Gih, upgrade ke Firefox 0.92! biar gak kena masalah shell…
2004
Beda Film dan Movie
Beberapa hari ini gw lagi bingung membedakan film dan movie. Kelihatannya sih artinya sama, tapi kok rasanya ada bedanya deh.. ๐
Udah nanya dan googling sana-sini, tetap aja masih kurang memuaskan..:???: Om Stephanus Eko ngasih link ke artikel “So you’d like to… know the difference between movies and films?” Dalam artikel itu, si Chris Varnadoe bilang kalo Film itu adalah a work of art, most often having been made with this goal in mind. Sementara Movie adalah guilty entertainment, most often having been made for the sole purpose of making money… ๐ฎ So, baginya, Film adalah hiburan seni yang serius dan Movie hanya sekedar hiburan bertujuan komersil! Betulkah begitu? ๐
Coba kita lihat apa yang dimuat di glossarynya Cinema Minima Forum…
Film:
Motion-picture recorded on chemical-based, analog medium e. g., Technicolor, Kodak 5247, etc. All films are movies, but not all movies are films.
Movie:
A motion-picture, without respected to recording medium, or way of distribution. A talkie is a kind of movie. A film is a kind of movie. A motion-picture recorded on digital video tape is properly called a movie, in the same way as one which has been recorded on film.
Hasilnya? Gw tetap BINGUNG! ๐ ๐ Ada yang bisa bantu jelasin yang lebih komplit? ๐
6 Things I Hate about detikcom
- selama 6 tahun setia dengan warna-warna norak pada desain situs webnya,
- banyak iklan yang mengganggu dan masih sengaja pakai frame untuk menambah iklan yang makin mengganggu,
- marah kalau ada pihak lain yang membuat detikcom versi tanpa iklan,
- sering menulis berita IT hanya berupa terjemahan dan tanpa mencantumkan sumbernya,
- menghalangi pembaca untuk mengcopy paste isi berita dan mengklik kanan saat membaca isi halamannya (tapi ‘halangan’ itu gak berfungsi di browser Firefox :razz:),
- sering membuat berita khusus untuk memblow up hasil polling yang dibikin olehnya (biar orang-orang kepancing kirim sms lagi),
Hari ini (9 Juli 2004), katanya detikcom ultah ke 6 ya!? Baru inget malam ini.. ๐
Spider-Parker: You Know Who!
Hingga Selasa minggu lalu (29 Juni 2004), gw masih gak yakin kalau Spider-Man 2 bakal diputar di Indonesia sesuai jadual rilis internasional. Saat itu tertulis, jadual main Spider-Man 2 di Indonesia adalah 1 Juli 2004 (tadi gw cek lagi di situs yang sama, ternyata udah dikoreksi jadi 30 Juni! Grr.. ๐ :P). Ditambah, pas gw cek di situsnya 21 Cineplex gak ada tanda-tanda kalo film itu bakal main midnite dulu, seperti lazimnya film baru yang mesti melewati jadual midnite dulu baru main regular. Eh, gak tahunya, besoknya pagi-pagi gw diberitahu Mirza kalo filmnya udah main hari itu!!! ๐ฎ Surprised!!! ๐ฏ
Wah, gak nyangka deh film sekelas Spider-Man 2 bisa milih Indonesia sebagai salah satu tempat pemutaran paling pertama bareng negara-negara seperti Amerika, Kanada, Australia, Philipina, dan Singapore. Padahal Jepang aja baru dapat kesempatan mutar film itu 10 Juli besok. Jadi terharu nih.. he he he ๐ฅ ๐
๐
Gw sendiri pengennya nonton hari pertama, tapi baru bisa nonton kemarin… Gw milih nonton di Studio 21, PTC-Supermall yang berada nun jauh di Surabaya Barat sana… Begitu masuk ke lobinya buat beli tiket, wuih… udah penuh dengan antrian! Sambil sedikit kuatir gak dapat tiket, bergabunglah gw dengan antrian itu. Akhirnya, dapat juga tiketnya!!! ๐ Hanya saja, yang posisi duduknya masih lumayan di atas tinggal yang pertunjukan jam 19.45, padahal saat itu masih jam 3-an sore! Gile gak!? Padahal yang mutar film itu ada Studio 1 dan Studio 2! ๐ฏ Puas-puas deh keliling PTC – Supermall bolak balik buat nunggu show yang jam 19.45 itu… ๐
Sementara mengenai filmnya sendiri, asik banget! Meskipun di seri pertama dulu sisi kehidupan pribadi Spider-Man sebagai Peter Parker sudah dibahas, namun rupanya itu masih belum cukup. Sekuelnya kali ini tetap aja mengupas soal itu, bahkan lebih dalam dan cukup mendominasi jalannya cerita sejak film dimulai. It’s ok! Sah-sah aja sih sisi manusiawi seorang superhero dibahas mendalam… Bahkan mungkin hal itu bisa jadi pembeda dengan cerita superhero lain yang jarang-jarang ditampilkan sisi kegagalannya… Jadinya, sah-sah aja kalo tiba-tiba jaring laba-laba yang biasa ditembakkan dari pergelangan tangannya jadi macet gak mau keluar, sehingga sang super hero jadi jatuh terkapar… begitu juga kelincahannya untuk merayap di dinding gedung bertingkat yang ikut lenyap… atau sempat patah hati dengan Mary Jane (yang herannya kenapa masih diperani oleh Kirsten Dust yang kurang sip itu :twisted:) Pokoknya, kali ini sang superhero jadi membumi banget deh… ๐
Walaupun demikian, film ini gak lantas terjebak dengan kesenduan dan nasib malang seorang superhero… Adegan seru ala Spider-Man yang bergelantung dari gedung ke gedung tetap saja masih jadi andalan yang menarik ditonton! Bahkan kali ini bisa dibilang lebih mendebarkan karena kadang-kadang (sengaja dibikin) hampir nabrak sesuatu! Namun dari semua itu, puncak keseruan dan titik utama kisah sekuel kali ini terletak pada adegan duel di atas kereta api antara Spider-Man dan Doc Oct yang dilanjutkan usaha sang superhero yang harus menahan laju kereta api yang remnya blong agar tidak jatuh ke laut ketika sampai di ujung rel yang masih belum selesai! Dan gara-gara adegan pada bagian ini, sambil meminjam istilah dalam kisah Harry Potter, gw jadi terinspirasi asik juga kali ya kalo sekuel kali ini mengusung sub-judul (ini bukan spoiler lho!) Spider-Parker: You Know Who! ๐
Kenapa? Buktikan aja sendiri pas nonton! You will know why… ๐ ๐ 
Steaknya Beda, Sausnya Sama

Akhirnya, Jum’at (2 Juli 2004) kemarin baru bisa nyoba Resto Nine yang berada di jalan langganan banjir, Mayjend Sungkono, Surabaya ๐ Kapan hari sih pas Valentine’s Day mau ke situ, takut banjir. Padahal katanya kalo banjir dan gak bisa datang, duit yang mesti dibayar dimuka itu dianggap batal. Gw agak penasaran sih dengan resto yang berada di daerah Surabaya Barat itu. Pasalnya ada beberapa teman yang bilang makanannya enak-enak, meskipun tergolong mahal… Malah ada teman lain yang bilang kalo di situ harga makanannya gak ada yang di bawah 100 ribu! ๐
Namun, setelah ke sana langsung, sepertinya masalah harga tidak sepenuhnya sesuai apa kata teman-teman gw. Memang cukup banyak sih jenis makanannya yang berharga lebih dari 100 ribuan, namun bukan berarti tidak ada yang di bawah itu lho. Buktinya, Steve’s Favorite Ribs dan Beef Ribs yang gw dan istri pesan pada malam itu berharga di bawah 100 ribu kok. Padahal keduanya itu termasuk menu favorit resto itu! ๐
Soal rasa sih bolehlah. Cukup enaklah, meskipun tidak istimewa banget. Yang bikin gw heran aja, saus yang disajikan di steak yang gw dan istri pesan ternyata sama lho rasanya. Padahal kan satunya pork, satunya lagi beef… Padahal lagi, dari nama menu udah jelas-jelas beda… ๐ Lain halnya kalo satunya Beef Ribs dan satunya lagi Pork Ribs, mungkin bisa gw maklumi… Agak mengecewakan! ๐ Sudah gitu, minuman bernama Splash Nine yang gw pesan juga rasanya mirip sirup, padahal dalam keterangannya disebut kalau ada campuran fruit juice di dalamnya…. Bete dah minumnya.. gak sesuai dengan yang gw bayangkan dan gak sebanding dengan harganya… ๐ก
Continue reading…