Beberapa tahun belakangan ini berduyun-duyun sederet artis musik tanah air merilis album repackage, yang rata-rata isinya terdiri dari dua atau tiga lagu baru dan sisanya lagu-lagu lama dari album yang sudah dikeluarkan sebelumnya. Singkatnya, seperti beli album lama bonus lagu baru. Atau beli lagu baru bonus album lama? Ah, kurang lebih begitu deh…
Lihat saja seperti album Repackage Selamat Pagi, Dunia! dari Glenn Fredly, Seribu Tahun Repackage dari Jikustik, Langkah Baru-nya Radja, Repackage Cahaya-nya KD, 20-02 Repackage-nya Audy, Ello – Repackage-nya Ello, dan 1st Repackage-nya Maliq & D’Essential.
Konsep serupa namun dalam versi yang sedikit berbeda bisa ditemukan pada album Iwan Fals In Love-nya Iwan Fals, Ratu & Friends-nya Ratu, Semua Jadi Satu-nya 3 Diva, dan The Best of-nya Cokelat. Keempatnya sama-sama menawarkan hanya 1 hingga 3 lagu baru dan sisanya lagu-lagu lama yang diambil dari beberapa album mereka sebelumnya (kecuali pada album Ratu & Friends yang mengumpulkan lagu-lagu lama dari sederet artis lainnya). Memang ada sedikit perbedaan dengan album yang pure dilabeli repackage, tetapi kan sama-sama hanya menawarkan kurang dari lima lagu baru… 🙂
So, apa sih sebenarnya maksud peluncuran berbagai album repackage itu? Continue reading…