2009

Antara Transformers, Megan Fox, dan Terminator

transformers 2

Transformeganator. Itulah kata yang muncul setelah menonton Transformers: Revenge of the Fallen. Kenapa begitu?

Mungkin karena kemunculannya di film Transformers (2007) mendapat sambutan luar biasa, maka kali ini tokoh Mikaela Banes (Megan Fox) diberi porsi yang jauh lebih besar. Saking besarnya porsi yang diberikan kepadanya, sosok seksi cewek kelahiran 16 Mei 1986 itu seperti menghantui penonton dalam hampir setiap adegan di film ini. Bahkan dalam beberapa adegan, Mikaela terlihat lebih mendominasi ketimbang sosok Sam Witwicky (Shia LaBeouf) dan Optimus Prime (disuarakan oleh Peter Cullen).

Di satu sisi, tentunya semua setuju kalau bertambah besarnya porsi kehadiran Megan Fox sangat menyenangkan dan menyegarkan, namun di sisi lain sebenarnya hal itu jadi terasa agak berlebihan untuk sebuah film tentang robot. Dalam beberapa adegan, kehadirannya terasa agak dipaksakan hanya sekedar mengekspos tubuh seksinya. Lihat saja adegan Sam pamitan ke Bubble Bee untuk kuliah, ada adegan Mikaela menyelinap ke luar untuk ganti pakaian dengan baju yang lebih seksi sambil menyiapkan bunga untuk diberikan kepada Sam. Kenapa harus ganti baju dan bawa bunga segala?
Continue reading…

Semua Gara-gara Facebook

facebookKemarin siang ketika mengecek akun e-mail, saya menjumpai puluhan e-mail pemberitahuan soal siapa-siapa yang telah menulis di wall akun Facebook saya. Agak kaget juga sih melihat rombongan email sebanyak itu hanya menyangkut soal coretan di ‘tembok’. Tidak biasanya wall saya di Facebook tiba-tiba diserbu kayak begitu. Sempat curiga, jangan-jangan ada serangan spam.

Setelah ditengok, ternyata itu adalah ulah teman-teman saya yang beramai-ramai menulis ucapan selamat dalam berbagai versi mereka. Thanks! ๐Ÿ™‚

Menerima ucapan selamat via layanan social networking. Ini juga sesuatu yang tidak biasa bagi saya. Dengan daftar teman-teman yang hampir sama, sejauh yang saya ingat, saya tidak pernah menerima rombongan ucapan selamat semacam itu via situs jaringan pertemanan sosial lainnya yang sempat sangat ngetop di Indonesia.

Jadi, saya pikir sebenarnya semua itu gara-gara Facebook. Kenapa begitu?
Continue reading…

Ini Soal Marcus Wright, bukan John Connor

tiket-terminatorsalv

Setelah Terminator 3: Rise of the Machines di tahun 2003, rupanya butuh waktu cukup lama untuk memunculkan seri terbaru Terminator ke pasaran.

Sekilas, agak membingungkan kalau harus menentukan apakah Terminator Salvation ini adalah sekuel atau prekuel. Memang, berbeda dengan tiga film sebelumnya, sebagian besar adegan dalam seri Terminator kali ini berlatar suasana masa depan. Namun di sisi lain, film ini juga memunculkan versi remaja dari Kyle Reese (Anton Yelchin), yang notabene adalah calon bokapnya John Connor (Christian Bale) di The Terminator (1994).

Bagi yang sudah agak lupa dengan cerita di film-film Terminator sebelumnya, khususnya The Terminator, akan lebih bingung lagi. Apalagi tidak ada cuplikan adegan-adegan dari film terdahulu sebagai pengingat.
Continue reading…

Warna-Warni Urban Jazz Crossover 2009 di Surabaya

Minggu lalu saya menonton eh meliput konser Dji Sam Soe Urban Jazz Crossover 2009 yang diadakan di ballroom Empire Palace, Surabaya. Sebuah konser yang lumayan menghibur, apalagi untuk ukuran Surabaya yang jarang ada konser besar. Menyenangkan. ๐Ÿ™‚

Yang bikin tambah happy adalah pada saat itu saya bisa memotret sepanjang pertunjukan di dekat panggung, meskipun butuh perjuangan juga bergerak secara bertahap dari belakang ke depan. ๐Ÿ™‚

Nah, dari sekian banyak foto yang saya hasilkan malam itu, berikut ini beberapa foto yang menjadi favorit saya saat menyaksikan pertunjukan bertabur artis musik kondang asal Indonesia (dan juga Filipina) itu.

Bagaimana menurut kamu? ๐Ÿ™‚

LALA:

Lala

Continue reading…

Bebaskan Prita Mulyasari!

Bebaskan Prita Mulyasari!: Masak hanya karena mengeluh via surat elektronik soal layanan kurang baik dari sebuah rumah sakit, seorang ibu rumah tangga justru malah digugat oleh pihak rumah sakit tersebut dan bahkan harus langsung ditahan? Jangan biarkan hal yang tidak lucu itu terus berlanjut di negeri kita ini. Mari dukung Prita Mulyasari untuk mendapatkan kebebasan dan keadilan sebagai pihak konsumen yang dirugikan!