2006

Blog Korporat: Keputusan Dilematis

Blog Korporat: Keputusan Dilematis: Mengharapkan perusahaan-perusahaan Indonesia berlomba punya blog korporat? Kayaknya masih jauh deh… Media-media tradisional yang sering muat artikel dan berita soal blog aja rata-rata belum punya blog korporat, termasuk majalah yang memuat artikel Amalia E. Maulana ini… ๐Ÿ™‚

SMS Donasi Indosat

Kemarin malam pas nonton acara musik kolaborasi di SCTV, gw sempat membaca running text yang kira-kira isinya (CMIIW, Bi[G]): Seluruh pendapatan iklan dari acara ini akan dimasukkan ke dalam pundi amal SCTV. Biaya produksi acara ini tidak menggunakan dana yang Anda sumbang.

sms donasi

Jika memang demikian, gw salut sama kebijakan SCTV seperti itu. Tiba-tiba gw jadi teringat dengan iklan Indosat soal SMS Donasi. Di dalam iklan itu disebutkan bahwa pelanggan Mentari, IM3, StarOne, dan Matrix bisa menyumbang Rp 5000 untuk korban gempa di Jogja dan Jawa Tengah dengan cara mengirim SMS ke nomor 5000.

Tersedianya fasilitas menyumbang via SMS seperti itu memang jadi memudahkan pihak penyumbang. Namun dalam iklan itu tertulis juga bahwa “Tarif SMS donasi sebesar Rp. 5500/SMS termasuk ppn.”

Pertama gw pikir itu salah ketik, namun rupanya benar. Sudah gw buktikan dengan nomor MENTARI gw dan memang pulsa jadi berkurang 5500 rupiah! Yang gw permasalahkan bukan 5000 rupiahnya. Kalau itu sih memang niatnya sekalian menyumbang… He he he. Tapi yang masih agak mengganjal, donasi kena PPN juga ya? Padahal di voucher MENTARI 25ribu tertulis “Sudah termasuk PPN 10% (including 10% VAT)”…

Bandingkan dengan fasilitas serupa dari Telkom Grup untuk pelanggannya yang ingin memberikan donasi dengan cara serupa. Ketika mengirim SMS ke nomor 5000 via Telkom Flexi, pulsa gw tidak berkurang lebih dari 5000 rupiah.

Jadi, donasi via SMS yang kena PPN hanya dengan produk ‘punya Indosat’? Membingungkan! ๐Ÿ™„

Sekali Pancasila, Tetap Pancasila

Sekali Pancasila, Tetap Pancasila: Dalam peringatan HUT Ke-61 Pancasila, kita diliputi keprihatinan karena hampir seluruh sila Pancasila belum terwujud. Lihat saja, banyak warga mengalami kesulitan menjalankan ibadah menurut keyakinannya. Sila Kerakyatan atau demokrasi belum dihayati, terbukti banyak kekerasan dan kerusuhan. Demikian tulis Guruh Sukarno Putra. Sepertinya sih memang demikian. Turut prihatin. Oh ya, selamat ulang tahun, Pancasila! ๐Ÿ™‚

Tembakau: Berbahaya dalam Bentuk Apapun

Sehubungan dengan peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2006 yang jatuh pada tanggal 31 Mei 2006, maka kami, penulis blog yang peduli dengan masalah ini, bermaksud untuk:

  1. Memperingatkan kita semua bahwa tembakau BERBAHAYA DALAM BENTUK APAPUN. Rokok, rokok pipa, bidi, kretek, rokok beraroma cengkeh, snus, snuff, rokok tanpa asap, cerutu… semuanya berbahaya.
  2. Memperingatkan kita semua bahwa tembakau dalam jenis, nama, dan rasa apapun sama bahayanya. Tembakau BERBAHAYA DALAM SAMARAN APAPUN. Mild, light, low tar, full flavor, fruit flavored, chocolate flavored, natural, additive-free, organic cigarette, PREPS (Potentially Reduced-Exposure Products), harm-reduced… semuanya berbahaya. Label-label tersebut TIDAK menunjukkan bahwa produk-produk yang dimaksud lebih aman dibandingkan produk lain tanpa label-label tersebut.
  3. Menuntut Pemerintah Republik Indonesia untuk sesegera mungkin meratifikasi WHO Framework Convention on Tobacco Control (WHO FCTC) demi kesehatan penerus bangsa. Indonesia adalah satu-satunya negara di Asia yang belum menandatangani perjanjian Internasional ini.

Internet, 31 Mei 2006

Tertanda,

Benny Chandra

Mahalnya Tarif Toilet di BG Junction

toilet bg junction

Meskipun tetap merasa aneh dengan adanya toilet berbayar di mal atau plaza, tetapi tarif 1000 rupiah untuk sekali masuk ke toilet agak mewah dan 500 rupiah untuk toilet dengan kondisi biasa-biasa saja di pusat belanja seramai dan sekondang Plaza Tunjungan Surabaya mungkin masih bisa sedikit dimaklumi. Tetapi tarif 1000 rupiah untuk toilet standar di pusat belanja baru di mana hanya ada satu tenant yang buka? Sepertinya agak keterlaluan.

Aturan yang diterapkan pusat-pusat belanja di Surabaya soal penggunaan toilet berbayar, kecuali Mal Galaxy dan Supermall PTC, memang mengecewakan. Menyediakan fasilitas toilet bebas pungutan biaya terhadap pengunjung masih tidak dianggap sebagai kewajiban pengelola. Akan tetapi apa yang diterapkan oleh pengelola BG Junction mengenai tarif toiletnya sangatlah mengejutkan sekaligus mengecewakan, mengingat pusat belanja yang disebut-sebut dimiliki investor dari Singapura itu baru akan soft launching opening akhir bulan depan. Melihat kondisi bangunan dan interiornya yang tidak mewah, mahalnya biaya penggunaan toilet di tempat itu semakin tidak bisa dimengerti strategi macam apa yang coba dilakukan. Padahal untuk saat ini tarif parkir di BG Junction, yang sepertinya dipegang sebuah perusahaan perparkiran terkenal, masih belum dikenakan biaya alias gratis… ๐Ÿ˜‰