2005

Patin Woku di Kampoeng Bamboe yang Biasa Banget

bill

Awal bulan Mei kemarin, gw dan istri nyoba makan di Restoran Kampoeng Bamboe yang ada di jalan Dharmahusada, Surabaya. Sebelumnya sih sudah pernah ke situ, tetapi waktu itu hanya mencoba menu sarapan paginya yang ditawarkan di bagian depan restoran itu setiap paginya. Katanya yang mengelola menu sarapan pagi lain dengan menu malamnya. Agak aneh kedengarannya, tapi… oke deh. Apalagi ada rekomendasi dari temannya istri gw. So, mari kita coba. ๐Ÿ˜Ž

Pas markir mobil, gw sempat lihat sekelilingnya terdapat cukup banyak pohon bambu. Sekilas terlihat cukup menarik. Hmm, berusaha menghadirkan suasana alamkah? Begitu gw masuk ke dalam restorannya, bayangan suasana alam itu langsung buyar! ๐Ÿ™ Ternyata interior di dalamnya kurang ditata dengan baik sehingga ‘kurang nyambung’ dengan pohon-pohon bambu yang dihadirkan di sekitar taman dan parkiran… Sayang…

Sementara dari sederet menu seputar seafood dan makanan berbau Manado yang ditawarkan, kita memesan Patin Woku dan Sayur Pait. Masakan woku terkenal sebagai masakan khas Manado. Untuk minumnya, gw pesen Es Kacang Merah yang katanya pakai durian! ๐Ÿ˜ˆ

Di tempat itu, masakan woku sebenarnya pilihan yang tersedia gak hanya Patin, ada juga Gurami Woku dan (kalo gak salah ingat) Bandeng Woku. Namun karena sang pemberi rekomendasi hanya menyebut “Woku Patin dan Sayur Pait” sebagai menu yang kudu dicoba, ya coba kita turuti. Sebenarnya, sesaat setelah mesan, gw ingin ganti jadi Gurami Woku aja yang harganya lebih murah. Tapi ternyata gak bisa diganti lagi… *ngomel-ngomel dalam hati sambil menatap harga Patin Woku yang limapuluhan ribu per porsi :sad:*
Continue reading…

StarAir Stop Operasi

StarAir Stop Operasi: Info ini gw udah tahu sejak beberapa hari lalu dari Rezi. Dari sumber lain, gw juga mendengar kabar kalau ada sebuah maspakai penerbangan swasta lain yang bakal ikut tutup dalam waktu dekat-dekat ini… Sayang juga… Apalagi maskapai tersebut (yang dikabarkan akan menyusul StarAir) termasuk cukup legendaris, terutama di kawasan Indonesia Timur… Hiks… Betul atau tidak, mari kita tunggu informasi resminya.

Jangan Percaya Begitu Saja

As they sat there, the Kalamas of Kesaputta said to the Blessed One, “Lord, there are some priests & contemplatives who come to Kesaputta. They expound & glorify their own doctrines, but as for the doctrines of others, they deprecate them, revile them, show contempt for them, & disparage them. And then other priests & contemplatives come to Kesaputta. They expound & glorify their own doctrines, but as for the doctrines of others, they deprecate them, revile them, show contempt for them, & disparage them. They leave us absolutely uncertain & in doubt: Which of these venerable priests & contemplatives are speaking the truth, and which ones are lying?”

“Of course you are uncertain, Kalamas. Of course you are in doubt. When there are reasons for doubt, uncertainty is born. So in this case, Kalamas, don’t go by reports, by legends, by traditions, by scripture, by logical conjecture, by inference, by analogies, by agreement through pondering views, by probability, or by the thought, ‘This contemplative is our teacher.’ When you know for yourselves that, ‘These qualities are unskillful; these qualities are blameworthy; these qualities are criticized by the wise; these qualities, when adopted & carried out, lead to harm & to suffering’ — then you should abandon them. (Anguttara Nikaya III.65, Kalama Sutta)

Salah satu hal yang membuat gw kagum kepada Sang Buddha Gautama adalah ajaran-Nya yang menyarankan untuk selalu tidak percaya begitu saja terhadap segala informasi, termasuk terhadap ajaran-Nya sendiri ๐Ÿ™‚ Semuanya harus dipelajari dulu dengan seksama. Kalau informasi atau ajaran itu dirasa tidak berguna, tercela, dapat mengakibatkan kerugian dan penderitaan, sudah selayaknya tidak diterima atau dipercaya. Demikian sebaliknya. Bagaimana menurut Anda? ๐Ÿ™‚

Oh ya, Selamat Memperingati Hari Tri Suci Waisak 2549 bagi seluruh umat Buddha. Happy Vesak! May all beings live in happiness ๐Ÿ™‚