Menelusuri Misteri Cawan Suci Hingga Menit Terakhir

the da vinci code

Film yang diangkat dari novel selalu punya dua macam penonton, yang sudah membaca novelnya dan yang belum. Begitu juga dengan film The Da Vinci Code arahan Ron Howard yang diangkat dari novel karangan Dan Brown berjudul sama. Bagi sebagian kalangan penikmat film, membaca bukunya terlebih dahulu mungkin menjadi modal penting sebelum menonton. Sebaliknya ada juga yang beranggapan justru merupakan keasikan tersendiri menyaksikan film yang dibuat berdasarkan sebuah novel tanpa harus membacanya sebelumnya. Setidaknya bisa lebih konsentrasi, lebih menikmati kejutan-kejutan yang mungkin ada, dan tidak perlu membanding-bandingkan antara isi novel dan yang ada di layar :)

Nah, khusus bagi belum membaca bukunya, ada dua hal yang perlu diperhatikan saat menonton film produksi Columbia Pictures dan Imagine Entertainment ini. Apa saja? Pertama, pastikan punya kemampuan lumayan menangkap percakapan dalam Bahasa Inggris karena cukup banyak bagian dari film ini, terutama bagian yang mungkin dianggap cukup sensitif bagi kalangan tertentu, tidak dilengkapi teks berbahasa Indonesia. Kedua, tetaplah tenang di tempat duduk hingga film berakhir. Jangan terburu-buru beranjak walaupun durasinya memang cukup panjang, 2 jam 29 menit.

Film yang dianggap penuh kontroversi ini berkisah soal Profesor Simbologi Robert Langdon (Tom Hanks) yang tiba-tiba harus berurusan dengan polisi lantaran kematian Jacques Saunière (Jean-Pierre Marielle) di Museum Louvre meninggalkan pesan misterius yang mengarah kepadanya. Oleh Sophie Neveu (Audrey Tautou) yang mengaku sebagai staf ahli kriptografi pemerintah Perancis, Langdon diajak kabur dari pengawasan aparat kepolisian Perancis Bezu Fache (Jean Reno) yang sejak awal sudah berniat menangkapnya. Berbekal petunjuk peninggalan Saunière berbentuk anagram yang mengarah ke sejumlah lukisan karya Leonardo Da Vinci, Langdon dan Neveu bukan saja menemukan jejak sang pembunuh tetapi juga misteri Cawan Suci (The Holy Grail). Bahkan seiring dengan itu, mereka pun mendapatkan fakta lain menghebohkan menyangkut sejarah tokoh agama tertentu yang bertentangan dengan apa yang diketahui masyarakat selama ini. Termasuk siapa sebenarnya Saunière yang juga selama ini dianggap Neveu sebagai kakeknya.

Mereka harus berlomba dengan kelompok yang menjadi dalang pembunuhan Saunière yang sama-sama menginginkan rahasia Cawan Suci. Dari kotak deposit yang tersimpan di bank, Langdon mendapatkan sebuah benda bernama cryptex. Criptex adalah tabung berisi petunjuk lokasi Cawan Suci berada yang untuk membukanya memerlukan kata sandi yang tepat. Usaha memecahkan kata rahasia yang terdiri dari lima huruf itu membawa mereka pada teman Langdon yang seorang pakar sejarah, Sir Leigh Teabing (Ian McKellen). Dan mulailah bagian agak membosankan dari film ini saat di mana Leigh bercerita panjang lebar mengenai fakta tersembunyi yang diketahuinya soal sejarah kehidupan tokoh agama tertentu dan hubungannya dengan misteri Cawan Suci. Memang sih adegan penuturan dari Leigh tersebut cukup informatif, terutama bagi yang belum baca novelnya, tetapi tetap aja bikin rada bosan.

Untunglah kebosanan itu segera ‘terganggu’ berkat kehadiran Silas (Paul Bettany), orang yang membunuh Saunière, di antara mereka. Sudah begitu, pengepungan oleh aparat kepolisian membuat mereka harus segera kabur menggunakan pesawat terbang menuju London. Dengan memerhatikan benda yang tidak terdapat pada patung Sir Isaac Newton, Langdon berhasil memecahkan kata sandi cryptex meskipun sebelumnya diwarnai dengan salah lokasi dan pengkhianatan. Apakah dengan demikian misteri keberadaan Cawan Suci langsung terungkap saat itu juga? Apakah Langdon dan Neveu akan terlibat kisah romantis? Kan tadi udah dibilangin untuk nonton sampai selesai…

Bagi yang sudah tahu jalan ceritanya dari membaca buku, tentu yang lebih menarik untuk disimak adalah bagaimana penampilan Tom Hanks dalam memerankan karakter Robert Langdon. Meskipun sempat diragukan, akting Hanks di film ini cukup bagus dan meyakinkan kok. Begitu juga dengan Ian McKellen, pemeran Magneto di film X-Men dan Gandalf di The Lord of the Rings. Sayangnya Jean Reno yang biasanya bermain bagus entah mengapa kali ini hadir kurang mengesankan sebagai Fache. Kesan yang sama juga tampak pada Audrey Tautou.

Adapun hal yang mengganggu kenyamanan menonton film ini adalah soal pengaturan warna yang cenderung pucat dan kurang kontras sehingga kesan dramatis kurang begitu tampak. Penuturan Neveu di salah satu bagian akhir film yang mengatakan masih tidak tahu penyebab kematian orang tuanya juga menjadi sesuatu yang agak mengganjal. Karena sebelumnya saat bersembunyi bersama Langdon dalam mobil bank, dengan gamblangnya ia bisa bercerita soal kejadian yang menewaskan seluruh keluarganya, hanya dia yang selamat. Cukup mengherankan bagi penonton yang belum membaca buku ke-4 dari Dan Brown itu.

Yang pasti, reaksi tidak berlebihan dari penganut agama tertentu di Indonesia yang sejarah agamanya menjadi topik pembahasan dalam film ini perlu mendapat penghargaan. Tidak ada protes dan usaha serius melarang pemutaran film ini, apalagi pakai kekerasan. Paling hanya adanya pembatasan teks terjemahan saja. Tidak tahu apa jadinya bila penganut agama yang sejarahnya dibahas dalam film ini termasuk orang-orang yang gampang naik darah…

Baca juga:

40 Responses to Menelusuri Misteri Cawan Suci Hingga Menit Terakhir

  1. gw jujur aja katolik .. tapi gw kecewa sama vatikan karena melarang buku dan film ini beredar di sana ….
    misalnya jika vatikan memang merasa da vinci code adalah fiktif, gw rasa cukup dengan membantahnya secara elegan (bukti-bukti dsb) bukan dengan cara seperti itu.

  2. Dedhi:

    #1 mungkin perlu baca juga buku “Gemini Contenders” dari Robert Ludlum http://en.wikipedia.org/wiki/The_Gemini_Contenders
    Tentu saja fiksi.

    Tapi untuk yg tidak fiksi dan dibahas secara serius, ikuti tayangan National Geographics, seri Mysteries of the Bible, ada 5 filem. Salah satu dari itu adalah Gospel of Judas. Makin jadi tahu bahwa background Vatican memang tidak sepenuhnya “suci”

  3. mau tau knapa gak ada protes berlebihan? soalnya umat Kristiani gak punya yg namanya laskar laskaran..jihad jihadan.. dan sekelompok2 orang yg suka berbuat seenak jidat…

  4. LIhat review di mana-mana jadi males nonton:D.

    btw : banyak spam di komentar yah?
    *lirik Komentar Terbaru*

  5. Ben:

    #4, yoih… spam sux!

  6. arie:

    ihihih
    iya bener juga ..gak ada apa belom ada ya laskar laskaran …tapi semoga jangan deh..jangan bikin laskar laskaran ..entar kayak laskar jihad seenak udel indonesia

  7. #1 [johan]: kebijakan Vatican memang beda.
    Hindari adu bukti sejarah
    (yang juga masih bisa didebatkan),
    tapi bahas filosofis.
    Pernah baca kanonisasi (canonicae)?

  8. Jay:

    #3 dan #6: Laskar-laskaran itu kan cuma separatis, bukan agama punya laskar, tapi laskar-laskaran tersebut yang self-claimed sebagai bagian dari agama.

    Sama seperti jihad sering dipropagandakan sesuatu yang buruk. Propaganda adalah bagian dari konspirasi, pelan-pelan hingga di bawah sadar menjadi paradigma ke orang-orang, bahkan diyakini menjadi kebenaran.

  9. #7 markumlah ABG, mungkin pemahaman yang kurang akan suatu kata/makna menjadikan pemahaman orang jadi begitu itu dan itulah pemaknaan tersebut menurut mereka.

  10. Q:

    lho ben, kok gak ketemu ???
    guwa juga di tp jam 19

  11. dien:

    gile….gua nilai 8 of 10…bagus banget…tomhanks and pemain cewenya amazing, persis kayak di novel. gua sih gak catholic, tapi kayaknya kalo denger2 dari sejarah di rome, catholic sadis juga yah…tapi bukan agamanya kali, tapi orang2 nya yang semuanya diatasnamakan catholic. untung filmnya nyindir catholic, kalo agama laen yang di sindir, bisa2 perang lagi, bom lagi, teror lagi….kan agama catholic kristen orang2nya lebih terpelajar

  12. Ben:

    #10, studio Tunjungan 1 juga? Jangan-jangan studio Tunjungan 4?

  13. duh, gw udah komen tentang ini neh di blog lain…
    disini cuma pengen numpang berkata-kata aja… *halah*

  14. #7 kalau melarang peredaran, khan rasa-rasanya sama saja ketakutan? tindakan nggak dewasa?

    Kanosiasi? kitab hukum kanonik gitu maksudnya? tau donk .. khan ca-mer gue mantan calon pastur .. hwauhwa

  15. emank sih …… kalo seseorg yang gak tebal imannya pasti percaya ama novel n film ini apa lagi yang di national geographi nya itu…..

    Makanya sebagai seorang Nasrani kita harus pertebal iman kita n percanya klo Jesus adalah Tuhan juga Juru Slamat kita

  16. Jovanovsky:

    #2 dimana gue bisa dapet national geographics secret of the bible ?? Gue juga non katolic .. tapi SMP dan SMA tamat di sekolah katolic, kayaknya itu film wajar aja dech

  17. lanang:

    alur critanya sih ok bangat , tapi kog tdk didukung fakta lokasi yg ada. hanya coba-coba menafsirkan hakekat dari Cawab Suci yang misteri itu dengan kode-kode tertentu. kalau gw pribadi sih itu hanya ulah sang penulis supaya di akui.

  18. Pingback: Nggedabrus » Blog Archive » Da Vinci Kemlinthi

  19. astaganaga:

    hei, semua itu cuman fiksi ilmiah khan… itu kata2 temen gw pas gw bawa dvd tuh film. pernah juga gw bawa novelnya Nikoz Kazanstankiz yang juga dibuat film “last tempatation of the Christ” dia juga bilang eh tuh kan fiksi aja, dari renungan nya si Nikoz..
    berikutnya gw bawa DVD yang dipublish sama BBC, judulnya SON OF GOD, memuat penelitian dan wawancara serta gambaran mengenai siapa sebenarnya mesias, habis nonton sekitar 1 jam dia kemudia bilang NAH INI BARU ILMIAH, ….. padahal Dan Brown bikin tuh novel berdasarkan berbaai sumber alah satunya yang gw sebut tadi… sayangnya dinovelnya tidak diceritakan siapa yang nemu tuh Grail, padahal meneurut legenda yg berhasil menemukan cawan milik Yesus adalah Sir Galalhad di Ngarai Bulan Sabit

  20. anest:

    G rs tu cerita ada benernya, krn manusia tanpa ada pasangan (pria &wanita)pasti akan musnah.G seorang katholik, kl g liat dr novelnya byk jg hal2 yg sesuai (fakta) Yg pernah terjadi. So g percaya 60 persen novel itu. Tp iman g tetap sm Yesus & g 30 persen pastor hanya mewakili kita sbg manusia kpd tuhan, selebihnya (pastor)utk dirinya sendiri dan kaumnya.

  21. haxian net:

    Mm…. gw pengen kasih pendapat tapi sedikit aja yah !Gw nich katholik and gw pernah sekolah di sekolah menari menegah , kalo Nurut Gw Dan Brown itu tidak hanya untuk sekedar mencari sensasi tetapi ketenaran dan uang, yah itu lah sosok dan brown , Dalam buku itu Dia tidak menceritakan sosok yesus tetapi dengan menulis buku itu dia telah show up bahwa dia itu anti kristus sejati ! Pertebal keimanan bahwa yesus itu sang juru selamat !! Pemikiran sains dan agama tidak bisa berjalan seiringan pasti berseberangan ! so jgn coba coba berpikiran ilmu pasti untuk tuhan karena kamu akan di sesatkan! pemikiran kita jauh di batas pemikiran dan rencana tuhan. ok brow !

  22. art_lover:

    DVC cm alat yg dipake iblis untuk bikin ank@ Tuhan imannya jadi goyah…
    semua yg ad di film itu cm fiktif n gx masuk akal.
    Bwt yg udh nonton tetep jg imanmu kpd Tuhan cz cm yg setia aj yg bkl msk surga….
    Bwt yg blm nonton mndngn gx ush nonton.gw aj nyesek nontonnya..
    GBY all.

  23. Judas:

    Mungkinkah Pihak gereja tdk bisa berkomentar karena terheran heran akan kebenaran ceritanya ?
    Kalau memang salah, beranikah beradu argumen ? Laskar jihad sama jeleknya dg laskar Kristen di ambon atau militan hindu di India ,Betul ? apapun yg radikal adalah picik

  24. Jehuda:

    Novel “The Da Vinci Code” menyengat para teolog Kristen. Fakta-fakta yang membongkar dasar-dasar kepercayaan Kristen yang bertahan selama 2000 tahun. Ini Fakta yang dibalut fiksi, sadarlah bung! jangan membabibuta, gunakan akal yang diberikan Tuhan

  25. anton retyawan:

    saya suka ma ni film.menurut saya mungkin ni benar2 terjadi.tapi saya masih penasaran ma landon.g mana caranya buka CRPTEX

  26. kulkid:

    klo mau nambah kebenaran di diri kita.kita wajib mencari kebenaran itu sendiri. jangan asal bilang “gue Imani itui,ini” ingat ketidaktahuan membuat kita buta akan segala masalah.

  27. itu hanya film,kan???????????. bener gax ya mang gua pikirin………,yang jelas gua suka n lagi,klo sampe tu betul, yang salah bukan umat2 katolik sekarang, but para pendahulu kita………..

  28. rasmo:

    vatican..pasti tau lah…klo film davinci code “hampir”..mendekati kebenaran…..klo vatican menggugat,vatican bakal banyak kehilangan ummatnya….

  29. abouyaharban:

    kalau memang merasa ada yang salah dengan para pendahulunya, so, mengapa tidak cek dan ricek lagi tentang keyakinan itu. yang tidak bisa dinalar dengan akal itu adalah sifat atau dzat2 tuhan tapi kalau sejarah masih bisa kok, yang penting kita mau aja, dan kalau memang nanti ada orang yang telah meneliti tentang sejarah ‘itu’, secara rasional dan masuk akal dan hati kecil kita membenarkannya kita terima saja. semuanya berpulang kepada keputusan diri kita masing-masing kok………………..peace!

  30. end:

    hm…
    terlepas dari masalah religi,menurut gue the davnci code cukup menarik untuk mengasah otak,dan gue berfikir ada sau kejanggalan di pelem ntu.
    1.kenapa sauniere yg lagi skarat saat itu gak langsung menuliskan tentang biarawan sion dan holy grail dalam bentuk kode?kenapa harus membuatnya muter2 dulu?

    balik lagi,terlepas dari masalah agama,menurut gue,itu ga hanya sekedar fiksi.dan lagi keren banget.
    tapi,guys,ada yg bisa jelasin ke gue ga,kenapa ntu pelem bisa nyerembet ke sir issac newton?

    email= adeind_cumi@yahoo.co.id

  31. budi:

    ya kalo gk muter2.. felemnya gak seru..
    hmm.. menurut gw..

    emang bener,smua tempat yang terkenal suci.. belum tentu di belakangnya suci juga..
    apalagi,orang2 sekarang sering memakai nama agama untuk melakukan sesuatu yg buruk,jadinya tambah buruk deh nama agama..

  32. Rini:

    Coba jawab pertanyaan ‘End’ tanggal 2 Januari.
    Kenapa bisa nyerembet ke Sir ISsac Newton?
    Versi bukunya (lepas dari fiksi atau ga fiksi), Sir Issac Newton adalah anggota Senechaux. Senechaux adl. anggota Biarawan Sion tertinggi yang menjaga rahasia keberadaan Cawan Suci.
    Jadi beralasan kalo Jacques Saunierre memasang kata “APPLE” pada cryptex-nya, karena mungkin di ceritakan di situ Saunierre mengagumi Newton atau memang semata-mata ingin memberi tau pada Sophie bahwa Newton adalah Biarawan Sion.
    Gelar Sir yang diberikan kepada orang2 Inggris katanya juga menunjukkan bahwa yang diberi gelar merupakan anggota Ksatria Templar, yang dikamuflasekan oleh pemaknaan bahwa Sir adl. gelar kebangsawanan. Mungkin termasuk juga Sir Alex Ferguson, Sir Elton John, n Sir Maridjan…….
    The daVinci Code memang cerita fiksi, siapa juga yang dapat menjamin Leonardo daVinci adl. benar2 anggota mahaguru Biarawan Sion.
    Tapi Leonardo daVinci benar2 seorang seniman dan dokter yang handal. Jika memang terdapat arti terselubung pada semua lukisannya, sungguh sangat cerdas.

  33. re:

    terang aja kagak marah emang dah ketauan boongnya

  34. Pingback: Misteri Sederhana untuk Profesor Langdon » Benny Chandra dot com

  35. gema:

    klo mnurt q,
    rhasia itu harus di buka,
    walaupun entar2 nya rahasia itu ngaruh apa enggak sama hdp kita,
    tpi it cman pendapat ku doank lho…
    heghegheg

  36. Pingback: Misteri Sederhana untuk Profesor Langdon | Sembarang.com

  37. Nice info gan…… saya memang suka film-nya

  38. sebelumnya saya mohon maaf telah berkomen ditempat ini.. jika anda tidak berkenan lapor aja ke pihak berwenang…
    mencoba membedah misteri cawan suci dari segi perrumpamaan…

    konon katanya cawan suci adalah sebuah cawan yg digunakan yesus pada perjamuan malam terakhir sebelum ia ditangkap oleh tentara romawi. berangkat dari kata perjamuan maka pada zaman romawi perjamuan itu identik dengan alkohol atau bersenang-senang dengan meminum minuman keras. jika halnya demikian, apakah yesus minum munuman keras? dan jika yesus minum minuman keras apakah dia orang suci? dan apakah cawan yang digunakan itu suci pula? bukankah dalam injil minuman beralkohol atau minuman keras itu haram? dan bukankah kata haram itu simbol dari ketidak sucian manusia?

    berangkat dari pertanyaan- pertanyan diatas maka saya mencobah membedah misteri cawan suci ini dengan teori perumpamaan atau khiasan. dimana teori ini beranggapan bahwa suatu benda dijadikan suatu simbol-simbol sebagai bahasa ataupun siafat manusia atau rupa manusia. dengan teori ini saya berkesimpulan bahwa cawan suci ini adalah sebuah khiasan atau simbol. kenapa saya berkata demikian halnya??
    ## cawan
    @dari segi bentuk cawan ini bentuknya seperti huruf “Y” yang punya garis datar diwahnya.
    @dari segi fungsi cawan ini berfungsi sebagai penampung air atau penyimpan air.
    ## suci
    dimana kata suci ini merupakan bentuk lain dari tidak bernodah atau bersihputih.

    jika halnya demikian maka cawan suci adalah sebuah tempat penampung air yg tidak bernodah. dari segi bentuk dan fungsi cawan tersebut maka saya berkesimpulan bahwa cawan itu khiasan dari seorang wanita. dimana wanita tersebut adalah wanita yg suci yg tidak ternoda oleh dosa. bukankah bentuk vaginanya perempuan berbentuk “Y” bergaris bawah.
    pertanyaannya adakah wanita pada perjamuan tersebut? dala cerita yg berkembang bahwa pada perjamuan tersebut ada sorang wanita yg bernama madgalena yg berada disamping yesus. ada juga yg menyebutnya sebagai kekasih yesus atau teman wanita yesus.

    maka jelaslah bahwa cawan suci itu adalah sang perawan bernama madgalena yg menjamu yesus, seperti yg terlihat dalam lukisan leonardo davinci.

    thanks..

Speak Your Mind

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>