang tinggal dekat rumah lantaran tidak bisa dihubungi lewat telepon. Teleponnya dimatikan. Untungnya, setelah sekitar satu jam ‘berjuang’, akhirnya si om dapat dibangunkan agar dia bisa mengetahui keadaan terakhir.

Sedikit mengenang nenekku yang oleh para cucunya biasa dipanggil “apu” itu, aku jadi ingat dulu pas kecil cukup sering dikirimi masakan olehnya. Yang paling aku ingat adalah masakan ikan yang enak (namanya lupa). Nenekku itu juga tergolong sabar dalam menghadapi cucu-cucunya, termasuk yang nakal banget sekalipun. Terakhir pas aku pulang dan bertemu dengannya, ia terlihat masih cukup sehat. Masih kuat untuk berjalan dan setiap orang pamitan pulang, ia selalu ingin mengantar sampai depan pintu rumah. Sayang, tidak lama kemudian terderngar kabar ia sempat terjatuh sehingga harus berbaring terus. Kejadian itu membuat kondisinya jadi sangat menurun. Sehari sebelum meninggal, para keluarga dan kerabat dekat sempat merayakan ulang tahunnya yang ke-88.

Yang cukup melegakan, seperti yang diceritakan kepadaku, ia terlihat dapat menghembuskan nafas terakhirnya dengan tenang sambil dibacakan paritta (semacam ‘doa’ dalam Agama Buddha) oleh para anggota keluarga. Sekedar informasi, dalam ajaran Agama Buddha, kondisi pada saat menjelang kematian seseorang memang sangat penting untuk menentukan keadaan kelahirannya yang berikut. Dengan kondisi yang tenang dan damai seperti itu serta didukung dengan segala perbuatan baik beliau semasa hidupnya, semoga beliau dapat terlahir kembali dalam keadaan dan kondisi bahagia serta menyenangkan. Sadhu… sadhu… sadhu.