Sepertinya butuh waktu cukup lama bagi Kelompok Kompas Gramedia (KKG) untuk mempersiapkan penerbitan National Geographic edisi Indonesia. Lihat saja, informasi soal bakal diterbitkannya majalah itu dalam versi Indonesia oleh KKG udah gw dapatkan (dan bocorin :mrgreen:) sejak Januari 2004 lalu tetapi hingga kini majalah itu belum kelihatan beredar di pasaran…
Gw sampai berpikir, apa dibatalin ya? ![]()
Eh, gak tahunya, hari ini ada yang posting ke salah satu milis mengenai lowongan di majalah National Geographic edisi Indonesia!
Nah, kalo udah pakai acara buka lowongan gitu, berarti bisa dibilang sudah pasti majalah itu bakal diterbitkan dan oleh KKG (Gramedia Majalah) pula… :plok: Hanya tepatnya kapan, itu yang masih kurang jelas…
Semoga tidak lama lagi… Jadi penasaran…
Kualitas cetaknya kudu bagus lho ya!!! Apalagi foto-foto keren selalu jadi andalan di edisi ‘asli’nya… ![]()
Oh ya, buat yang tertarik mau gabung dengan majalah itu, nih info lowongannya:
(more…)


Seperti juga Priyadi, Thomas, Jay, Boy, Idban, dan Aris, gw jadi tergelitik juga untuk menulis sedikit catatan soal nominasi Situs Terbaik 2004-nya Komputer Aktif itu. Bukan, gw bukan membahas seputar web standards seperti yang disoroti oleh teman-teman gw itu.
Ada sisi lain yang (menurut gw) gak kalah aneh dari hasil lomba itu, yang juga perlu mendapat perhatian… ![]()
Apakah itu? Disiplin panitia dalam menerapkan persyaratan yang dibuatnya sendiri! Berawal dari salah satu posting di milis toekangweb yang mempertanyakan ‘keanehan’ pada salah satu nominasi, gw lantas memperhatikan satu per satu situs web yang terpilih jadi nominasi.. Wow, ternyata ada sejumlah diantaranya yang justru bertentangan dengan persyaratan dari lomba itu sendiri!
Mudah-mudahan hal ini terjadi bukan karena panitia lupa akan isi persyaratan lomba situs web itu… ![]()
Isi persyaratannya sendiri ada 5, seperti dikutip dari sini, yaitu: (more…)

Hari Minggu kemarin, abis beli tiket The Terminal, gw sempatin ke resto baru di Surabaya. Namanya, Wingdome. Hitung-hitung sambil nunggu jam main filmnya Tom Hanks itu, sekalian ingin nyoba… ![]()
Letaknya yang berada di Citywalk (masih sekomplek dengan PTC dan Supermal) yang masih sepi, membuat agak bingung untuk menemukannya…
Setelah (akhirnya) menemukannya, gw dan istri (Ita) milih duduk di sofa yang menghadap big screen yang memutar siaran dari Indovision. Sambil lihat menu yang disodorkan, kita nanya ke waitress soal item mana yang jadi favorit selain Wings. Katanya, special fried rice! Dalam hati sih gw merasa agak aneh… katanya waralaba dari luar negeri, kok ngandalin nasi goreng ya? Ah, tapi karena gw gila nasi goreng, tergodalah untuk mencobanya…
(belakangan gw cek daftar menu yang di luar negeri, emang aslinya nasgor gak ada).
Selain nasi goreng tadi, kita juga mesan Dipsticks dan Wings. Minumnya, air kemasan botol dan Ice Blended Coffee Mocha. Kelihatannya cukup menarik bukan? ![]()
Mari kita buktikan.
Yang pertama diantar adalah Dipsticks. Ini keju mozzarella (yang biasanya ada di pizza) yang dibungkus dengan semacam adonan berbumbu. Secara konsep sih kelihatannya menyenangkan, meskipun gw sendiri pada dasarnya gak seberapa suka dengan keju jenis itu, karena gak kerasa asinnya
Lebih parah lagi, bumbu yang dipakai untuk Dipsticks-nya Wingdome itu gak enak…
Ada rasa semacam merica yang terlalu berlebihan… iih… :confused: Istri gw yang doyan banget merica aja sampe gak doyan…
![]()
Berlanjut ke Special Fried Rice! Sekilas cukup menjanjikan ketika melihat nasi yang dibungkus telur dadar dihidangkan bersama 2 potong Wings tanpa bumbu…
Namun ketika dicoba… ugh, rasanya biasa-biasa aja.. malah cenderung tergolong nasi goreng yang asal bikin…
Gak sebanding deh dengan harganya yang 20 ribuan itu..
Kayaknya, masih lebih enak nasgor di warung nasgor langganan gw dekat pom bensin Manyar Kertoarjo deh… ![]()
Bagaimana dengan Wings yang seharusnya jadi andalan utama (terkait nama yang diusung sebagai nama resto)? FYI, kalo pesan menu ini, kita bisa milih tingkat kepedasan saosnya. Ada sekitar 6 atau 7 pilihan, mulai dari yang tidak pedas sampai yang super pedas. Tingkatannya ditandai mulai dari 1 alarm sampai 6 alarm. Gw milih yang 2 alarm aja (user friendly), sementara Ita pilih 5 alarm! ![]()
Meskipun pakai tingkat kepedasan segala gitu, ternyata setelah gw nyoba makan, tidak ada yang istimewa tuh… Khusus dengan saos berkadar 2 alarm, seperti yang gw pesan, rasanya malah sekilas hanya mirip-mirip rasa ayam goreng saos mentega!
Sedangkan yang 5 alarm, menurut Ita, emang cukup pedas sih tapi rasanya ya biasa-biasa aja… Tidak menawarkan sesuatu yang asik dan istimewa! ![]()
Lebih parah lagi soal Ice Blended Coffee Mocha-nya. rasanya lebih mirip es kopi biasa, bukan seperti ice blended pada umumnya…. Ugh! ![]()
So, overall gw kecewa dengan menu yang ditawarkan Wingdome. Rasa yang ditawarkan gak sebanding dengan harga dan kualitas yang dipatok. Bisa dibilang terlalu mahal…
Mengecewakan! Bagi gw pribadi sih tempat makan itu HIGHLY NOT RECOMMENDED! :bye: