Wartawan Kompas Tuntut ‘Si Penerus E-mail’: Cara terbaru media itu menghadapi kritik: tekan dan ancam pihak yang meneruskan e-mail (forward) ke milis internal kampus! Cara yang memprihatinkan! Kalo mau usut tuntas, kenapa gak sekalian mencari siapa yang meneruskan isi e-mail dari milis itu ke media-media tertentu dan menuntut pihak media yang pertama kali memblow up (baca: manas-manasi) soal itu? Dan tertawa terbahak-bahaklah mereka yang berhasil membuat Kompas terpancing emosinya…
Benny Chandra is a blogger, photographer, web designer, and freelance journalist. Living in Surabaya, East Java, Indonesia. More »
dodol:
Ya sabar toh mas. Mungkin dengan menuntut ini juga akan diselidiki siapa penulis email itu. Harusnya ini menjadi bagian dari proses di atas. Kan tidak perlu disebutkan dengan detail apa saja yang dituntut.
Priyadi‘s Place » Blog Archive » Kompas dan Internet:
[...] ompas Bukan Lagi Penunjuk Arah oleh Syahrani Rahim The Decline of Kompas oleh Eko Juniarto Wartawan Kompas Tuntut ‘Si Penerus E-mail’
47 [...]
Benny Chandra dot com » 5 Kejadian Terheboh di Dunia Internet Indonesia Tahun Lalu:
[...] KOMPAS versus Penerus E-mail Bisa dibilang, tahun 2005 merupakan tahun yang penuh dengan hal memalukan untuk ukuran sebuah media cetak sebesar Kompas. Setelah pada 20 Maret 2005 memuat wawancara dengan Anne Ahira yang isinya tidak beda dengan iklan advertorial, pada 4 Mei 2005 salah seorang wartawan Kompas dengan dukungan penuh dari Kompas menuntut Basuki Suhardiman atas sebuah terusan e-mail di milis internal ITB yang berisi kritikan soal kinerja wartawan Kompas. Suatu tindakan yang berlebihan, karena bukannya mengoreksi diri atas kritikan itu malah terkesan membelokkan persoalan dan mencari ‘kambing hitam’ dari dunia Internet. [...]