2006

Isi Minimalis ala RingMaster

[rate 1.5]

Dari penampilannya, sekilas RingMaster terlihat seperti donut keluaran J.CO maupun Krispy Kreme yang tergolong jenis glazed donut. Mungkin lagi ngetren ya jenis donut seperti itu. Begitulah kesan pertama yang muncul saat mengunjungi gerai RingMaster yang barusan buka di Tunjungan Plaza 3 Surabaya. Tapi apakah rasanya juga sama-sama enak? Itu yang lebih penting! ๐Ÿ˜Ž

ringmaster donut

Mirip dengan gerai J.CO, di tempat donut yang satu ini juga menggunakan konsep open kitchen. Pembeli bisa melihat proses pembuatan donut meskipun sedkit terhalang karena mesinnya diletakkan persis di belakang tempat karyawan yang sedang melayani pembeli. Yang agak berbeda, jalur masuk pembeli untuk memilih varian donut diawali dari sebelah kanan, bukan dari sebelah kiri.

Sistem harga yang dipatok juga tidak berbeda dengan J.CO. Untuk 1 buah donut dijual 5.500, 1/2 lusin 25ribu, dan 1 lusin 45ribu rupiah. Sayangnya tidak dikasih struk…
Continue reading…

Ketika Dian Sastro Jadi Host

Lantaran penasaran dengan apa yang diceritakan Thomas soal Dian Sastrwardoyo dan Super Milyader 3 Milyar (iya, memang begitu judul posting-nya Thomas [pada saat tulisan ini saya buat]), kemarin malam (1/10) gw sempat-sempatin untuk menonton acara “Super Milyarder 3 Milyar” yang disiarkan antv itu, meskipun gak sampai selesai. Padahal rencananya ingin keluar jalan-jalan agak sorean.

Ada beberapa hal baru lainnya dalam acara itu selain host baru. Salah satunya adalah tambahan fasilitas bantuan. Selain tiga fasilitas bantuan yang sudah ada selama ini, sekarang ada tambahan fasilitas yang diberikan setelah melewati titik aman pertama. Yaitu, Switch the Question alias bisa menukar pertanyaan yang dianggap sulit dengan pertanyaan lain. Begitu juga dengan titik aman pertama yang sekarang ada di level 3 juta. Sayangnya sejumlah perubahan yang terlihat di layar kaca itu tidak terpasang di situs web antv. Kayaknya informasi yang ada di situ sudah basbang

Soal host baru, sepertinya terlalu berat bagi Dian Sastro menjadi host acara versi baru dari “Who Wants to Be a Millionaire?” yang selama ini identik dengan Tantowi Yahya itu. Pasalnya, selain akan selalu dibanding-bandingkan dengan Tantowi Yahya, juga ada beban tersendiri sebagai seseorang yang sebelumnya tidak punya pengalaman sebagai pembawa acara.
Continue reading…

Video Ring Back, Layanan Gacoan di Era 3G?

Seseorang yang sedang berada di lokasi konser menyiarkan langsung aksi panggung sebuah grup musik ke teman-temannya yang berada di berbagai lokasi berbeda dengan hanya bermodal ponsel berkamera video. Begitulah isi iklan di televisi soal kecanggihan layanan 3G dari salah satu operator yang sudah 3G ready.

Lepas dari kekuatiran apa yang dilakukan oleh penonton seperti di iklan tv itu mungkin bakal menuai larangan dari penyelenggara konser musik, fitur video nampaknya menjadi andalan dari semua penyedia layanan 3G. Selain iming-iming bisa melihat langsung orang yang ditelepon (video telephony) seperti yang sudah banyak dibicarakan di mana-mana, menonton konser sang idola dengan cara di atas mungkin bisa jadi daya tarik tersendiri untuk menggunakan layanan 3G. Bandingkan dengan beberapa tahun lalu di mana orang-orang hanya mengandalkan ponsel berkamera biasa untuk mengabadikan idolanya saat manggung dan mengirim foto itu via layanan GPRS.

ponsel konser

Continue reading…