Mari Terharu Bersama Spider-Man

spider-man 3

Bagi yang berharap mendapat banyak tontonan adegan seru di Spider-Man 3, bersiaplah untuk kecewa. Apalagi jika sampai melewatkan adegan kejar-kejaran antara Harry Osborn (James Franco) yang menjelma menjadi New Goblin dengan Peter Parker (Tobey Maguire) di menit-menit awal film arahan Sam Raimi ini. Kenapa? Karena bisa jadi itulah adegan paling seru sekaligus lumayan lucu dari film yang disebut-sebut sebagai film paling ditunggu tahun ini. Selebihnya kita lebih banyak disuguhi adegan drama dengan cerita yang berusaha mengundang keharuan. Dan itu berlangsung hingga akhir film! ๐Ÿ˜ฏ

Bagaimana dengan pertemuan Spider-Man dengan beberapa lawan lainnya seperti Sandman alias Flint Marko (Thomas Haden Church) dan Venom alias Eddie Brock, Jr (Topher Grace)? Meskipun terlihat lumayan seru, tetap saja unsur drama yang lebih kental menyeruak di antara pertempuran mereka. Lihat saja, usai baku hantam, sempat-sempatnya Sandman dan Spider-Man ngobrol dalam suasana haru dengan tampang sendu dan mata berkaca-kaca. Ada acara maaf-maafan segala. Duh! ๐Ÿ™„

Soal munculnya sisi gelap dari Parker dan Spider-Man lantaran pengaruh symbiote atau sejenis organisme dari luar angkasa juga begitu. Seharusnya hal itu jadi sorotan utama dan mendapat porsi lebih besar dalam sekuel kali ini, tapi yang ada malah jadi rada tenggelam dengan tempelan berbagai cerita sendu yang bertebaran di mana-mana. Lihat saja. Mulai dari soal Mary Jane Watson alias MJ (Kirsten Dunst) yang terlempar dari karirnya sebagai aktris di Broadway, kenangan Parker soal kematian pamannya, kecintaan Marko terhadap anaknya yang sakit, tragedi Parker dan cincin tunangan bibinya, hingga nasib tragis Osborn.

Dan sebagai penutup yang manis, ada adegan yang memperlihatkan suasana persahabatan sejati di antara Parker, Osborn, dan MJ. Jadi, marilah terharu bersama Spider-Man, si friendly neighbourhood! ๐Ÿ˜Ž

Print Friendly, PDF & Email

Baca juga:

28 comments on “Mari Terharu Bersama Spider-Man

  1. Yg bener Ben? Lo suka SpiderMan3?

    Menurut gua sih SpiderMan kali ini cengeng, dan adegan terakhir di gedung itu (waktu sunset) malah mirip adegan cengeng di film Titanic. Peter Parker & Harry Osborne malah seperti Jack & Rose.

    Lo berasa aneh ga sih waktu ada gedung yg ketabrak crane, terus ce blonde itu jatoh dan gantungan di pole, si bapaknya (kepala polisi) dan si fotografer (ex nya si ce?) malah di bawah ga keliatan panik sama sekali. Terus mereka cuma ngomong ‘Ngapain dia (si ce itu, notabene sang anak dan sang pacar) di atas situ?’ ANCURRRRRRRRR. Kalo itu anak gua sih, paling ngga gua udah khawatir sekali. Lah ini si bapaknya ekpresi datar gitu, ex nya malah foto foto.

    Spider Man 3 JELEK!

  2. banyak orang yg kecewa karena mengira spiderman adalah film dgn genre action. padahal sudah jelas dr awal spiderman itu drama dgn tema sisi manusia superhero termasuk musuh2nya

  3. #1, thanks ๐Ÿ™‚
    #2, Peter Parker & Harry Osborne malah seperti Jack & Rose? Ha ha ha…

    #4, ?
    #8, spoiler ‘alus’ ๐Ÿ˜€

  4. Spiderman 2 jelas lebih bagus.. termasuk dari segi efeknya.. Well.. Sandman memang sangat bagus, tapi tampaknya semua sumber daya habis hanya untuk efek Sandman. Sisanya? Keteteran.

    Lihat adegan ketika Gwen Stacy jatuh… argh.. kayak efek film tahun 90-an awal.

    Banyak pula cahaya yang gak konsisten, warna kostum yang biru gelap jadi terang dan terang banget.

    Adegan mengejar truk uang berisi Sandman versus adegan mengejar Doc Ock di kereta? Jelas lebih bagus adegan mengejar Doc Ock di kereta.

    Dan yang paling parah kalau menurut temanku adalah, Spider-sense sama sekali absen dalam film ini. Padahal itu adalah kekuatan Spiderman yang tidak dimiliki oleh superhero lain dan itu sangat menonjol di film pertama dan film kedua.

  5. Seperti tulisan Leila di Tempo: Spiderman adalah manusia super yang sudah “manusiawi” (dibanding Superman dan Batman, misalnya), jadi mengapa masih dibuat lebih manusiawi lagi di film ketiga ini?

    *belum menonton dan tambah pudar keinginan menonton.

  6. Yah mungkin memang benar, ada terlalu banyak unsur dalam film ini, sehingga ending buat penyelesaian dari tiap unsur film, seperti musuh2nya yang terlalu banyak jadi terasa kurang bertanggung jawab.. Endingnya masih terasa menggantung gitu.. Tapi overall film ini masih cukup menghibur;)

  7. Adegan “curhat2an” antara Spidey & Sandman di akhir pelem memang jadi adegan paling cupu & ga seharusnya ada di pelem ini, mana pake adegan netesin aer mata segala… ๐Ÿ˜€

  8. Wahkayaknya si spidermen nibaru akan manggung akhir tahun ini di Mornovia..

    Paling cepet saat mudik beli DVdnya untuk di tonton rame-rame dengan kampret2 disini..

    Seneng udh bisa mampir kesini, salam hangat dari Afrika Barat
    ————–
    PS: Ohya, Warung yang lama ini akhirnya kembali di buka, setelah lama di tinggal mudik.

  9. kalo menurut gw sih film ini mengandung byk emosi…baguslah, gak melulu hanya action, ya kynya buat anak2 kecil ktg cocok yah..krn adegan laganya emg dikit, lbh ke drama, tp gw seneng happy ending, si harry sadar juga, ama penjahatnya sadar….intinya semua org punya pilihan,nah milih yg baik or jahat..

  10. Sebelumnya salam kenal Mas Ben…
    Iya nih, waktu nonton rame2 versi DVD kita banyak yg ketiduran ๐Ÿ™ . Jalan ceritanya kurang seru. Tapi yah mayan sih daripada ga nonton ๐Ÿ˜‰

  11. okeh stuju bangetspidey 3 banyak adegan dramanya,ternyata banyak to yg ngomong gtu kirain cm ane aje yg berpikiran gtu coz cew ane yang ane ajak nonton agak nggak nggeh wktu ane blg ni film kok jd drama gtu

  12. ๐Ÿ˜† Film ini bgs abizz ceritax ๐Ÿ˜€ coz si laba laba ini ganti kostum item loh. Y moga2 aja film Spiderman 4 tambah keren & seru.

  13. Kalau yg dipikiranku dari kecil, yg namanya spiderman itu, ya manusia yang bisa loncat sana loncat sini dengan menjulurkan semacam tali dari jarinya. Lha kalau sekarang dia ternyata jarang loncat sana loncat sini ya mbok jangan diberi nama spiderman….

  14. saya juga udah nonton tapi, kurang seru , terlalu banyak ngbrolnya, kurang greget tapi lumayan untuk menghibur anak2 sampe yang tua ๐Ÿ˜Ž

  15. ๐Ÿ˜€
    bagaimana kalo spiderman dibuat version drama korea, pasti penonton indonesia (especially momy-momy dan mbak-mbak yang g ada kerjaan) jadi lebih mengharu biru lagi dan harus beli ember buat nampung air mata mereka

    spiderman 3 sucks!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *