2006

Sekarang Sudah WordPress 2.0

Sebenarnya gw rada malas upgrade ke WordPress 2.0. Jadinya, walaupun versi 2.0 itu udah dirilis sejak akhir tahun lalu namun baru kemarin sore perangkat lunak blog ini gw upgrade. Itupun iseng-iseng, gak serius. Akibatnya, setelah melakukan langkah-langkah sesuai panduan yang tersedia, gw masih harus mengedit dan mengupload kembali beberapa file karena lupa kalo ada beberapa file dari versi sebelumnya yang gw pernah edit seperti file vars.php untuk beberapa emoticon tambahan. Gw harus mengedit file quicktag.js yang sekarang dipasang di folder [wp-includes/js] dan file admin-functions.php di folder [wp-admin] agar button tambahan dan emoticon (pakai plugin wp-grin) bisa muncul di toolbar.

Membandingkannya dengan versi sebelumnya tentu banyak perubahan, terutama tampilan pada bagian admin. Tetapi bagi yang sudah punya akun di WordPress.com harusnya tidak asing lagi dengan segala perubahan itu. Kecuali fitur-fitur tertentu yang masih belum memungkinkan dimunculkan dalam layanan model blog hosted, apa yang ada di bagian admin WordPress 2.0 semuanya hampir sama dengan yang terlihat di bagian admin akun WordPress.com. Jadi, gak perlu skrinsut ya… 😛

Btw, ternyata bentar lagi bakal dirilis versi 2.0.1. Waduh, bakal upgrade lagi dong 🙁

5 Kejadian Terheboh di Dunia Internet Indonesia Tahun Lalu

Sepanjang tahun 2005 lalu cukup banyak kejadian heboh di dunia Internet, termasuk dunia Internet Indonesia. Dari sekian banyak itu, menurut gw, setidaknya ada lima kejadian terheboh di dunia Internet Indonesia. Apa saja?

  1. Pesan Cinta Komunitas Blog Indonesia 2005
    Tidak kurang dari 130 blog ikut memasang pesan yang ditujukan untuk seseorang bernama Roy Suryo yang ‘penuh perhatian’ terhadap blogger Indonesia itu. Jumlah itu belum termasuk dengan yang tersebar melalui milis dan forum. Kegiatan ini merupakan refleksi dari pernyataan-pernyataan Roy Suryo sebelumnya yang berkesan mendiskreditkan Blog sebagai salah satu media masa depan. Sebelumnya, Roy Suryo pada berbagai kesempatan (terutama via surat pembaca di berbagai media cetak) mengatakan bahwa blog hanya merupakan tren sesaat dan hanya bersifat ‘katarsis’.

    Beberapa posting lain dari berbagai blog yang membahas soal ini:

  2. Aksi Prihatin Terhadap Skema Bisnis Anne Ahira
    Aksi prihatin ini dipicu oleh prihatin terhadap model bisnis yang diterapkan oleh Anne Ahira. Banyak blogger yang juga praktisi Internet keberatan bahwa bisnisnya itu diasosiasikan dengan melakukan kegiatan pemasaran di Internet. Marketing yang dilakukan di Internet sebenarnya adalah sesuatu yang baik dan wajar asalkan dilakukan dalam batas-batas etika dan kewajaran. Apalagi nampaknya sejumlah media cetak di Indonesia ikut terbuai dengan skema bisnis Anne Ahira itu sehingga -entah sadar atau tidak- mereka memasang artikel mengenai Anne Ahira dan skema bisnisnya tanpa adanya investigasi yang mendalam sehingga terkesan tidak beda jauh dengan iklan advertorial gratis!

    Beberapa posting lain dari berbagai blog yang membahas soal ini:

  3. Pengalihan Pengelolaan Domain .ID
    Sebelumnya didahului adanya perseteruan antara pihak APJII dan ccTLD. Kemudian berakhir dengan pengalihan pengelolaan domain .id ke Depkominfo. Yang suka ribut-ribut udah puas?

    Beberapa posting lain dari berbagai blog yang membahas soal ini:

  4. KOMPAS versus Penerus E-mail
    Bisa dibilang, tahun 2005 merupakan tahun yang penuh dengan hal memalukan untuk ukuran sebuah media cetak sebesar Kompas. Setelah pada 20 Maret 2005 memuat wawancara dengan Anne Ahira yang isinya tidak beda dengan iklan advertorial, pada 4 Mei 2005 salah seorang wartawan Kompas dengan dukungan penuh dari Kompas menuntut Basuki Suhardiman atas sebuah terusan e-mail di milis internal ITB yang berisi kritikan soal kinerja wartawan Kompas. Suatu tindakan yang berlebihan, karena bukannya mengoreksi diri atas kritikan itu malah terkesan membelokkan persoalan dan mencari ‘kambing hitam’ dari dunia Internet.

    Beberapa posting lain dari berbagai blog yang membahas soal ini:

  5. Blogger, Pemerintah, dan Roy Suryo
    Awalnya adalah sebuah posting dari seorang blogger bernama Herman Saksono yang memasang hasil modifikasinya terhadap foto mesra (yang diduga) Mayangsari dan Bambang Trihatmodjo dengan wajah beberapa orang lain yang cukup dikenal masyarakat, termasuk Presiden SBY dan Roy Suryo. Tak disangka, foto modifikasi itu membuat Herman berurusan dengan aparat kepolisian karena dianggap menghina kepala negara. Yang mengherankan adalah sikap Roy Suryo yang begitu bersemangat (kalau tidak mau disebut berlebihan) dalam menanggapi hal itu. Mulai dari kirim SMS ke pimpinannya Herman hingga bikin jumpa pers segala. Bahkan sambil menyebarkan informasi tidak benar yang cenderung fitnah kepada para wartawan mengenai blogger lain, Priyadi. Padahal Presiden SBY sendiri menanggapi soal foto modifikasi itu dengan tertawa.

    Beberapa posting lain dari berbagai blog yang membahas soal ini: