Siasat Menangkis Gendam: Belakangan sih sudah jarang terdengar orang yang menjadi korban gendam. Tapi, buat jaga-jaga, mungkin cara ini bisa bermanfaat…
2004
Voucher Zigazaga
Kemarin sore, tiba-tiba Lucky nawarin voucher makan di Zigazaga! π― Tumben!
Ternyata karena masa berlaku voucher itu terakhir kemarin dan dia gak bisa pake karena lembur… hi hi hi π
Akhirnya, setelah ngambil voucher di kantornya (tepatnya di lobi), gw bareng istri cabut ke Zigazaga. (Oh ya, gw juga ‘dibonusin’ voucher diskonnya Lee Cooper, tapi akhirnya gak gw pake…) Di sana kita pesan escargot with mushroom, wedges potato, dan pizza quatro. Minumnya milih kiwi smoothies dan lime squash
Escargotnya enak lho! π Yang lainnya sih biasa. Malah pizzanya banyak paprika yang kita gak suka! π Terpaksa deh, pizza itu kita berdua bersihin dulu dari potongan-potongan paprika baru deh dimakan… π
Tau gak, pas mo bayar, untuk semua itu kita cukup keluar duit gak sampe 28 ribu!
Aslinya sih sekitar 90 ribuan gitu, trus dipotong voucher tadi. Eh, ternyata masih ditambah diskon 20% pula… lagi ada promo!
Asiiik deh! π
Thanks ya Ky! π *pasang tampang manis biar dapat limpahan voucher lagi* π
Asian Heroes 2004
Asian Heroes 2004: Pilih siapa? Sayang, kandidatnya gak ada yang dari Indonesia… Kekurangan pahlawan? ups…
Praktisi, Pemerhati, Pengamat, Pakar
Semalam ketika diajak ngobrol selama 2 jam soal “Browser” di “Don’t Miss IT”-nya 104.7 SCFM Surabaya bareng Rezi CCI, oleh penyiar SCFM (Sonny), gw diperkenalkan sebagai praktisi IT 
Bicara soal disebut sebagai praktisi IT, gw rasa sebutan itu terasa lebih pantas dan tidak berlebihan ketimbang sebutan macam pemerhati, pengamat, apalagi pakar berbau IT! (hi!) Belum lagi kalau ketiga sebutan itu masih ditambah embel-embel telematika-lah, multimedia-lah, komputer-lah, dan sebagainya. Rasanya menggelikan gitu loh! π π
Praktisi IT bisalah diartikan sebagai mereka yang sehari-hari menekuni pekerjaan dalam lingkungan IT. Sementara sebutan pemerhati, pengamat, dan pakar IT? Nampaknya saat ini sudah menjadi gak jelas lantaran berbagai media dengan gampangnya mengiyakan orang-orang yang menyebut dirinya sebagai pemerhati dan pengamat, tanpa melihat sepak terjang orang yang bersangkutan sebelumnya. Bahkan lebih parah lagi, editor sejumlah media cetak terkenal di Indonesia (termasuk KOMPAS!) juga dengan polosnya menyematkan gelar itu terhadap orang-orang tertentu yang sebenarnya tingkat keahlian dan kepintarannya belum memadai, namun pintar membuat sensasi! π
Ehm, kalo sudah begitu, hari gini masih banggakah disebut pakar? Gw sih gak. π Secara gw juga emang bukan pakar gitu loh.. ha ha ha… π π
Kalaupun pas tampil di sebuah acara yang berhubungan dengan IT, mending gw tetap pilih disebut sebagai praktisi IT deh.
Gimana dengan loe? Atau ada sebutan lain yang lebih elegan? π 
Menilai Airlines Dari Menu Makanannya
Menilai Airlines Dari Menu Makanannya: kumpulan foto-foto menu makanan dari berbagai maskapai penerbangan di dunia, lengkap dengan angka penilaiannya! Dari Indonesia ada Garuda, Merpati, Bouraq, Mandala, Lion Air, dan Star Air. Mana yang menunya paling seru?!