2008

Airbus A319 ke Gorontalo

Akhirnya, Airbus A319 datang ke Gorontalo. Setelah sempat tertunda sekitar lima hari dari rencana semula, Sabtu kemarin (20/9) pesawat Airbus A319 yang dioperasikan Batavia Air jadi juga terbang ke dan dari Gorontalo. Saya sempat kuatir akan tertunda lagi. Namun kabar via SMS dari adik saya di Gorontalo soal jadi masuknya Airbus A319 menepis kekuatiran saya. Istri saya pun bisa dengan lancar ikut penerbangan hari kedua dari Jakarta pada hari Minggu pagi kemarin.

Masuknya Airbus A319 ke Gorontalo menjadi menarik karena selama beberapa tahun belakangan ini, setahu saya, jenis pesawat yang rutin mendarat di kota yang sudah menjadi provinsi itu rata-rata tergolong generasi lama. Sebut saja seperti Boeing 737-200, Boeing 737-300, MD-82, dan MD-90. Apalagi, menurut catatan Airfleets.net, pesawat Airbus A319 itu baru beroperasi mulai 2006. Bandingkan dengan keempat jenis pesawat lain tadi yang rata-rata umurnya sudah di atas 20 tahun, kecuali MD-90 sekitar 10 tahunan (berdasarkan catatan Airfleets.net).
Continue reading…

270+ Tools for Running a Business Online

270+ Tools for Running a Business Online: Wow, panjang sekali daftarnya. Ada layanan online berkaitan dengan billing, skedul, diagram, collaboration, konferensi, presentasi, jejaring, CRM, employee management, project management, time management, dan lain-lain. Ada yang gratis, ada juga yang berbiaya murah. Lengkap deh pokoknya. Kudu dicicil untuk dikunjungi satu per satu… 🙂

Jam Buka Tempat Makan di Bandara Internasional

Selama ini saya mengira di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta yang kesibukan jadwal penerbangannya bisa dibilang hampir 24 jam, tempat-tempat makan yang ada di dalamnya buka terus sepanjang masih ada jadwal penerbangan yang tersisa. Setidaknya, tempat-tempat makan yang ada di dalam gedung bandara atau minimal airport lounge-nya ada yang buka terus sepanjang hari. Ternyata perkiraan saya salah. 😯
Continue reading…

“Rubah” dan “Fikir” dalam Lagu Indonesia

“Rubah” dan “Fikir” dalam Lagu Indonesia: Tentunya ini bukan soal rubah api, tapi soal penggunaan kata-kata yang tergolong tidak baku dalam lirik lagu-lagu Indonesia. Cukup banyak lho lagu Indonesia yang liriknya mengandung kata-kata seperti “merubah”, “berfikir”, dan “terfikirkan”. Entah apa alasannya tidak mau menggunakan kata “mengubah”, “berpikir”, dan “terpikirkan”. Ada hubungannya dengan ‘hoki’ dari lagu yang bersangkutan? Ah, yang benar? 🙂