Firefox 1.0 Released! The wait is over. Firefox 1.0 empowers you to browse faster, more safely and more efficiently than with any other browser!
2004
Finally, This Page Is Valid XHTML 1.0 Transitional!
Belum lama ini ketika sejumlah teman seperti Priyadi, Yulian, Boy, Idban, Thomas, dan Aris ramai-ramai membahas soal web standards, gw hanya bisa tersenyum kecut… π Kenapa? Pasalnya, saat itu halaman blog gw ini masih belum valid! π Ketika dicek, ternyata terdapat sekitar 200-an errors! π³ π₯
Nah, biar bisa valid dan gak malu-maluin lagi, gw jadi merasa tertantang! π Secara bertahap dan iseng-iseng, gw coba ‘menyembuhkan’ error-error itu satu per satu…
Yang paling banyak sih error menyangkut tag <br /> dan alt. π Hingga kemarin siang (8/11), jumlah errornya sudah berkurang jadi 58… 
Eh, agak sorean pas ngobrol sama Thomas via YM soal ini dan itu, gw ‘dikomporin’ soal error-error tadi… π Sambil (nodong minta) dibantu ngoreksi sama si Thomas dan memakan waktu sekitar 2 jam, akhirnya bisa juga semua error tadi diberantas! π³ :plok: Begitu dicek, akhirnya: This Page Is Valid XHTML 1.0 Transitional! :music: wuih.. *lap keringat* Satu masalah sudah beres… 
Thanks buat semua yang udah ngomporin, terutama si Om Thomas! 
Sudah Malak, Minta Dicium Pula!
… petugas itu meminta kembali uang Rp 250.000 atau dollar Australia. Lalu kami mengatakan bahwa kami adalah relawan di sebuah organisasi di Indonesia sehingga tidak mempunyai pecahan dollar, tetapi hanya memiliki rupiah. Setelah itu kami menawarkan Rp 50.000 dan ditolak. Lalu dia mulai berkata dengan perkataan yang tidak sopan, “Kamu cantik sekali. Saya suka sama kamu,” dan bertanya tentang status perkawinan kami.
Meskipun merasa marah, kami tetap menjawab pertanyaan polisi itu dengan mengatakan bahwa akan menikah dengan warga Australia. Setelah mendengar jawaban itu, polisi tersebut tampak kelihatan agak takut. Pada saat itu ada seorang polisi lainnya yang lebih senior sempat lewat dekat kami, tetapi kemudian cepat berlalu. Kemudian polisi tersebut meminta membayar Rp 100.000, tetapi ditambah sebuah ciuman. Kalau di Australia perilaku polisi seperti ini adalah sebuah pelecehan seksual dan dapat diancam hukuman penjara…
Itulah petikan salah satu pengalaman warga atau pengguna jalan ketika harus berurusan dengan polisi, yang dimuat di rubrik “Redaksi Yth”-nya KOMPAS (7/11). Sudah malak, masih minta dicium pula! Ugh, sebuah potret buram nan memalukan dari petugas kepolisian di negeri kita ini! π‘ π
Web School Competition 2004
Web School Competition 2004: Kompetisi web desain yang diselenggarakan Suara Surabaya untuk siswa SMA. Akankah hasil penjuriannya ‘bermasalah’ seperti Situs Terbaik 2004? π Semoga gak deh!