Gepuk adalah salah satu jenis makanan pesanan gw yang dikirim Endhoot dari Bandung minggu lalu. Gw memang sengaja pesan lantaran sudah lama bikin gw penasaran. Berhubung beberapa minggu belakangan ini gw sibuk banget, baru hari ini bisa bahas soal makanan asal Bandung itu.
Oh ya, katanya Endhoot, bagi orang Bandung, gepuk sendiri artinya adalah empal. Padahal jika dibandingkan dengan empal yang biasa gw temui di warung-warung yang ada di Surabaya, penampilan gepuk dari Bandung itu jauh berbeda. Biar gampang dibedakan, menurut gw, gepuk itu adalah empal yang dimasak sampai empuk atau something like that™
CMIIW.
Ternyata di Bandung ada dua merek gepuk yang terkenal, Ny. Ong dan Ny. Yong. Kalau hanya melihat penampilannya, sekilas keduanya mirip banget. Apalagi merek yang diusung juga hampir sama. Cukup membingungkan bagi yang belum mengetahuinya keberadaan dua merek tersebut.
Keduanya boleh sama-sama menyebut diri sebagai gepuk asal Bandung, harga per potong juga boleh sama-sama 6000 rupiah per potong, nama juga boleh mirip, tetapi ternyata rasanya berbeda. Bahkan perbedaan rasanya cukup kontras. Mana yang lebih enak? Lihat dulu perbandingannya…

Yang pertama gw coba adalah gepuknya Ny. Ong. Dengan dikemas dalam kotak kardus berwarna merah membuat empal ini terlihat cukup menarik untuk diberikan sebagai oleh-oleh. Sambal dalam kemasan plastik disertakan sebagai pelengkap. Yang agak bikin penasaran, foto seorang perempuan yang dipasang di kotak kardus itu siapa ya? Apakah itu Ny. Ong? Kok mirip dengan artis sinetron jaman dulu? ![]()
Sekarang soal gepuknya. Dari penampilannya, gepuk Ny. Ong yang ditusuk dengan batang lidi terlihat agak tipis dan kering. Begitu dimakan, yang mendominasi adalah rasa manis. Mungkin karena terlalu kering, tekstur empal jadi terasa begitu berserat. Sementara sambal yang disertakan tidak terasa pedas, malah cenderung manis. Kombinasi yang serba manis begini bisa jadi bakal membosankan jika makannya dalam jumlah banyak.

Bagaimana dengan gepuk bermerek Ny. Yong? Bisa jadi kalau hanya melihat dari kemasan pembungkusnya, gepuk yang satu ini bakal sulit menyita perhatian. Lihat saja, potongan gepuk hanya dibungkus dengan kertas pembungkus biasa tanpa ada tulisan atau merek Ny. Yong. Keterangan mereknya hanya tercantum di kantongan plastik.
Begitu kertas pembungkusnya dibuka, terlihat bahwa ukuran potongannya tidak jauh berbeda dengan gepuk Ny. Ong tadi. Dirangkai dengan batang lidi juga. Yang agak berbeda, gepuk Ny. Yong ini cenderung agak basah atau berminyak. Tercium bau bawang goreng yang ditaburi di atas gepuk.
Begitu dimakan, dagingnya terasa empuk dengan paduan bumbu yang cukup pas antara rasa manis dan asin. Dengan rasa seperti itu, bikin tidak mudah bosan menikmatinya. Sayangnya, sambal dengan campuran tauco yang disertakan terasa pahit di lidah
Meskipun begitu, kalau harus memilih, rasanya gepuk Ny. Yong lebih enak! Tentunya tanpa sambalnya…
| Empal Gepuk | Ny. Ong | Ny. Yong |
|---|---|---|
| Lokasi (Bandung) | Jalan Pasirkaliki | Jalan Pasundan |
| Rasa | Manis sekali | Manis, asin, bawang |
| Kondisi | Kering | Agak basah (berminyak), empuk |
| Sambal | Kurang pedas, manis | Cukup pedas, agak pahit |
| Kemasan | Kotak kardus | Kertas pembungkus |
| Harga per potong | Rp 6000,- | Rp 6000,- |
18 Responses for "Ny. Ong vs. Ny. Yong"
Kalau tidak salah, keduanya itu masih saudara kok.
Itu yang Ny. Ong gambarnya Ida Kusuma? Atau siapa sih?
yg pasti Ny. Ong paling enak! soalnya sampe skrg belom nyoba yg Yong..
aku njaluk dikirimi pisan, piro regane …?
Waktu itu aku beli Ny. Ong di jl. Junjunan 155, dan Ny. Yong di jl. Setiabudhi. Kalo Ny. Ong khusus juwalan gepuk aka empal yg digoreng pada saat kita pesan, sedangkan di Ny. Yong dia sambil juwalan makanan (lauk pauk) yang lain, empal sudah digoreng dan siap dibawa.
bikin iklan kaya gini ongkosnya brapa bang? :p
#2, gw juga bingung…
#5, oh gitu.. gw contek alamatnya dari kardus dan kresek
#6, Om Andika mau jadi bintang iklan gepuk?
#4, baca dong yg lengkap
laper….
makan yuk….
*logout*
Kalo saya yang pernah tinggal di Bandung 5 tahun, yang asli memang Ny Yong setiap cabangnya dikelola oleh anak-anaknya. Kira kira dari tahun 70-an sudah ada.
Kalo Ny Ong malah tembakannya khusus jual gepuk menggunakan stal di depan supermarket dll.
Untuk rasa tetap yang asli yang saya pilih. tetapi kembali ke selera
Mengapa bisa berserat karena teknik memotong dagingnya sengaja serat dibuat searah agar tidak rontok waktu dioleh maka digunakan lidi untuk menyatukan tetap utuh.
Thx
waaa saya belon nyoba.
akan lbh bagus kalo benny jadi kontributor untuk label.blogombal.org
kayaknya gepuk buatan nyokap gue lebih enak deh daripada 2 gepuk di atas. Bukan karena nyokap yang bikin tapi karena lidah gue yang ngerasain.
Dulu aku pernah makan gepuk home made dari ibunya temenku yang asli Bandung. Beliau tipikal Ibu2 Bandung jaman dulu yang masih sering bikin sambal, tauco dan tempe sendiri jadi ga beli jadi. Aku pernah ngrasain gepuk (begitu beliau bilangnya) dan dulu juga pernah ngeliat langsung beliau bikin, tapi kok displaynyaga kayak gepuk Ny. Ong dan Ny. Yong itu ya? Gepuknya (empal) dimasak bersantan sampai meresap dan ga digoreng lagi. Apa ada gepuk jenis lain? Btw, kalo empal eh gepuk yang ditusuk dengan lidi dan dipotong searah serat gitu mirip2 ama empal lawannya Nasi Uduk di Jkt ini
G pnh stay d bdg +/- 4 taonan, tau2 dikitlah soal gepuk nyonya2 ini. Jadi konon, ny.yong itu punya suami n suaminya ini punya istri muda which is ny.ong. Ny.ong itu jadi kyk dompleng usaha rintisannya ny.ong. Awalnya taon brp gt, ny yong ini usahanya catering buat anak2 kos2an,tp krn kterbatasan pegawai ( repot bgt kn harus nganter2, lebih2 pas nagihnya, anak2 kos ud pada dimana2 ), akhirnya ny.yong buka tempat makan siang aja, jd customer yg kesana, sampe sekarang gitu. Dnger2 ny.yong ini concern bgt soal kbersihan. Cikal bakal gepuk bdg itu ny.yong yg cabangnya ada di setiabudi, jl.sawo, etc. ( cabangnya dinomorin, mis:di setiabudi itu gepuk ny.yong 3), klo rasa sih mnurut g, lebih ngereseub gepuknya ny.yong.
Selalu beli yang Nyonya Ong. Tapi gepuk paling enak sih bikinan bokap, hihihi…
#14, gag salah (lagi), Jo?

eh, bole dong gepuk bikinan bokap lo dibagi-bagi
[...] Beberapa saat kemudian hidangannya mulai berdatangan. Yang pertama datang adalah Nasi Bakar “DD” dan Nasi Tutug Tempe. Begitu diincip, Nasi Bakar “DD” terasa seperti Burasa (sejenis lontong) yang khas Sulawesi itu. Terselip sedikit potongan pete di dalamnya. Adapun Nasi Tutug Tempe adalah nasi bakar berbungkus daun pisang yang di dalamnya terdapat potongan tempe berbentuk kotak. Aromanya cukup wangi dengan rasa khas panganan nasi atau ketan berbungkus daun pisang pada umumnya. Sementara Ayam Goreng “DD” terasa cukup empuk dan manis. Lumayan. Begitu juga dengan Gepuknya yang ditusuk lidi. Cukup enak meskipun tidak terlalu empuk. Jadi, jangan coba membandingkan dengan gepuknya Ny. Yong. [...]
[...] Beberapa saat kemudian hidangannya mulai berdatangan. Yang pertama datang adalah Nasi Bakar “DD” dan Nasi Tutug Tempe. Begitu diincip, Nasi Bakar “DD” terasa seperti Burasa (sejenis lontong) yang khas Sulawesi itu. Terselip sedikit potongan pete di dalamnya. Adapun Nasi Tutug Tempe adalah nasi bakar berbungkus daun pisang yang di dalamnya terdapat potongan tempe berbentuk kotak. Aromanya cukup wangi dengan rasa khas panganan nasi atau ketan berbungkus daun pisang pada umumnya. Sementara Ayam Goreng “DD” terasa cukup empuk dan manis. Lumayan. Begitu juga dengan Gepuknya yang ditusuk lidi. Cukup enak meskipun tidak terlalu empuk. Jadi, jangan coba membandingkan dengan gepuknya Ny. Yong. [...]
Dear All
Seru banget baca kilasan berita tentang gepuk ini.
Kebetulan saya ini saudara dengan pemilik Gepuk Ny Ong dan Ny Yong.
Perlu diluruskan bahwa antara Ny Ong dan Ny Yong adalah kakak beradik, jadi bukan anak dari istri muda dsb ( seperti berita di atas ).
Sebagai tambahan, Gepuk Ny Ong tidak menjiplak Gepuk Ny Yong, melainkan krn hal memasak Gepuk ini merupakan talenta dari mereka sehingga keduanya mengembangkan bisnis Gepuk ini, malah pemilik Gepuk Ny Ong sendiri memiliki RM khas Sunda bernama WARUNG CEPOT..Sekian informasi ini semoga bisa membantu dan Selamat mencoba
Leave a reply