2007

Junk SMS dari Operator Bisa Dihentikan?

Setelah membaca Surat Pembaca di Seputar Indonesia (Koran SINDO) edisi hari ini, 28 April 2007, gw baru tahu ternyata junk SMS (atau SPAM INTERNAL™ menurut Nugi) yang biasa dikirimkan oleh operator GSM ke para pelanggannya sebenarnya bisa diminta untuk dihentikan.

MENANGGAPI keluhan pelanggan XL, Bapak S Kurniawan ”Junk SMS XL Bikin Kesal”, (20/4), dapat kami sampaikan bahwa kami telah menghubungi Bapak S Kurniawan dan menyampaikan permohonan maaf serta memenuhi permintaan Bapak S Kurniawan untuk menghentikan SMS broadcast dari XL dengan kode pengiriman 818 maupun 1818. Dapat kami sampaikan bahwa pengiriman SMS broadcast dari XL tersebut dimaksudkan sebagai penyampaian informasi berupa program maupun produk XL terbaru yang diharapkan bermanfaat bagi para pelanggan.

Sesuai dengan permintaan Bapak S Kurniawan, kami telah membatalkan pengiriman SMS broadcast ke nomor ponsel Bapak S Kurniawan mulai tanggal 23 April 2007. Terima kasih atas masukan yang disampaikan oleh Bapak S Kurniawan, kami senantiasa berupaya meningkatkan kualitas layanan kami untuk kepuasan pelanggan.
Ventura Elisawati Head of Corporate Communication XL

(SURAT PEMBACA, Seputar Indonesia, Sabtu 28 April 2007)

Gw termasuk pelanggan yang sudah bosan menerima kiriman junk SMS dari operator, baik itu XL, Mentari Indosat, maupun Telkom Flexi. Sayangnya, dalam surat tanggapan itu tidak disebutkan cara atau prosedur resmi bila ada pelanggan yang tidak ingin menerima SMS sampah lagi dari operator. Apa harus dengan cara menulis surat pembaca di media cetak seperti itu? 🙄

Produsen Printer dan Tinta Infus

Gunakan tinta asli. Jangan gunakan tinta infus atau suntikan karena bisa merusak head printer. Kata-kata semacam itulah yang selalu dikampanyekan oleh para produsen printer di Indonesia pada setiap kesempatan.

Bincang Fotografi

Saat berlangsung Bincang Fotografi @ HRFM Surabaya pada Selasa, 10 April 2007 lalu yang membahas topik “Mencetak Foto di Rumah”, kalimat-kalimat seperti itu muncul juga lho… 😆 Kali ini diusung oleh Devina, perwakilan EPSON yang menjadi tamu pagi itu.
Continue reading…

Lagu Jadul Indonesia di Resto (Masakan) Australia

the rocks

Pernah makan siang di restoran yang mengaku menyuguhkan “Modern Australian Cuisine” dan mengusung slogan “Feel 100% OZ with Our Australian Standard” sambil disetelkan dengan volume cukup besar lagu-lagu jadul Indonesia macam Anak Singkong-nya Bill & Brod, Kugadaikan Cintaku-nya Gombloh, Berdiri Bulu Romaku-nya Hetty Koes Endang, hingga lagu kebangsaan Indonesia Raya (walau hanya intro-nya saja)?

Gw dan istri gw baru mengalaminya kemarin siang di The Rocks, sebuah restoran yang berada di daerah Surabaya Barat.

Sekarang gw jadi tahu arti “Feel 100% OZ with Our Australian Standard” yang dipasang resto itu di mana-mana…

Perlunya Ruang Interaksi Konsumen dan Produsen Gadget

Ada fenomena yang cukup menarik saat berlangsung Bincang Fotografi (@ HRFM Surabaya) edisi 3 April 2007 lalu yang menghadirkan Richard, perwakilan dari Sony Ericsson (SE). Seharusnya topik pada saat itu adalah soal ponsel kamera namun yang terjadi adalah topik jadi bergeser seputar produk dari produsen ponsel itu… 😯 He he he 😆

Gimana gak, rata-rata pertanyaan yang masuk dari pendengar justru berkisar seputar produk keluaran SE ketimbang soal ponsel kamera pada umumnya. Misalnya, ada yang bertanya soal beda ponsel SE K790 dan K800, fitur kamera di seri W yang gak selengkap seri K, fitur terbaru ponsel kamera SE, hingga soal T610 yang udah jadul. Itu belum termasuk sederet pertanyaan via SMS yang juga banyak bertanya soal produk SE. *gedubrak* 😆
Continue reading…