Bukan, ini Bukan Majalah Fotografi

CFVD

Nama yang diusung oleh majalah baru keluaran Grup Gramedia (dengan bendera Elex) ini adalah CHIP Foto Video Digital, namun jangan keliru sampai keliru ya. Nama itu bukanlah jaminan lho kalau kita akan menemukan banyak artikel atau tips seputar membuat foto atau video digital di dalamnya. Bisa jadi hanya kekecewaanlah yang mencuat jika membeli majalah ini semata-mata dengan harapan mendapat sederet pelajaran soal memotret (pemandangan atau model, misalnya)! ๐Ÿ˜Ž

Nama yang disandang memang mengandung kata “foto” dan “video”, tetapi kalau diperhatikan sebenarnya menu utama majalah ini justru bukan soal fotografi dan videografi melainkan lebih banyak mengenai seputar perkembangan kamera digital dan camcorder (kamera video)! ๐Ÿ˜ฏ Apalagi pernyataan Dedy Irvan, Managing Editor CHIP Foto Video Digital (CFVD), dalam kata pengantar di halaman 4 semakin menegaskan hal itu. “Tes dan review digicam, camcorder dan perlengkapan pendukungnya adalah menu utama di dalam majalah ini, ” katanya. ๐Ÿ™„

Kalau memang begitu, buat yang sudah terlanjur ‘salah’ membeli ya dinikmati saja… ๐Ÿ˜ Memang sih majalah berbandrol Rp 29.800,- ini tergolong mahal dan tetap terasa mahal meskipun 100 halamannya semua full color dan ada bonus CD berisi sejumlah software dan foto-foto contoh. ๐Ÿ™ Namun, untuk yang barusan tertarik menggunakan kamera digital dan sedang berencana menukar kamera analognya ke versi digital, masalah harga tadi mungkin akan dapat dilupakan sejenak setelah membaca berbagai ulasan dan tes terhadap sejumlah kamera digital yang dimuat oleh majalah ini. :mrgreen:

Walaupun sebagian besar isinya merupakan terjemahan dari versi aslinya (Jerman), tetapi tetap cukup menarik untuk disimak. Begitu juga dengan ulasan sederet camcorder yang dibedakan berdasarkan tingkatan harga dapat menjadi panduan bagi mereka yang sedang bingung memilih camcorder yang akan dibeli. Semua itu masih ditambah dengan artikel teknik dasar memotret menggunakan kamdig serta ulasan software terkait. Sudah begitu, berbagai foto yang ditampilkan memiliki kualitas cetak yang cukup baik, meskipun terkesan sedikit pucat. ๐Ÿ˜ˆ

Di luar kelebihan dan kekurangan itu semua, ada satu hal lain yang cukup memprihatinkan dari CFVD! ๐Ÿ˜ก Entah karena malas, tidak tahu, atau mentang-mentang majalah linsensi, kalau diperhatikan ternyata hampir semua istilah asing yang bertebaran di mana-mana tidak dicetak miring oleh redaksi CFVD yang terhormat! Kalaupun ada, hanya beberapa saja. Itupun tanpa ada kriteria yang jelas. Memprihatinkan! ๐Ÿ˜ก

Overall, CFVD ini bolehlah dianggap merupakan sebuah majalah yang cukup menarik untuk mereka yang barusan tertarik dengan dunia kamera digital, asal saja urusan harga bukanlah masalah ๐Ÿ˜‰

Print Friendly, PDF & Email

Baca juga:

11 comments on “Bukan, ini Bukan Majalah Fotografi

  1. Hehehe… I’m back….!! Comment Box Spammer ๐Ÿ˜› Gmn Surabaya Ben? Btw ttg majalah foto_porno_grafi ๐Ÿ˜€ ini juga aku sempet hampir kejebak waktu liat di Trimedia Supermal, rencana sih mo beli buat Novel en kamu :-” tapi setelah aku liat2 dan aku cerna, kok kayaknya majalah ini bakal kamu cela abis jadi batal deh aku belinya, nah kan ternyata benar deh kamu cela juga :))

  2. Sorry pren, sebenernya dah mo bilang2 en rancang tempat buat farewell party, tapi berhubung ada masalah ama ex-kantor (CCI) jadi ga sempet deh, this is not an excuse but explaination (tanya deh Novel :D) aku sampe lieur alias pusing ngurusinnya … lho kok jadi kirim email di comment kamu ya..? *Kaburrr….. udah waktunya pulang, Jkt macet berat berat berat sejak ditinggal Boy :))

  3. Sekarang kalau tdk salah ada majalah SNAP (A diganti gambar bintang) yg katanya fokus ke fotografi. Aku sendiri belum beli seh, cuman ada niatan dari kantorku utk langganan. Semoga saja, majalah ini bisa menjadi majalah yg fokus ke dunia fotografi, baik itu analog maupun digital, melihat skrng ini antusiasisme masyarakat Indonesia yg gemar dunia fotografi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *