
Agak aneh ya sistem pemutaran film di bioskop di Indonesia. Kadang jadual main sebuah film bisa berbarengan dengan jadual di bioskop negara-negara besar, tetapi tidak jarang sebuah film akhirnya main di bioskop-bioskop jaringan 21 setelah versi VCD / DVDnya sudah hampir dirilis atau malah sudah ada di toko-toko duluan… ![]()
Itulah yang terjadi dengan film Hellboy, yang menjadi pilihan Midnite Lovernya 89.7 HRFM Surabaya edisi Sabtu kemarin (24 Juli 2004). DVDnya udah mau dirilis 27 Juli 2004 besok, eh 21 Cineplex baru mau putar minggu ini….
Meskipun secara jadual pemutaran film itu tergolong super basi, untungnya kualitas film itu sendiri gak basi dan gak garing!
Awalnya, gw sempat under estimate terhadap film soal si Big Red itu. Gw tidak banyak berharap soal efek dan setting yang wah. Eh, ternyata… asik juga lho setting, efek, dan pencahayaan yang ada di film itu. Seru!
Di samping itu, gw masih punya beberapa catatan lain:
Mudah-mudahan sekuelnya yang akan dirilis tahun 2006 nanti bisa lebih baik! Gw tunggu lho!
Midnite Lover is back! Ya, acara nonton midnite rame-rame digelar lagi oleh Hard Rock FM Surabaya pada Sabtu kemarin (10 Juli 2004) yang kali ini dengan menggandeng salah satu provider jaringan CDMA. Bioskopnya tetap di Tunjungan Plaza. Seperti biasa, semua peserta mendapat bonus goody bag yang berisi gift dari sponsor. Untuk kemarin ‘hanya’ mendapat starter pack dan souvenir notes dan pulpen doang…. Ditambah ada games berhadiah.. Dibanding acara ML yang season sebelumnya sih, kali ini giftnya agak garing…. kalah banyak dan kurang asik…:sad: Yang dulu itu bisa dapat macam-macam, mulai dari soft drink, permen, biskuit, dompet, sampai radio FM scan segala! ![]()
Untunglah film Around the World in 80 Days yang jadi film pilihan Midnite Lover kemarin itu cukup menarik dan bisa bikin orang segedung ketawa terpingkal-pingkal sampai bubaran.
![]()
Untung pula di film itu ada Jacky Chen yang berperan sebagai Passepartout/Lau Xing. Untunglah film itu dipenuhi sederet bintang ngetop seperti Sammo Hung, Owen Wilson, Kathy Bates, sampai Arnold Schwarzenegger (meskipun rata-rata hanya tampil 5-10 menit). Untung juga film tersebut mengikuti pakemnya Jacky Chen sehingga jadi enak ditonton sebagai hiburan segar, meskipun jadinya film daur ulang itu agak sedikit melenceng dari film aslinya yang dibuat tahun 1956.
Gak kebayang deh gimana film itu tanpa Jacky Chen dan pakem kung-fu komedi yang jadi ciri khasnya…
Beberapa hari ini gw lagi bingung membedakan film dan movie. Kelihatannya sih artinya sama, tapi kok rasanya ada bedanya deh.. ![]()
Udah nanya dan googling sana-sini, tetap aja masih kurang memuaskan..:???: Om Stephanus Eko ngasih link ke artikel “So you’d like to… know the difference between movies and films?” Dalam artikel itu, si Chris Varnadoe bilang kalo Film itu adalah a work of art, most often having been made with this goal in mind. Sementara Movie adalah guilty entertainment, most often having been made for the sole purpose of making money…
So, baginya, Film adalah hiburan seni yang serius dan Movie hanya sekedar hiburan bertujuan komersil! Betulkah begitu? ![]()
Coba kita lihat apa yang dimuat di glossarynya Cinema Minima Forum…
Film:
Motion-picture recorded on chemical-based, analog medium e. g., Technicolor, Kodak 5247, etc. All films are movies, but not all movies are films.
Movie:
A motion-picture, without respected to recording medium, or way of distribution. A talkie is a kind of movie. A film is a kind of movie. A motion-picture recorded on digital video tape is properly called a movie, in the same way as one which has been recorded on film.
Hasilnya? Gw tetap BINGUNG!
Ada yang bisa bantu jelasin yang lebih komplit?
Hingga Selasa minggu lalu (29 Juni 2004), gw masih gak yakin kalau Spider-Man 2 bakal diputar di Indonesia sesuai jadual rilis internasional. Saat itu tertulis, jadual main Spider-Man 2 di Indonesia adalah 1 Juli 2004 (tadi gw cek lagi di situs yang sama, ternyata udah dikoreksi jadi 30 Juni! Grr..
:P). Ditambah, pas gw cek di situsnya 21 Cineplex gak ada tanda-tanda kalo film itu bakal main midnite dulu, seperti lazimnya film baru yang mesti melewati jadual midnite dulu baru main regular. Eh, gak tahunya, besoknya pagi-pagi gw diberitahu Mirza kalo filmnya udah main hari itu!!!
Surprised!!! ![]()
Wah, gak nyangka deh film sekelas Spider-Man 2 bisa milih Indonesia sebagai salah satu tempat pemutaran paling pertama bareng negara-negara seperti Amerika, Kanada, Australia, Philipina, dan Singapore. Padahal Jepang aja baru dapat kesempatan mutar film itu 10 Juli besok. Jadi terharu nih.. he he he
![]()
Gw sendiri pengennya nonton hari pertama, tapi baru bisa nonton kemarin… Gw milih nonton di Studio 21, PTC-Supermall yang berada nun jauh di Surabaya Barat sana… Begitu masuk ke lobinya buat beli tiket, wuih… udah penuh dengan antrian! Sambil sedikit kuatir gak dapat tiket, bergabunglah gw dengan antrian itu. Akhirnya, dapat juga tiketnya!!!
Hanya saja, yang posisi duduknya masih lumayan di atas tinggal yang pertunjukan jam 19.45, padahal saat itu masih jam 3-an sore! Gile gak!? Padahal yang mutar film itu ada Studio 1 dan Studio 2!
Puas-puas deh keliling PTC - Supermall bolak balik buat nunggu show yang jam 19.45 itu… ![]()
Sementara mengenai filmnya sendiri, asik banget! Meskipun di seri pertama dulu sisi kehidupan pribadi Spider-Man sebagai Peter Parker sudah dibahas, namun rupanya itu masih belum cukup. Sekuelnya kali ini tetap aja mengupas soal itu, bahkan lebih dalam dan cukup mendominasi jalannya cerita sejak film dimulai. It’s ok! Sah-sah aja sih sisi manusiawi seorang superhero dibahas mendalam… Bahkan mungkin hal itu bisa jadi pembeda dengan cerita superhero lain yang jarang-jarang ditampilkan sisi kegagalannya… Jadinya, sah-sah aja kalo tiba-tiba jaring laba-laba yang biasa ditembakkan dari pergelangan tangannya jadi macet gak mau keluar, sehingga sang super hero jadi jatuh terkapar… begitu juga kelincahannya untuk merayap di dinding gedung bertingkat yang ikut lenyap… atau sempat patah hati dengan Mary Jane (yang herannya kenapa masih diperani oleh Kirsten Dust yang kurang sip itu :twisted:) Pokoknya, kali ini sang superhero jadi membumi banget deh… ![]()
Walaupun demikian, film ini gak lantas terjebak dengan kesenduan dan nasib malang seorang superhero… Adegan seru ala Spider-Man yang bergelantung dari gedung ke gedung tetap saja masih jadi andalan yang menarik ditonton! Bahkan kali ini bisa dibilang lebih mendebarkan karena kadang-kadang (sengaja dibikin) hampir nabrak sesuatu! Namun dari semua itu, puncak keseruan dan titik utama kisah sekuel kali ini terletak pada adegan duel di atas kereta api antara Spider-Man dan Doc Oct yang dilanjutkan usaha sang superhero yang harus menahan laju kereta api yang remnya blong agar tidak jatuh ke laut ketika sampai di ujung rel yang masih belum selesai! Dan gara-gara adegan pada bagian ini, sambil meminjam istilah dalam kisah Harry Potter, gw jadi terinspirasi asik juga kali ya kalo sekuel kali ini mengusung sub-judul (ini bukan spoiler lho!) Spider-Parker: You Know Who! ![]()
Kenapa? Buktikan aja sendiri pas nonton! You will know why…
Nonton film di bioskop memang enak. Suaranya asyik dan layarnya gede. Namun, di samping itu ada juga gak enaknya. Setidaknya, ada 5 Hal Gak Enaknya Nonton di Bioskop yang bikin bete. Apa saja?
Seperti Kamis kemarin pas nonton LotR: The Return of the King di Mal Galaxy, ada orang di sebelah gue yang sering goyang-goyangin kakinya yang bikin sederet kena dampaknya.
Ganggu banget deh. Mo pindah tempat ke deretan lain, udah full house! Keasyikan menikmati settingnya LotR II yang asyik banget dan kolosal selama 3 jam itu jadi berkurang gara-gara si ‘kaki goyang’ itu. Mau ‘diikatin’ kakinya, om?!

“Stay, Stay with me” dan “I’m not a bad guy” adalah dua ungkapan yang paling gue ingat dari film DareDevil habis nonton Senin kemarin bareng istri
Sebagai film soal seorang superhero, nampaknya DareDevil tergolong tidak terlalu fantastik. Kayaknya masih lebih mengasyikkan nonton Batman, X-Men, atau Spider-Man deh. Apalagi dari segi alur cerita juga terkesan dangkal. Semoga di sekuelnya bisa lebih asyik penggarapannya. Yang kali ini lumayanlah buat hiburan penunggu deretan film-film superhero lain (seperti Hulk, X2, dll) yang bakal muncul bareng tahun ini.

With great power, there must also come great responsibility - Uncle Ben
Sudah nonton Spider-Man? Setting-nya sih oke, tapi ceritanya kurang sip. Terkesan terburu-buru mempercepat jalannya cerita dalam menggambarkan kehidupan awal si superhero dan soal pertarungan dengan musuhnya si Green Goblin.
Cinta nyang benar kagak kenal besar ape kecil. Takaran bise bikin cinta jadi dua. Dua bikin permusuhan. Permusuhan bikin perkelahian.
There is no such thing as “big love” or “small love.” There is only one love: if you measure it, it can become two. And two loves may cause friction, and friction will end up in fighting.
- Tinung
(taken from Ca Bau Kan)
Happy Valentine’s Day!