2004

I’m a Poor Lonesome Cowboy

Lucky LukePenggemar komik Lucky Luke? Perhatikan gak kalo di setiap akhir cerita, dia selalu terlihat bersama kudanya (Jolly Jumper) berjalan ke arah matahari terbenam sambil bersenandung “…I’m a poor lonesome cowboy…”?

Tau gak, ternyata lagu favoritnya si koboi yang “menembak lebih cepat dari bayangannya” itu beneran ada lho… 😯 Coba deh dengar file mp3-nya di sini. Liriknya? ada juga! πŸ˜€


I’m a poor lonesome cowboy

Lonesome cowboy, lonesome cowboy, you’re a long long way from home
Lonesome cowboy, lonesome cowboy, you’ve a long long way to roam

I’m a poor lonesome cowboy
I’m a long long way from home
And this poor lonesome cowboy
Has got a long long way to roam
Over mountains over prairies
From dawn till day is done
My horse and me keep riding
Into the setting sun

Lonesome cowboy, lonesome cowboy, you’re a long long way from home
Lonesome cowboy, lonesome cowboy, you’ve a long long way to roam

There are guys who just figure
Have a problem with a gun
And a finger on a trigger
Can be dangerous, hurt someone
But problems solve much better
By keeping calm and true
My horse and me keep riding
I ain’t nobody’s fool

Lonesome cowboy, lonesome cowboy, you’re a long long way from home
Lonesome cowboy, lonesome cowboy, you’ve a long long way to roam

I’m a poor lonesome cowboy
But it doesn’t bother me
‘Cause this poor lonesome cowboy
Prefers a horse for company
Got nothing against women
But I wave them all goodbye
My horse and me keep riding
We don’t like being tied

Lonesome cowboy, lonesome cowboy, you’re a long long way from home
Lonesome cowboy, lonesome cowboy, you’ve a long long way to roam

(FYI, gambar di atas, sebelum gw ‘bedakin’ dikit, aslinya ada di sini)

Televisi di Kamar Hotel

Ada satu fasilitas dari hotel yang kadangkala kurang mendapat perhatian dari manajemen hotel. Apa itu? Televisi! Tepatnya televisi atau tv yang disediakan di kamar-kamar hotel. Mulai dari tv yang udah terlihat butut alias kuno, tanpa remote control, sampai yang jumlah channel-nya gak sampe 30 channels. πŸ˜›

Seperti minggu kemarin (2-3 Mei) gw ‘kan ber-long weekend di hotel ini, eh meskipun jenis kamarnya Deluxe tetap aja tv yang ada tidak memuaskan. Udah modelnya tergolong cukup lawas, remote controlnya sangat mengecewakan dan bikin bete! 😑 Bayangin aja, di remote control itu tidak tersedia tombol channel up & down! Jadi, gw mesti mencet tombol nomor channel-channel satu per satu. 😑 Sudah gitu, jumlah channel yang tersedia pada pesawat tv itu hanya sampai 29 saja! Padahal tau sendiri ‘kan, tv-tv sekarang yang ada dipasaran rata-rata bisa sampai 90 channels. Termasuk yang mereknya gak terkenal sekalipun! πŸ˜›

Lain kali kalo mau check-in, kayaknya mesti tanya dulu di resepsionis soal tv… πŸ˜€ Bukan, bukan soal ada channel bokep atau gak. πŸ‘Ώ Tapi soal kondisi tv yang ada di kamar yang kita mo pesan. Mulai dari mereknya apa, tahun kapan, ukuran berapa inch, flat atau gak, dan jumlah channel di tvnya berapa. ❓ Kecuali kalo check-in pake voucher gratis (kayak gw kemarin), ngomelnya abis check-out aja… πŸ˜€ πŸ˜›

Ganti dan Geser

hard rock fmMulai hari ini, 3 Mei 2004, stasiun-stasiun radio pada rame-rame ganti frekuensi. Katanya sih karena aturan dari ‘sono’nya. Ada yang bergeser jauh dari asalnya, ada juga yang beda dikit aja. Misalnya untuk radio FM yang di Surabaya ada Hard Rock FM Surabaya yang asalnya 89.35 jadi 89.7 FM, SSFM dari 100.55 jadi 100 FM, Istara FM dari 100.9 jadi 101.1 FM, SCFM dari 104.75 ke 104.7 FM, dan JJFM dari 105.4 ke 105.1 FM. Lainnya gak tau… πŸ˜›

Kalau dipikir-pikir, mestinya agak kasian juga radio-radio itu karena harus promosi ulang soal frekuensi baru mereka biar pendengar mereka gak pada kabur (meskipun anehnya, hanya 1-2 radio yang gencar promo frekuensi barunya…). Masih mending situs web yang ganti nama domainnya… Promosinya masih bisa dibantu dengan cara memforward pengunjungnya dari domain yang lama ke domain yang baru… kalo urusan frekuensi, apa kenal namanya forwarding? Paling hanya geser-geser aja… CMIIW πŸ˜‰ πŸ˜€

(logo HRFM Sby di atas, ‘dipinjam’ dari situs blog ini ;))

Iwan Fals on TV

Belakangan ini, rasanya hampir tiap Minggu (atau tiap Minggu?) malam gw sering nemu ada konser si Iwan Fals di Trans. Asyik aja sih, meski sedikit bingung, ada apa nih kok tiba-tiba si pelantun Oemar Bakri dan Bento itu diekspos habis-habisan kayak gitu sama stasiun tv satu itu… ❓

Btw, gw pengen rekam konser live si Iwan Fals di tv itu tapi gak punya tv tunner di komputer gw πŸ™ Hmm, ada yang bisa bantu? πŸ˜€

Merasa Pernah…

Kadang-kadang ketika berada di suatu tempat tertentu atau pada sudut pandang tertentu, gw merasa pernah melihat tempat itu atau melihat dari sudut pandang itu.

Satu kejadian yang paling gw ingat adalah waktu jatuh dari sepeda motor pas masih SMU dulu. Saat itu, motor gw selip dan akhirnya gw jatuh ke aspal. Nah, ketika masih di aspal, hmm gimana ngejelasinnya ya, apa yang gw lihat dari sudut pandang mata gw saat itu terasa sangat familiar… pandangan ke depan tetapi dalam posisi ‘terbaring’ di aspal… kayaknya pandangan dengan sudut pandang seperti itu sudah gw pernah lihat sebelumnya… :help:

Gw juga kadang-kadang ketika bertemu seseorang merasa pernah kenal atau ketemu dengan orang itu. Beberapa di antaranya malah gw kayaknya merasa akrab banget, padahal kenyataan yang ada, gw barusan kenal atau ketemu dengan orang itu… πŸ™„

Kalo menurut ajaran seorang guru besar yang gw yakini, kasus ke-2 itu bisa terjadi karena mungkin pada kelahiran lampau, gw pernah kenal dan dekat dengan orang atau tempat itu sehingga kesannya terbawa sampai sekarang. Gak jelas apa yang kayak begitu juga termasuk deja vu atau gak.

Sementara untuk kasus ke-2, setelah gw ingat-ingat lagi, sudut pandang saat gw masih di aspal itu ternyata pernah gw lihat dalam mimpi! 😯 Beberapa kejadian yang gw alami juga setelah gw ingat-ingat ada juga yang pernah gw lihat di mimpi. Makanya sekarang gw agak deg-degan dan penasaran kalau habis mimpi. Iya kalo mimpinya bagus, kalo pas jelek… males bgt πŸ™

What do u think? Punya pengalaman mirip-mirip dengan dua ‘kasus’ gw di atas gak?

Is loveactually All Around?

love

loveactually is all around

Sepotong kalimat itulah yang hadir dalam tampilan awal film loveactually yang jadi pilihan acara Midnight Lovers (ML)-nya Hard Rock FM Surabaya Sabtu kemarin (24/04).

Film ini sebenarnya cukup menyenangkan untuk ditonton. Dengan dibarengi tembang-tembang yang asyik-asyik, kita disuguhi potongan-potongan kejadian yang terjadi pada sejumlah tokoh yang terdiri dari berbagai golongan yang berbeda. Semuanya mengusung persoalan berbau cinta dengan berbagai bentuknya. Mulai dari cinta ala anak kecil, cinta segitiga antar teman (love unspoken), cinta penulis (love as second language), cinta manajer (love at work), cinta suami istri (love lasts a lifetime) sampai cinta seorang perdana menteri (love and politics). Dan semuanya digambarkan berakhir dengan indah dan happy, meskipun ada yang harus “patah hati tapi bahagia” dan “kecewa tapi masih bisa tersenyum”.

Sebuah film yang indah dan cukup menghibur (dan mengharukan bagi orang-orang tertentu :P), tapi terasa kurang realistis (baca: terlalu khayal)… Sekedar memberikan angan dan harapan berlebihan menyangkut cinta.

Cinta memang dahsyat, tetapi apakah pada kenyataannya selalu berujung pada suatu keadaan yang ‘sweet & nice’? Bukannya dalam kehidupan sehari-hari kita dan orang lain pada umumnya (pernah) menjumpai penolakan-penolakan terhadap cinta dengan segala bentuknya dan alasannya? πŸ˜‰

So, is loveactually all around? Is love really actually all around?
Is it?
Hmm… 😎