Ini Soal Marcus Wright, bukan John Connor

tiket-terminatorsalv

Setelah Terminator 3: Rise of the Machines di tahun 2003, rupanya butuh waktu cukup lama untuk memunculkan seri terbaru Terminator ke pasaran.

Sekilas, agak membingungkan kalau harus menentukan apakah Terminator Salvation ini adalah sekuel atau prekuel. Memang, berbeda dengan tiga film sebelumnya, sebagian besar adegan dalam seri Terminator kali ini berlatar suasana masa depan. Namun di sisi lain, film ini juga memunculkan versi remaja dari Kyle Reese (Anton Yelchin), yang notabene adalah calon bokapnya John Connor (Christian Bale) di The Terminator (1994).

Bagi yang sudah agak lupa dengan cerita di film-film Terminator sebelumnya, khususnya The Terminator, akan lebih bingung lagi. Apalagi tidak ada cuplikan adegan-adegan dari film terdahulu sebagai pengingat.
(more…)

»

Misteri Sederhana untuk Profesor Langdon

angels_demons

Di tengah tren prekuel yang melanda dunia film Hollywood beberapa tahun belakangan, kisah petualangan Profesor Langdon kali ini justru sengaja dibikin sebagai sebuah sekuel dari film The Da Vinci Code meskipun berdasarkan novelnya yang ditulis Dan Brown sebenarnya Angels & Demons ini merupakan prekuel.

Langdon, yang tetap diperankan oleh Tom Hanks, tiba-tiba diminta oleh kepolisian Vatikan untuk menguak misteri di balik penculikan empat ”preferiti” atau kandidat Paus dan pembunuhan seorang ilmuwan CERN peneliti antimatter yang diduga berkaitan dengan kelompok Illuminati. Hasil percobaan antimatter yang bisa meledakkan Vatikan dan sekitarnya juga dicuri dari lokasi penelitian. Semua itu terjadi sesaat setelah Paus meninggal.
(more…)

»

penonton.com di Koran Tempo

penonton-kortem

Beberapa hari lalu, tepatnya tanggal 25 November 2008, tiba-tiba ada panggilan masuk dari nomor berkode 021 ke nomor Mentari saya. Begitu saya terima, agak kaget juga karena si penelepon memperkenalkan dirinya adalah Dimas dari Koran Tempo. Wah, ada apa nih sampai ada yang mau mewawancarai saya? 🙄

Ternyata Dimas ingin mewawancarai saya seputar penonton.com, tempatnya para penonton memberi nilai dan komentar itu tuh… 🙂 Karena pada waktu itu suara yang terdengar lewat nomor Mentari saya agak terputus-putus, pembicaraan dilanjutkan lewat nomor telepon lokal. Wawancara berlangsung sekitar setengah jam.

Setelah wawancara kelar, saya diberitahu bahwa kemungkinan besar hasil wawancara tersebut akan dimuat di edisi Jumat atau Sabtu ini. Namun, lewat Plurk, Ndoro kakung (rekan sepabriknya Dimas) mengoreksi bahwa yang benar adalah Sabtu.

Eh, benar lho. Sabtu ini, 29 November 2008, hasil wawancara itu muncul di iTempo, suplemen gaya hidup digitalnya Koran Tempo. Horeee… 🙂

Sayangnya, karena sedang di Gorontalo, saya tidak bisa membaca artikel itu dalam versi cetaknya, karena sepertinya Koran Tempo tidak (atau belum?) beredar di kota kelahiran saya ini. Untuk saat ini, saya hanya bisa mengintip tulisan berjudul penonton.com Tempat Orang Menilai Film” itu dalam versi online dan epaper-nya.

Bagaimana pun, thanks Dimas dan teman-teman di Tempo. 🙂

»

Marilah Sabar Menanti James Bond

Setelah Casino Royale yang mengecewakan, sekarang Daniel Craig datang lagi tetap sebagai James Bond lewat Quantum of Solace.

Di bawah arahan sutradara Marc Forster, film ke-22 James Bond ini dari awal langsung menyajikan menu adegan kejar-kejaran di daerah Italia yang lumayan seru antara mobil Aston Martin yang dikendarai Bond dengan mobil lain sambil tembak-tembakan. Tak lama kemudian setelah Bond berhasil meloloskan diri dan mengantar ‘paket’ yang berada di dalam bagasi mobil, aksi kejar-kejaran dimulai lagi. Kali ini bukan pakai mobil. Bond mengejar mata-mata organisasi Quantum yang hampir membunuh M (Judi Dench) di antara atap-atap bangunan hingga mengacaukan sebuah perlombaan.

Kurang? Mau adegan kejar-kejaran lagi? Masih ada adegan kejar-kejaran lain yang berlangsung di laut waktu Bond ‘menculik’ Camille (Olga Kurylenko) dari tangan Jendral Medrano (Joaquin Cosío).
(more…)

»

Jejak-Jejak Tak Jelas Laskar Pelangi

tiket-laskar-pelangi

Meskipun didukung oleh banyak artis terkenal, namun sebenarnya kekuatan utama film Laskar Pelangi bukanlah itu. Bukan pada Lukman Sardi, Tora Sudiro, Cut Mini, Slamet Rahardjo, Ikranegara, Robbie Tumewu, Mathias Muchus, Rieke Diah Pitaloka, Alex Komang, atau Jajang C. Noer, tapi pada 10 anak-anak asli Belitung yang terpilih main di film yang diangkat dari novel berjudul sama milik Andrea Hirata ini. Merekalah bintang sesungguhnya film Laskar Pelangi.

Kepolosan dan keluguan anak-anak itu sudah mulai menarik perhatian sejak awal film. Berasal dari keluarga dengan latar belakang berbeda-beda, awal pertemuan mereka terjadi saat pendaftaran murid baru di SD Muhammadiyah Belitung, sebuah sekolah yang terancam ditutup karena kekurangan murid. Pada saat itu, kebanyakan orang tua di Belitung lebih memilih menyekolahkan anaknya di SDPN Timah yang bangunan dan fasilitasnya jauh lebih bagus.

Sepuluh anak dengan keunikan masing-masing itu (more…)

»

3 » 4« «...234