Musics

Nonton Earth Wind & Fire Experience di Surabaya

EWF XP

Dengan tiket gratisan hasil ikut kuis di Hard Rock FM, akhirnya bisa juga nonton konser Earth Wind & Fire Experience di Surabaya pada Senin (6/2) kemarin :mrgreen: Biar gak susah nyari tempat parkir, kurang dari jam 7 malam gw udah berada di Ballroom Shangri-La Hotel, Surabaya, tempat berlangsungnya konser. Meskipun sore itu Surabaya dikepung kemacetan di mana-mana, tapi ternyata jam segitu penonton lain juga sudah mulai berdatangan.

Harusnya pertunjukan berlangsung jam 7 malam, sesuai dengan apa yang tertulis di spanduk-spanduk promosi, tapi kenyataannya tidak demikian. Tanpa band pembuka, gw dan para penonton lain harus bosan menunggu hingga sekitar jam 8 saat personil Earth Wind & Fire Experience satu per satu naik panggung.
Continue reading…

Jangan Ganggu Konser Musik!

Sepertinya kejadian pelemparan benda-benda tertentu ke arah panggung udah bukan hal baru ya di sini. Kalo yang dilempar itu adalah bunga dan sebagainya sih gak apa-apa. Mungkin itu tandanya sayang :mrgreen: Tetapi kalo berupa botol plastik dan sandal? Itulah yang terjadi di dua konser cukup besar yang terakhir gw datangi.

Di A Mild Live Soundrenaline 2005 di Surabaya yang terlihat menjadi sasaran pelemparan adalah Peterpan. Saat mereka sedang manggung dihadapan penonton yang didominasi penggemar Iwan Fals dan Slank, beberapa kali terlihat lemparan botol plastik air kemasan ke panggung. Bahkan salah satu dari lemparan itu tepat mengenai Ariel, sang vokalis!

lemparan

Sementara di acara Sampoerna Hijau Parade Bedug yang digelar minggu lalu di Surabaya, hal serupa terjadi lagi. Beberapa pengisi acara yang tampil sebelum Slank naik panggung, mendapat lemparan benda-benda tertentu yang datang dari arah penonton. Yang agak berbeda, jenis benda yang dilempar tidak hanya botol plastik air kemasan saja, tetapi juga benda-benda lain seperti sandal dan uang recehan! 😯 Lihat aja fotonya tuh…

Gw gak tahu apa tujuan pelemparan itu, tetapi yang jelas tindakan seperti itu sangat memprihatinkan. Apalagi aksi panggung Peterpan saat itu asik-asik aja dan penampilan beberapa band baru yang menjadi korban pelemparan itu juga lumayan. Seandainya aksi panggungnya jelekpun, bukan begitu cara protes. Bukannya cukup diteriaki aja atau dicuekin? 🙄

Atas peristiwa itu, Kaka dari Slank juga menyayangkannya. Saat di atas panggung di acara Sampoerna Hijau Parade Bedug, vokalis Slank itu sempat berseru kepada penonton agar mau menghormati artis lain yang tampil sebelum Slank. Mudah-mudahan himbauan Kaka itu manjur.

Sudah cukup berbagai tindakan kekerasan terjadi di negeri ini. Jangan ditambah lagi. Jangan ganggu konser musik! :nono:

Roy, Blog, dan Friendster

Roy

Roy, Blog, dan Friendster? Hei Anda yang di sana, jangan ge-er dulu! Ini soal Roy “Boomerang” Jeconiah, bukan yang lain! 😛

Ketika bertemu di backstage A Mild Soundrenaline 2005 edisi Surabaya belum lama ini, gw sempat ngobrol-ngobrol soal situs barunya Boomerang. Dalam kesempatan itu, gw juga iseng nyinggung soal blog dan Friendster :mrgreen:

Ini cuplikannya…

Ben: Sekarang juga banyak web yang punya menu blog…
Roy: Ya itu juga termasuk salah satu konten yang kita bicarakan cuman belum tahu pastinya. Pokoknya sih bisa mengakomodasi segala macam hal.

Btw, Boomerang punya account Friendster?
Gak ada. Ha ha ha… 😆 Bukan ABG ya.. ha ha ha… Tapi kalo ada yang mo bikin, silakan aja. Ha ha ha… 😆 Kalo kita gak ada…

Nonton Aksi Paul Gilbert di Surabaya

Paul Gilbert

Sudah lama Surabaya tidak menjadi tempat konser artis internasional. Untunglah ada pihak promotor yang sanggup menggelar konser Paul Gilbert di Surabaya!

Inilah beberapa catatan kecil gw soal nonton konsernya Paul Gilbert yang dibikin di Supermal Surabaya Convention Center (SSCC) pada Jumat, 15 Juli 2005 kemarin. (Thanks Kika atas tiketnya :mrgreen: )

  • Menurut info di poster dan baliho, konsernya seharusnya dimulai jam 20.00 WIB, namun ternyata acara baru dimulai sekitar pukul 21.00 WIB.
  • Begitu cewek yang jadi host malam itu muncul, langsung terdengar sorakan “huuu” dari penonton yang udah gak sabar. Sudah gitu, si host masih mencoba melucu yang garing nan norak pula. Dan gak terhitung berapa ratus kata “oke” yang terucap olehnya… What a GOOD host!
  • Grup Radja yang jadi band pembuka hanya dikasih jatah nyanyi dua lagu, Cinderela dan Jujur. Mungkin gara-gara merasa waktunya kurang, jadinya sang vokalispun ngomel-ngomel di panggung dan terlihat nyanyi agak ogah-ogahan. What a NICE opening band!
  • ID PG

  • Hingga Paul Gilbert muncul sekitar pukul 21.30 WIB, ruangan SSCC tetap saja tak kunjung penuh. Jumlah penonton yang hadir pada saat itu hanya sekitar 300-an orang. Padahal ruangan itu sendiri sebenarnya bisa menampung ribuan orang. Entah apa penyebabnya.
  • Meskipun penonton minim, namun di depan pintu masuk tetap aja berkeliaran para calo menawarkan tiket masuk.
  • Tak ada aksi pakai bor listrik untuk gitar. Adanya hanya atraksi ‘gigit gitar’… :mrgreen:
  • Hampir setiap kelar memainkan lagu, Paul Gilbert selalu disodori air botolan oleh salah satu krunya.
  • Selain tembang-tembang dari album-albumnya sendiri, Gilbert juga memainkan sejumlah nomor lawas dari dua grupnya terdahulu, Racer X dan MR. BIG. Bagi penonton Surabaya yang tampaknya masih agak asing dengan isi album solo Gilbert, hadirnya lagu semacam To be with You terasa menyegarkan meskipun dimainkan dengan irama nge-rock yang penuh dengan raungan gitar. Oh ya, ada juga lagu Something-nya The Beatles yang malam itu muncul juga.
  • Sembilan tahun lalu Paul Gilbert pernah manggung di Surabaya. Waktu itu masih bareng MR. BIG dan kebetulan atau tidak, tanggal konsernya juga sama-sama tanggal 15 tetapi beda bulan. Lengkapnya, 15 Mei 1996 di Stadiun Tambak Sari, Surabaya. Kebetulan juga gw nonton, meskipun dalam rangka bertugas sebagai fotografer lepas untuk majalah Hai 🙂 .
  • Begitu konsernya kelar (sekitar pukul 23.00 WIB), para penonton menyerbu stan yang menjual berbagai CD albumnya Paul Gilbert dan kaos bersablon jadwal tur. Padahal di awal acara, stan itu kurang dilirik.

Acara Konser di TV Gak Perlu Host Norak!

Semalam, usai nonton acara “Eksklusif Vina Panduvinata” dan “Ekstrim” di Trans TV, gw nemu di TV7 sedang diputar rekaman “Padi Concert”. Wah, asik juga nih 🙂

Sedang asik-asik nonton rekaman Piyu dan teman-temannya manggung, eh tiba-tiba nongol seorang cewek yang di layar kaca dikenalkan sebagai host. Namanya kalo gak salah Astrid Tiar. Yang terdengar dan terlihat adalah omongan dan aksinya yang gak karuan. Mau berkesan funky tapi jadinya norak banget! Kampungan! Doh, Continue reading…

Album ‘Cover Version’ ala Dewa

Laskar CintaAda apa dengan Dewa sekarang ini? Coba dengarlah album baru mereka, “Laskar Cinta“. Ternyata tidak hanya Pangeran Cinta yang beat-nya terinspirasi dari lagu lain (Immigrant Song-nya Led Zeppelin), tetapi juga masih ada sejumlah lagu lain. Sebut saja macam Satu (mirip banget dengan Kosong-nya Dewa sendiri di album “Cintailah Cinta“), Aku Tetaplah Aku (beatnya mengingatkan akan Smell Like Teen Spirit-nya Nirvana), dan Cinta Gila (reff-nya mirip lagu Jepang). Bahkan Matahari Bintang Bulan yang merupakan lagu berirama reggae satu-satunya dari Dewa senada dengan An Englishman in New York-nya Sting! 😯 Sudah gini, jadi curiga… 😈 Jangan-jangan sealbum isinya merupakan ‘contekan’ semua… 😛

Cukup banyaknya tembang dalam album baru yang ternyata berbau cover version merupakan sesuatu yang patut disayangkan karena hal itu cukup menodai kualitas album ini. Padahal kali ini lirik yang ditawarkan tidak melulu soal cinta-cintaan biasa tetapi juga dibalut dengan nuansa filsafat dan religius. Sebut saja seperti Hidup Ini Indah dan Hadapi Dengan Senyuman. Soal kritik sosial juga sempat berkumandang lewat Atas Nama Cinta dan Indonesia Saja. Itulah lagu-lagu yang disebut-sebut sebagai bentuk idealisme ala Dewa.

Idealisme tapi kekurangan ide sampai harus mencomot penggalan dari lagu lain? Terserah deh. Lagian, sangkaan soal ‘cover version’ tadi bisa jadi bakal dibantah lagi. Sama halnya bantahan soal lip sync yang dilakukan Dewa ketika konser launching album di RCTI bulan November lalu. rasanya tidak perlu mengharapkan adanya sebuah pengakuan jujur…

So, yang bisa kita lakukan sekarang adalah nikmati saja lagu-lagu itu. Toh, semuanya masih enak-enak saja didengar meskipun makin lama terasa makin monoton dari album satu ke album lain. Tinggal kita tunggu aja, berapa lama lagi bisa bertahan kalau terus-terusan seperti itu? Good luck aja deh! 😉 :bye:

(Thanks Lucky atas pinjaman CD-nya :razz:)