KLa Project dan Dewa di iTunes: Dan juga lagu-lagu dari 58 artis Indonesia bakal ikut dijajakan di iTunes Music Store! Selamat dan MAKAN-MAKAN!โข dong! ๐
2006
Cerita di Balik Perang Teluk versi Seorang Marinir
[rate 2.5]
Film perang tanpa adegan perang baku tembak? Itulah Jarhead, film yang diadaptasi dari buku karya Anthony Swofford berjudul Jarhead: A Marine’s Chronicle of the Gulf War and Other Battles. Jarhead sendiri merupakan istilah slang untuk menyebut anggota marinir.
Memaparkan pengalaman nyata Swofford (diperankan oleh Jake Gyllenhaal) sendiri ketika menjadi anggota marinir, di film ini kita bisa menyaksikan bagaimana kisah dibalik penggemblengan di kamp pelatihan hingga pengiriman para marinir ke medan Perang Teluk Persia yang berlangsung sekitar tahun 1990-1991 dalam Operasi Badai Gurun. Bisa dibilang semuanya tersaji apa adanya, termasuk umbaran kata-kata umpatan sepanjang film yang mungkin bagi sebagian orang bisa terdengar kurang nyaman.
Ya, inilah film yang cocok bagi mereka yang ingin tahu suka duka kehidupan anggota militer sehari-hari baik. Dalam film yang disutradarai Sam Mendes ini, kita bisa mengetahui mulai dari bagaimana bentuk pendoktrian terhadap anggota baru, bagaimana bentuk perploncoan anggota lama terhadap anggota baru, bagaimana pengaruh tugas terhadap urusan dengan pacar atau istri di rumah, bagaimana harus Continue reading…
Pengadaan Situs Sby Rp 84 Juta
Pengadaan Situs Sby Rp 84 Juta: Biaya pengadaaan perangkat untuk PresidenSBY.info 84 juta dan biaya sewa server ke Telkom 28 juta sebulan dianggap tidak mahal? Umumnya, dengan biaya kurang dari 5 juta per bulan sudah bisa menyewa dedicated server dengan spesifikasi server terbaru dan bandwidth melimpah. Bagaimanapun, selamat deh! ๐ Sayangnya situs itu bukan berbentuk blog…
Harga Voucher Mentari di Galeri Indosat
Ketika berbelanja di toko-toko eceran, adalah hal yang biasa menemui sebuah produk yang dijual lebih murah atau lebih mahal dari harga resminya atau harga yang tercantum pada produk itu. Sementara ketika berbelanja di toko atau showroom resminya, biasanya harga yang tercantum adalah harga resmi sesuai yang tercantum, tidak lebih murah atau lebih mahal.
Namun rupanya hal seperti itu tidak berlaku untuk harga voucher pulsa kartu prabayar Mentari dari Indosat. Beberapa hari lalu ketika membeli voucher pulsa Mentari senilai Rp 25.000 di Galeri Indosat cabang Plaza Marina Surabaya, gw diharuskan membayar Rp 26.000! Lebih mahal dari harga jual yang tertera pada voucher!

Sebenarnya yang menjadi masalah bukan perbedaan harga 1000 rupiah itu yang menjadi sorotan gw, apalagi jika dibandingkan dengan harga yang dipatok oleh toko-toko di sekitarnya, harga 26ribu itu memang tergolong lebih murah, tetapi mengingat Galeri Indosat (setahu gw) merupakan gerai resmi dari kelompok Indosat jelas hal tersebut sangat mengherankan! Mengapa gerai resmi bisa menjual voucher lebih mahal dari nilai pulsa itu sendiri? Masalah PPN? Bukankah pada voucher tersebut sudah tertulis dengan jelas bahwa harga tersebut sudah termasuk PPN? Sungguh mengherankan! ๐

Sekedar perbandingan saja, bulan lalu gw membeli voucher untuk nomor XL Bebas di gerai resmi XL, yaitu XL Center cabang Plaza Tunjungan, Surabaya. Saat itu kebetulan gw membeli pulsa senilai 25ribu juga. Menurut penjaganya, yang tersedia untuk nilai pulsa sebesar itu hanya voucher elektronik. Bagi gw tidak masalah, yang penting harganya. Berapa? Dua puluh lima ribu rupiah alias Rp 25.000,- alias sesuai dengan nilai pulsanya sendiri. Tidak kurang dan tidak lebih ๐
Jadi, apa kabar Indosat? ๐
UPDATE (8/10):
Tadi siang (8 Oktober 2009) saya coba beli pulsa di Galeri Indosat ternyata harganya sudah ‘tidak bermasalah’. Harga jualnya sudah sesuai nilai pulsa. Voucher pulsa Rp 10.000,- dijual Rp 10.000,-, begitu juga dengan pulsa Rp 25.000,-.
Gmail for your domain
Gmail for your domain: Fasilitas e-mail ala Gmail dengan menggunakan domain kita sendiri. Yuk daftar untuk mencoba versi betanya! ๐
Nonton Earth Wind & Fire Experience di Surabaya

Dengan tiket gratisan hasil ikut kuis di Hard Rock FM, akhirnya bisa juga nonton konser Earth Wind & Fire Experience di Surabaya pada Senin (6/2) kemarin
Biar gak susah nyari tempat parkir, kurang dari jam 7 malam gw udah berada di Ballroom Shangri-La Hotel, Surabaya, tempat berlangsungnya konser. Meskipun sore itu Surabaya dikepung kemacetan di mana-mana, tapi ternyata jam segitu penonton lain juga sudah mulai berdatangan.
Harusnya pertunjukan berlangsung jam 7 malam, sesuai dengan apa yang tertulis di spanduk-spanduk promosi, tapi kenyataannya tidak demikian. Tanpa band pembuka, gw dan para penonton lain harus bosan menunggu hingga sekitar jam 8 saat personil Earth Wind & Fire Experience satu per satu naik panggung.
Continue reading…