
Acara jazz selalu dihadiri para cewek, maka FHM menguji pengetahuan mereka. Demikian yang tertulis di majalah FHM Indonesia edisi Maret 2008 halaman 22.
Salah satu pertanyaan yang diajukan adalah “JAVA JAZZ TAHUN INI YANG KEBERAPA?” Ada dua orang yang menjawab: “Ketiga” dan oleh FHM dibenarkan!
Jika pertanyaan di atas memang diajukan tahun ini (2008), bukan tahun lalu (2007), sebaiknya redaksi FHM membaca kembali informasi yang ada di situs web resmi Java Jazz Festival sebelum kembali “menguji pengetahuan” orang lain…
Hint:
first launched March 4 – 6, 2005, second edition March 3 – 5, 2006, third edition March 2-4, 2007, next : March 7-9, 2008
» Java Jazz Festival.


Mudah-mudahan ini tidak terlalu basbang. Minggu lalu, gw hadir di Jakarta International Java Jazz Festival 2008. Ini merupakan kali ketiga gw meliput acara musik jazz tahunan itu. Kali ini gw datang atas nama Asia Blogging Network (ABN) yang sekaligus menjadi sponsor gw, khususnya untuk masalah transportasi
Thanks ABN!
Meskipun acaranya baru dimulai tanggal 7 Maret, gw sudah datang di Jakarta pada 4 Maret karena rencananya gw ingin hadir di press conference-nya yang gw perkirakan diadakan pada tanggal 5 Maret 2008. Dari jauh hari gw udah beli tiket Air Asia yang jadwal penerbangan dari Surabaya tanggal 4 Maret sore hari. Eh, ternyata beberapa hari sebelum tanggal keberangkatan, gw dapat informasi dari panitia kalau press conference-nya diadakan pada tanggal 4 Maret siang. Pengambilan kartu tanda masuk (press id) juga dilakukan pada saat itu. Gak jadi deh ikut jumpa pers. Untunglah press id-nya bisa diambil besoknya.
Sementara untuk kemasan acaranya, (more…)
Tadi pagi mendengar kabar dari siaran radio bahwa Chrisye telah meninggal dunia membuat gw terkejut dan sedih.
Chrisye adalah salah satu penyanyi favorit gw sejak gw masih duduk di bangku SD.

Seingat gw, pada waktu itu gw sempat membeli beberapa album dari penyanyi yang bernama asli Chrismansyah Rahadi itu. Di antaranya, Nona Lisa, Jumpa Pertama, dan Pergilah Kasih. Sementara albumnya di tahun 2000an yang gw beli adalah Dekade.
(more…)
Seseorang yang sedang berada di lokasi konser menyiarkan langsung aksi panggung sebuah grup musik ke teman-temannya yang berada di berbagai lokasi berbeda dengan hanya bermodal ponsel berkamera video. Begitulah isi iklan di televisi soal kecanggihan layanan 3G dari salah satu operator yang sudah 3G ready.
Lepas dari kekuatiran apa yang dilakukan oleh penonton seperti di iklan tv itu mungkin bakal menuai larangan dari penyelenggara konser musik, fitur video nampaknya menjadi andalan dari semua penyedia layanan 3G. Selain iming-iming bisa melihat langsung orang yang ditelepon (video telephony) seperti yang sudah banyak dibicarakan di mana-mana, menonton konser sang idola dengan cara di atas mungkin bisa jadi daya tarik tersendiri untuk menggunakan layanan 3G. Bandingkan dengan beberapa tahun lalu di mana orang-orang hanya mengandalkan ponsel berkamera biasa untuk mengabadikan idolanya saat manggung dan mengirim foto itu via layanan GPRS.


Kelar memainkan lagu Bali, semua personil Fourplay segera menghilang dari panggung tapi lampu panggung masih menyala semua. Konser sudah usai? Ah, itu kan trik lama. Meski begitu ada juga sejumlah penonton yang mengira konser sudah selesai dan langsung cabut. Untunglah sebagian besar penonton lain nampaknya sudah tahu kalau itu hanyalah sebuah trik. Mereka tetap bertahan sambil bertepuk tangan dengan kompak. Dan ternyata benar, satu menit kemudian muncullah kembali satu persatu Bob James (piano/keyboard), Nathan East (bass), Larry Carlton (gitar), dan Harvey Mason di atas panggung. Dengan bersemangat, mereka langsung mengusung dua nomor bonus, Smiles dan West Chester, yang enerjik.

Suasana panggung menjadi ramai begitu Nathan melambaikan tangannya ke arah penonton agar mereka maju ke depan. Ajakan itu langsung disambut antusias penonton dengan menyerbu ke arah bibir panggung. Para personel Fourplay nampaknya gembira dengan sambutan penonton Surabaya yang begitu antusias. Mereka pun ikut bergoyang bersama penonton. Suasana terlihat jadi begitu hangat dan dekat. Bahkan Nathan yang mengusung sebuah kamera digital SLR sempat beberapa kali memotret kerumuman penonton.
