Sepertinya belakangan ini makin banyak saja hal-hal yang terlihat seperti sebagai hasil dari kondisi yang sedang kekurangan ide cemerlang. Hampir tiap hari bertebaran hal-hal yang menunjukkan soal itu. Lihat saja beberapa contoh diantaranya.
- Sinetron-sinetron yang semakin monoton, kurang berkualitas, dan dengan tema yang seragam pada semua stasiun tv dan pada jam tayang yang sama.
- Menunda kebijakan bebas fiskal dengan alasan untuk mendukung pariwisata dalam negeri.
- Tindakan koran-koran yang (sekedar) memperkecil ukuran kertas yang dipakai tetapi dengan bangganya mengakuinya sebagai perubahan yang luar biasa.
- Majalah dan tabloid yang semakin sering menerbitkan edisi khusus agar dapat memasang bandrol yang lebih tinggi dari edisi biasa.
- Perang diskon dan bonus antar operator CDMA tanpa memperhatikan kekuatan sinyal dan keberesan piranti lunak yang digunakan.
- Iklan-iklan di tv dengan iringan musik yang dicomot atau senada dengan lagu terkenal tanpa ada kejelasan apakah pemakaian itu ada ijin atau sekedar membajak.
- Menaikkan harga BBM dengan jumlah kenaikan yang lebih dari 100%
- Semakin banyaknya aksi demo yang lebih mengusung ancaman kekerasan ketimbang ajakan berdialog.
- Mengenakan denda dalam jumlah yang cukup besar terhadap setiap keterlambatan karyawan.
- Terkesan lebih suka memaksakan kehadiran RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi untuk mengatasi masalah moral ketimbang mengatasinya dengan pendidikan moral dan ajaran agama dan kepercayaan masing-masing.
- Bangga punya hobi suka mengancam.
- Rencana mengenakan pajak terhadap bandwidth.
- Menggunakan sekaligus memborong domain jenis gTLD ketimbang ccTLD dengan alasan agar tidak ada pemalsuan situs web yang dikelolanya.
- Ramai-ramai mengeluarkan produk air beroksigen.
- Kehadiran film-film Indonesia dengan tema sejenis, kalo gak horor ya cinta.
- Menyebarkan kebencian dan fitnah terhadap blogger.
- Menjual voucher pulsa dengan harga yang lebih mahal ketimbang harga bandrolnya, walaupun di gerai resmi.
- Menulis posting mengenai kekurangan ide cemerlang seperti ini… dan masih memikirkan untuk menulis lagi posting serupa… he he he

Harrison Ford is back! Ya, Harrison Ford hadir lagi dengan film Firewall arahan Richard Loncraine. Tetapi lagi-lagi Ford hadir dengan tampilan orang kantoran. Lagi-lagi Ford berperan sebagai ayah tangguh dalam menghadapi penjahat penyanderan keluarganya. Dan lagi-lagi tokoh yang diperankan Ford bernama Jack, lengkapnya Jack Stanfield, bukan Jack Ryan seperti dalam Patriot Games dan Clear and Present Danger.