Sebelum Terburu-buru Meninggalkan Cara Lama Menjual Album

Telah dapat gading bertuah, terbuang tanduk kerbau mati.

Mungkin itu peribahasa yang cukup cocok untuk menggambarkan apa yang dilakukan oleh sebagian pelaku industri musik di Tanah Air beberapa waktu belakangan ini dalam memasarkan album.

Contoh paling tampak jelas adalah semakin banyak musisi Indonesia (dan perusahaan rekaman tempat mereka bernaung) meninggalkan cara pemasaran lewat toko musik konvensional dan memutuskan untuk menjual album baru hanya lewat jaringan rumah makan siap saji atau minimarket tertentu saja, meskipun sulit membayangkan kedua jaringan bisnis itu akan terus berjualan album musik dalam jangka panjang. Siapa saja para musisi itu? Ada sejumlah nama seperti NOAH, Ari Lasso, Ungu, Melly, Agnes Monica, Ello, Tasya Kamila, dan Afgan.

Sementara itu, di sisi lain ada pula sejumlah musisi kita yang tidak lagi merilis lagu atau album barunya secara fisik dalam bentuk cakram padat (CD). Sekadar menyebut contoh, di antaranya ada Indra Lesmana (album 11:11), Nidji (album 5cm), dan Musikimia (lagu “Apakah Harus Seperti Ini”). Mereka memilih meluncurkannya cuma dalam versi digital saja, baik berupa berkas (file) maupun aplikasi, lewat kanal penjualan daring seperti iTunes Store/App Store, Amazon.com, dan sejenisnya.

Apakah itu adalah keputusan yang bijaksana dan tepat? Mencoba menggunakan berbagai cara baru dalam memasarkan album sangatlah wajar. Tapi, yang disayangkan dan perlu dipertanyakan, mengapa tergesa-gesa langsung meninggalkan cara lama?
(more…)

ยป

25 Tulisan Pertama Saya di Yahoo! Indonesia OMG!

Tidak terasa, jumlah tulisan blog saya di Yahoo! Indonesia OMG! hingga kemarin (14/9) ternyata sudah mencapai angka 25. Sudah lebih dari dua lusin loh… ๐Ÿ™‚ Adalah posting berjudul “Lagu Vulgar di Acara TV untuk Keluarga” yang menjadi tulisan blog saya ke-25 di kanal hiburan milik Yahoo! Indonesia itu.

Sedikit menengok ke belakang. Sebenarnya saya ngeblog di OMG! belumlah lama, baru sekitar empat bulan. Tepatnya, sejak 26 Mei 2010 lalu, yang ditandai dengan kemunculan tulisan pertama saya berisi hasil wawancara dengan John Paul Ivan, teman lama yang gitaris kondang itu. Judulnya, “John Paul Ivan Soal Album Mini dan Gitar Khas.”

Di kanal itu, topik yang menjadi bahasan ngeblog saya adalah seputar dunia musik Indonesia dan mancanegara. Jadi, tidak perlu heran kalau semua tulisan saya yang ada di situ, rata-rata tidak jauh dari urusan musik. ๐Ÿ™‚
(more…)

ยป

1 » 212