Yang Masih Tersisa dari Film “Searching”

Film “Searching” memang sudah tidak tayang lagi di bioskop, tetapi cerita yang diusungnya masih berkesan di benak saya.

Mengusung kisah pencarian seorang anak hilang oleh ayahnya, sekilas, film ini terkesan biasa-biasa saja. Apalagi tidak bertaburan nama-nama besar. Namun, sebenarnya tidak demikian. Topik yang tergolong sederhana itu cukup berhasil digarap menjadi sesuatu yang oke. Lebih oke daripada ekspektasi saya sebelumnya.

searching

Awalnya, saya tertarik menonton film arahan Aneesh Chaganty ini karena mendapat kabar digunakannya internet sebagai alat bantu utama dalam pencarian itu.

Kombinasi penggunaan komputer dan internet memang membuat film ini lebih menarik untuk diikuti. Namun, plot ceritanya tetap menjadi faktor penting. Plot yang tidak terlalu gampang ditebak, bahkan dari awal cenderung mengecoh dengan disertai, tentunya, unsur kejutan. Keberhasilan John Cho yang memerankan sang ayah bernama David Kim dan Michelle La sebagai Margot Kim yang mendadak hilang juga tidak bisa dilewatkan.

Selain itu, sesungguhnya ada hal lain yang lebih penting yang bisa dipetik untuk menjadi pelajaran. Yaitu, pesan dan sentilan terkait dengan hubungan antar anggota keluarga di era media sosial seperti sekarang.

Apa saja?
(more…)

»

Kisah Kasih Wonder Woman di Zaman Perang Dunia

Setelah Batman v Superman dan Suicide Squad yang mengecewakan, sebenarnya saya gak mau berharap terlalu banyak dari film Wonder Woman yang juga rilisan DC Comics. Tetapi, ternyata film arahan Patty Jenkins yang mulai diputar sejak 31 Mei 2017 lalu di Indonesia ini agak berbeda jika dibandingkan kedua film tadi itu.

Diawali dengan suguhan pemandangan indah lanskap sebagian kota Paris, terutama area sekitar Museum Louvre. Kemudian tampak sosok Diana Prince alias Wonder Woman (Gal Galdot) yang bekerja di tempat itu. Ia baru saja menerima kiriman paket berisi fotonya saat terlibat dalam Perang Dunia I. Foto itu kemudian membawa ingatannya kembali ke kenangan kisah kasihnya di masa silam.

Kasih? Ya, kenangan yang tersaji tidak hanya seputar kisah masa kecilnya di pulau Themyscira sebagai anak dari Ratu Hippolyta (Connie Nielsen), kepala suku Amazons yang semuanya cewek. Kemunculan tiba-tiba seorang pilot sekaligus mata-mata bernama Steve Trevor dan pasukan tentara Jerman yang mengejarnya, yang entah mengapa bisa menembus kabut yang selama ini menyembunyikan pulau itu dari dunia luar, mengubah perjalanan hidup Diana. Termasuk dalam urusan asmara.

Mirip dengan foto yang dikirim oleh Bruce Wayne. Beda warna… PHOTO: Warner Bros.

Dalam pertempuran di pantai, suku Amazons berhasil mengatasi serangan pasukan Jerman dengan aksi yang mengagumkan tetapi harus kehilangan Jendral Antiope (Robin Wright) yang tertembak peluru lawan dalam melindungi sang keponakannya, Diana. Mereka kemudian mengorek keterangan dari Steve mengenai apa sesungguhnya yang terjadi di luar sana dengan menggunakan Laso Kebenaran, agar tidak dibohongi.

Terpengaruh (dan terpesona) dengan cerita soal perang dunia dan mengira semua itu disebabkan oleh dewa perang Ares, Diana lantas memutuskan berlayar meninggalkan pulau bersama Steve dengan bermodal Laso Kebenaran dan juga pedang “godkiller” yang disebut sebagai peninggalan dewa Zeus. Tujuannya adalah untuk menemukan dan melenyapkan Ares. Sebuah rahasia besar menyangkut dirinya, yang tidak diceritakan oleh sang ibu, ikut membayangi kepergiannya.
(more…)

»

Banyak Superhero, Banyak Humor, tapi…

The Avengers

Akhirnya bisa menulis soal film The Avengers. Ya, basbang memang. 😀

Sebelumnya saya sudah pernah menonton film Hulk, Iron Man, The Incredible Hulk, Iron Man 2, Thor, dan Captain America: The First Avenger yang para tokoh utamanya muncul di film ini.

Sebagai penggemar kisah superhero, meskipun bukan termasuk “penggemar tingkat tinggi” yang sampai mengoleksi segala macam pernak-perniknya, sebenarnya saya sangat senang bisa menyaksikan berkumpulnya banyak superhero sekaligus dalam satu film seperti di The Avengers ini.

Tapi jika Iron Man (Robert Downey, Jr), Captain America (Chris Evans), Hulk (Mark Ruffalo), Thor (Chris Hemsworth), Black Widow (Scarlett Johansson), dan Hawkeye (Jeremy Renner) hanya sekadar muncul bareng dalam sebuah film, tentu saja akan terasa biasa dan hambar.
(more…)

»

Bukan Sekadar Tiruan Mrs. Smith, Bourne, dan Hunt

Tema cerita yang diusung film Salt ini cukup menarik dan terbilang jarang difilmkan. Yaitu, soal strategi di balik keberadaan sleeper agent atau agen rahasia yang sengaja ditempatkan secara normal di institusi tertentu milik pihak lawan yang sewaktu-waktu harus siap beraksi ketika dibutuhkan.

Dua tahun setelah agen CIA Evelyn Salt (Angelina Jolie) yang ditangkap Korea Utara berhasil dibebaskan dengan perantara CIA berkat desakan suaminya yang bekerja peneliti laba-laba, sekarang tiba-tiba ia mendapat tuduhan sebagai mata-mata Rusia yang sengaja ‘ditanam’ di lembaga intelijen itu dan berencana hendak membunuh Presiden Rusia yang sedang berkunjung ke Amerika, seperti yang diungkap oleh Orlov (Daniel Olbrychski), seseorang yang mengaku sebagai agen rahasia Rusia pembelot. Benarkah demikian?
(more…)

»

Iron Man Jadi Dua dan (Agak) Lemah

tiket-ironman-2

Kebetulan atau memang sengaja disesuaikan dengan judul filmnya, baru di Iron Man 2 yang mulai diputar di Indonesia sejak 30 April 2010 lalu inilah muncul sosok manusia setrika eh manusia berjubah besi lain dalam versi warna perak meskipun di film Iron Man sudah ada petunjuk soal kemungkinan munculnya sosok baru itu. Iron Man jadi dua? Tiba-tiba ingat judul film Nagabonar Jadi 2. 🙂

Bukannya akur, sosok Iron Man perak itu malah sempat bertengkar hebat dengan Iron Man merah tuanya Tony Stark (Robert Downey Jr.). Musuh baru? Bukan. Mudah ditebak kok. Orang yang berada di balik jubah Iron Man ‘baru’ itu adalah Letnan Kolonel Rhodey (Don Cheadle). Ia geregetan melihat kelakuan Tony yang makin ugal-ugalan meskipun ditekan oleh Senator Stern (Gary Shandling) dan kroninya untuk menyerahkan teknologi Iron Man kepada negara. Hmm, kroni… deja vu. 🙂
(more…)

»