2006

Lika-liku Geisha Mencari Cinta Sejati

[rate 4]
GeishaMenonton film adaptasi dari novel tapi belum baca novelnya merupakan keasyikan tersendiri. Begitu juga ketika menonton film Memoirs of a Geisha yang diangkat dari novel berjudul sama karya Arthur Golden beberapa hari lalu.

Mungkin ada yang menganggap ini hanya alasan dari golongan penggemar film yang malas baca buku. Terserah sih, tapi yang pasti bentuk keasyikan yang ada di depan mata adalah terbebas dari keinginan membanding-bandingkan apa yang ditawarkan dalam film dengan apa yang ada dalam novel. Dengan tanpa terpengaruh isi novelnya, bergulirnya adegan demi adegan film hasil kerja sutradara Rob Marshall dan produser Steven Spielberg ini bisa dinikmati dengan nyaman.

Berawal dari dijualnya Chiyo (Suzuka Ohgo) dan kakaknya Satsu kepada seorang makelar oleh bapak mereka sendiri di saat ibu mereka sedang terbaring sakit di tempat tidur. Tiba di distrik Gion, Chiyo dibeli seorang pemilik rumah geisha bernama Nitta, sementara Satsu dipekerjakan di sebuah tempat pelacuran.

Sejak awal, kehadiran Chiyo langsung menarik perhatian. Tak heran Hatsumomo (Gong Li), seorang geisha senior yang tinggal di tempat yang sama, menjadi sirik karena merasa bakal ada saingan berat. Lantaran ulah Hatsumomo, bukannya disiapkan menjadi seorang geisha, Chiyo malah dijadikan pembantu oleh Nitta, pemilik rumah geisha. Kabar meninggalnya kedua orang tuanya dan kaburnya sang kakak entah ke mana membuat Chiyo sangat sedih dan frustasi.

Di tengah keputusasaannya, ia bertemu dan bercakap-cakap dengan Continue reading…

Penanganan Komplain ala American Grill Surabaya

american grill sbyHari Minggu kemarin (15/01), gw dan istri mencoba makan di gerai cabang American Grill yang baru buka di Tunjungan Plaza 3, Surabaya. Begitu masuk, kasir yang ada di dekat pintu mempersilakan untuk langsung memilih menu. Sambil membolak-balik lembaran menu, gw coba bertanya ke petugas kasirnya mengenai menu favorit. Biasanya di resto-resto ternama pada umumnya ketika kita menanyakan item menu mana yang favorit, kita akan diberitahu item mana yang biasa dipesan pengunjung. Tetapi tidak demikian dengan jawaban dari si petugas kasir. Setelah menunjuk salah satu menu, ia kemudian melanjutkan dengan menunjuk menu-menu lain sambil mengatakan ini enak… itu juga enak. Halah, jawaban basbang nan kampungan! 🙄

Akhirnya gw dan istri memutuskan memesan Boneless Ribs dan BBQ Chicken. Untuk minumnya, kita maunya hanya pesan air mineral saja tetapi pada item “Tea” terbaca kalo ada free refills. Gw konfirmasi ke kasirnya, diiyakan sambil kasirnya menambahkan kalo untuk refill-nya tersedia pilihan teh hangat, es teh, dan lemon tea. Mendengar tawaran begitu, gw jadi tertarik untuk memesan “Tea” yang langsung dicatat oleh kasirnya. Saat itu gw sempat bilang, “Tehnya minta yang dingin.”

Sambil menunggu pesanan steak datang, kita berdua sempat mencicipi salad bar, fruit, dan es krim yang tersedia. Minuman yang kita pesan pun tak lama kemudian datang. Ternyata teh yang disajikan adalah teh celup hangat. Saat itu gw gak langsung protes karena gw pikir gak apa-apalah, toh kalo entar habis gw bisa minta diisi es teh secara gratis, sesuai penjelasan kasir di depan tadi. Tapi ternyata kenyataannya tidak demikian! 😡
Continue reading…