Antara Once dan ‘Bekas Lagunya’ BCL

Minggu lalu, tiba-tiba seorang teman bercerita bahwa dia baru saja mendengar di radio ada lagu Bunga Citra Lestari (BCL) yang dinyanyikan oleh Once Mekel. Once mendaur ulang lagunya BCL? Hmmm… Sulit dipercaya.

Sempat terpikir, mungkin yang didengar oleh sang teman tadi adalah lagu Pasti Untukmu, single terbaru Once yang belakangan ini memang sedang sering diputar di berbagai radio. Tapi, setahu saya itu bukanlah lagu lama, apalagi pernah dinyanyikan Bunga Citra Lestari. Di sisi lain, Blub, teman saya itu, tetap yakin bahwa yang didengarnya adalah lagu milik BCL.

Dari potongan lirik yang masih diingatnya, akhirnya saya mengenali lagu yang dimaksud. Yaitu, Karena Ku Cinta Kau, salah satu lagu yang ikut melejitkan nama BCL di dunia musik. Tapi saya masih penasaran, kenapa Once ikut menyanyikan lagu yang menjadi lagu tema sebuah sinetron itu juga? Mendaur ulang lagu memang bukan hal yang baru bagi Once, tapi kenapa memilih lagu itu?
Read More

Versi Paling Menarik dari Lagu Asian Games 2018

Hingga beberapa hari menjelang pembukaan Asian Games 2018 di Indonesia, masih bermunculan sejumlah versi dalam bahasa asing dari lagu resmi pesta olahraga Asia itu.

Sebenarnya ada cukup banyak lagu yang dijadikan lagu resmi Asian Games di Indonesia kali ini tetapi hanya dua lagu yang paling populer sampai dibuatkan versi dalam berbagai bahasa. Kedua lagu berbahasa Indonesia itu adalah “Bright As The Sun” dan “Meraih Bintang”.

Meskipun lagu “Bright As The Sun” lebih dahulu diluncurkan tetapi jumlah versi bahasa asingnya kalah banyak ketimbang lagu “Meraih Bintang” yang baru dipublikasikan belakangan. Lihat saja.

Hingga tulisan ini selesai dibuat, ternyata hanya ada empat versi bahasa asing dari lagu “Bright As The Sun”. Yaitu, dalam bahasa Inggris, Korea, Thailand, dan Jepang. Bandingkan dengan “Meraih Bintang” yang sampai dibuatkan dalam versi enam bahasa asing oleh sejumlah penyanyi dari berbagai negara. Keenam bahasa itu adalah Inggris, Thailand, Korea, Mandarin, Arab, dan Hindi yang bermunculan sejak akhir tahun 2017 lalu hingga beberapa hari menjelang pembukaan Asian Games 2018 di Jakarta.

Oh ya, versi asli “Bright As The Sun” memang ada liriknya yang berbahasa Inggris tetapi hanya di bagian refrein saja. Selebihnya dalam bahasa Indonesia.

Berbeda dengan versi yang dibawakan oleh Jannine Waigel yang liriknya hampir seluruhnya berbahasa Inggris dan hanya menyisakan sedikit bagian dalam bahasa Thailand.

Dari semua versi itu, manakah versi yang paling menarik?
Read More

Belajar Menyapa Penggemar via Video dari Simple Plan

Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat selebritas zaman sekarang semakin mudah menyampaikan kabar kegiatan atau sekadar menyapa fans. Tidak lagi harus lewat surat berprangko atau menunggu diliput televisi atau media lainnya.

Para pesohor cukup berkicau menyapa penggemar via Twitter, misalnya. Mudah, tidak ribet, dan efektif.

Para artis musik juga lumrah mengunggah sekaligus memamerkan video musik dari setiap lagu yang dirilis dengan memanfaatkan layanan berbagi video seperti YouTube. Promosi lagu baru jadi lebih mudah.

Bagaimana dengan urusan memberi kabar atau menyapa penggemar secara berkala lewat video yang diunggah ke YouTube? Mungkin untuk urusan yang satu ini perlu belajar dari Simple Plan.

Meski menyukai lagu-lagunya, saya sebenarnya bukan termasuk dalam barisan penggemar berat yang selalu mengikuti sepak terjang Simple Plan. Makanya, ketika belum lama ini saya mengetahui keberadaan akun resmi Simple Plan di YouTube, saya agak terpukau melihat konten yang ada.

Ternyata mereka cukup rajin mengisinya. Akun grup musik asal Kanada itu tidak hanya berisi kumpulan video musik seperti kebanyakan artis musik lainnya. Di dalamnya ada juga sederet rekaman video yang berisi sapaan terhadap para penggemar dan cerita perjalanan mereka saat tur ke berbagai negara. Di situ, mereka semacam ngeblog lewat video atau istilahnya vlog.

Read More

Yang Terbaik, Bukan yang Terpopuler

Grammy Awards ke-53 memang telah berlalu, tapi mungkin sampai sekarang masih ada yang belum hilang rasa terkejutnya ketika Esperanza Spalding diumumkan sebagai Artis Pendatang Baru Terbaik (Best New Artist), mengungguli beberapa nama lain seperti Mumford & Sons, Florence & The Machine, serta yang terbilang lebih populer macam Drake dan… Justin Bieber. Benar-benar sebuah kejutan.

Saya sendiri termasuk orang yang tidak menyangka hasilnya akan seperti itu. Tapi setelah mencari tahu lebih lanjut dan menyaksikan rekaman pertunjukan Esperanza Spalding, saya rasa penyanyi yang juga pemain bas jazz itu memang pantas menyandang gelar terbaik dari acara tahunan yang diselenggarakan oleh National Academy of Recording Arts and Sciences (NARAS) atau The Recording Academy tersebut meskipun tetap saja harus diakui selama ini dia memang tergolong kurang populer.

Namun, di luar semua itu, sebenarnya ada pelajaran berharga yang bisa diambil dari peristiwa tersebut. Bahkan mungkin bisa berguna juga bagi perkembangan dunia musik di Indonesia. Apakah itu?
Read More

Musisi Indonesia, Yuk Lebih Mencintai Bahasa Indonesia

Kita sering mendengar anak-anak kecil, juga orang dewasa, dengan mudah menyenandungkan potongan lirik dari lagu yang sedang mengetop. Lirik lagu rasanya lebih mudah dihafal ketimbang isi buku pelajaran di sekolah atau kampus dahulu. Bukan begitu?

Dari lirik lagu juga, tidak jarang kita mengenal kata-kata tertentu yang terkesan baru atau asing, padahal sebenarnya sudah lama ada di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Dari sejumlah lagu KLa Project, misalnya, sebagian dari kita (termasuk saya) mengenal kata-kata seperti “terpuruk” (lagu “Terpurukku di Sini”), “nelangsa” (“Tak Bisa ke Lain Hati”), dan “romansa” (“Romansa”).

Tidak hanya lagu berbahasa Indonesia, yang berbahasa asing juga pengaruhnya tidak kalah hebat. Lihatlah, belakangan ini tiba-tiba banyak yang bisa berbahasa Korea menyanyikan potongan lirik lagu “Gangnam Style” dari PSY.

Lirik lagu memang bisa menjadi sarana efektif untuk mengenalkan atau membuat orang tertarik belajar bahasa dengan cara yang menyenangkan. Namun, sayangnya, di sisi lain ada hal yang cukup memprihatinkan, khususnya menyangkut lagu Indonesia yang dibawakan oleh para musisi Tanah Air. Apa itu?

Kalau didengarkan lebih jelas, terdapat cukup banyak lirik dalam lagu-lagu Indonesia yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Kekeliruan demikian akan semakin tampak jelas dalam isi buklet lirik lagu yang biasanya disertakan dalam album. Termasuk juga adanya bahasa Indonesia dan bahasa asing yang campur aduk dalam sebuah lagu — entah itu judul atau liriknya. Jika terus berlangsung, hal tersebut tentunya akan dapat mengganggu perkembangan bahasa Indonesia.

Beberapa lagu terkenal berikut ini bisa jadi contoh berbagai bentuk kekeliruan penggunaan bahasa Indonesia oleh para musisi Indonesia.
Read More