Benny Chandra dot com

blogging without tagline since 2001

Dave Koz & Patti Austin

@ Java Jazz Festival, Jakarta.

Nathan King (Level 42)

@ Level 42 Indonesian Tour, Surabaya.

Jamie Cullum

@ Java Jazz Festival, Jakarta.

Archive for 2004

Mudik!

Thursday
Dec 23,2004

Besok gw bersama istri bakal cabut ke Gorontalo. Baliknya tanggal 2 Januari 2005. :mrgreen: Ngapain? Mudik alias pulang kampung! Udah lebih dari 3 tahun gw blon pulang ke Gorontalo… :mrgreen:
Gak tau di sana bisa ngeblog gak :roll: Bisapun, mungkin kudu ke warnet :sad: Dulu, warnet-warnet di sana pakai Wasantara. Kalo sekarang, mungkin mereka pakai Olami. Mudah-mudahan tidak mengecewakan deh koneksinya :wink:
Sampai ketemu taon depan! :music: Happy new year! :plok:

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

Album ‘Cover Version’ ala Dewa

  • Filed under: Musics
Monday
Dec 20,2004

Laskar CintaAda apa dengan Dewa sekarang ini? Coba dengarlah album baru mereka, “Laskar Cinta“. Ternyata tidak hanya Pangeran Cinta yang beat-nya terinspirasi dari lagu lain (Immigrant Song-nya Led Zeppelin), tetapi juga masih ada sejumlah lagu lain. Sebut saja macam Satu (mirip banget dengan Kosong-nya Dewa sendiri di album “Cintailah Cinta“), Aku Tetaplah Aku (beatnya mengingatkan akan Smell Like Teen Spirit-nya Nirvana), dan Cinta Gila (reff-nya mirip lagu Jepang). Bahkan Matahari Bintang Bulan yang merupakan lagu berirama reggae satu-satunya dari Dewa senada dengan An Englishman in New York-nya Sting! :shock: Sudah gini, jadi curiga… :twisted: Jangan-jangan sealbum isinya merupakan ‘contekan’ semua… :razz:
Cukup banyaknya tembang dalam album baru yang ternyata berbau cover version merupakan sesuatu yang patut disayangkan karena hal itu cukup menodai kualitas album ini. Padahal kali ini lirik yang ditawarkan tidak melulu soal cinta-cintaan biasa tetapi juga dibalut dengan nuansa filsafat dan religius. Sebut saja seperti Hidup Ini Indah dan Hadapi Dengan Senyuman. Soal kritik sosial juga sempat berkumandang lewat Atas Nama Cinta dan Indonesia Saja. Itulah lagu-lagu yang disebut-sebut sebagai bentuk idealisme ala Dewa.

Idealisme tapi kekurangan ide sampai harus mencomot penggalan dari lagu lain? Terserah deh. Lagian, sangkaan soal ‘cover version’ tadi bisa jadi bakal dibantah lagi. Sama halnya bantahan soal lip sync yang dilakukan Dewa ketika konser launching album di RCTI bulan November lalu. rasanya tidak perlu mengharapkan adanya sebuah pengakuan jujur…

So, yang bisa kita lakukan sekarang adalah nikmati saja lagu-lagu itu. Toh, semuanya masih enak-enak saja didengar meskipun makin lama terasa makin monoton dari album satu ke album lain. Tinggal kita tunggu aja, berapa lama lagi bisa bertahan kalau terus-terusan seperti itu? Good luck aja deh! :wink: :bye:

(Thanks Lucky atas pinjaman CD-nya :razz:)

Meta


Recent Comments

    basibanget: oops..riplai don rid :D [...]

    basibanget: kalau di Jakarta harganya waktu [...]

    Hedi: karena wartawan juga meminta kenaikan [...]

    si Nur: Mustinya gratis bisa ya mas... [...]

    bram: mas beny, kalau ada radio [...]

    bram: mas beny, kalau ada radio [...]

    teguh: kami siap membantu anda bagi [...]