2006

Kita Semua Wartawan

Kita Semua Wartawan: Tulisan Pepih Nugraha mengenai warga umum, termasuk blogger, yang kenyataannya semakin sering lebih dahulu menyiarkan berita dibandingkan dengan media massa konvensional. Masih ada yang mempermasalahkan kredibilitas dari para blogger dan citizen journalist? Mungkin orang itu lupa dalam peristiwa bom London dan tsunami Aceh terbukti reporter media massa tradisional kalah cepat dibandingkan dengan warga biasa dalam merekam peristiwa itu. Contoh lain yang agak narsis adalah soal batalnya konser TOTO di Surabaya yang sudah gw tulis pada 2 Mei 2006 sementara di media massa tradisional baru diberitakan 10 dan 11 hari kemudian… He he he ๐Ÿ™‚

Pluralisme Harus Dipertahankan

Pluralisme Harus Dipertahankan: Konsensus kebangsaan yang mengedepankan keberagaman dalam persatuan harus dipertahankan. Demikian pernyataan sikap Masyarakat Bhinneka Tunggal Ika yang dibacakan oleh WS Rendra, Sabtu (13/5), berdasarkan keprihatinan pada sejumlah rancangan undang-undang dan peraturan daerah yang memaksakan spirit moralitas, nilai- nilai dan norma-norma agama tertentu. Yang menarik adalah apa yang dikatakan Putu Wijaya: “Kalau ada pihak-pihak yang menyatakan bahwa moralitas masyarakat bisa diatur dengan undang-undang, maka berarti orang-orang tersebut menganggap agama gagal”. Yoih!

Hidup Tidak Membenci

Berbagai bentuk kekerasan semakin sering terjadi di mana-mana. Diliputi kebencian dan keserakahan membuat apa saja dengan gampangnya dijadikan alasan dan pembenaran oleh orang-orang itu untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap orang lain yang dianggap berbeda pendapat, berbeda ras, berbeda suku, atau berbeda agama. Betapa memprihatinkannya. Manusia berubah menjadi monster yang mengerikan bagi manusia lain. Tokoh masyarakat yang diharapkan dapat memberikan pengertian dan bimbingan agar orang-orang itu bisa terbebas dari kebencian dan keserakahan tak jarang malah menjadi ‘kompor’ yang memperburuk situasi.

Kebencian dan keserakahan adalah kekotoran batin yang tidak membawa kebahagiaan. Tidak mudah menyadari dan mengendalikannya, apalagi menghilangkannya. Oleh karena itu, alangkah berbahagia jika kita dapat hidup tidak membenci dan serakah di antara orang-orang yang diliputi kebencian dan keserakahan. Selamat Waisak 2550 BE ๐Ÿ™‚

Sungguh bahagia jika kita hidup tanpa membenci
di antara orang-orang yang membenci;
di antara orang-orang yang membenci,
kita hidup tanpa benci.

(Dhammapada 197)

Xplor Data Power atau Fren MaxSurf?

Belakangan ini XL (operator GSM) dan Mobile-8 (operator CDMA) cukup gencar beriklan di berbagai media menawarkan paket layanan akses internet mereka yang baru. XL yang sempat diisukan akan mengeluarkan paket unlimited ternyata hanya menawarkan paket dengan kuota bandwidth tertentu via Xplor (pasca bayar) versi Xplor Data Power. Mobile-8 juga hanya menawarkan paket bandwidth terbatas dalam jenis berlangganan pasca bayar versi MaxSurf. Dari segi tarif, sekilas keduanya cukup menggoda. Tapi, manakah yang benar-benar murah?

Baik XL maupun Mobile-8 menyediakan beberapa jenis paket yang dibedakan berdasarkan kuota bandwidth dengan harga yang berbeda-beda pula sehingga tidak bisa langsung dibandingkan begitu saja. Dua jenis paket yang kuota bandwidth-nya bisa dibilang selevel adalah Xplor Data Power 100 dan Fren MaxSurf 200. Perbandingan singkat keduanya seperti berikut ini:

Operator XL (GSM) Mobile-8 (CDMA)
Nama paket Xplor Data Power 100 Fren MaxSurf 200
Jenis langganan Pasca bayar Pasca bayar
Biaya bulanan Rp 300.000,- Rp 150.000,-
Bandwidth 100 MB 200 MB
Biaya rata-rata per MB Rp 3000,- Rp 750,-
Kelebihan pemakaian Rp 3,-/KB Rp 2,-/KB

Melihat peta kekuatan di atas, bisa langsung ketebak kalo pemenangnya adalah Fren MaxSurf. Dalam hal tarif dan kuota bandwidth, Fren MaxSuf terlihat lebih unggul. Untuk bandwidth 200 MB, tarifnya hanya 150ribu rupiah perbulan. Bandingkan dengan Xplor Data Power 100 yang mematok tarif 300ribu perbulan hanya untuk bandwidth 100 MB perbulan.

MaxSurf dari Fren memang murah tetapi sepertinya masih belum menjadi termurah di pasaran layanan akses internet berbatas. Masih ada tandingan dari Telkom Speedy (Divre 5) dengan harga yang lebih murah dan kuota bandwidth lebih besar. Lihat saja, untuk jatah pemakaian 750 MB misalnya, tarif perbulannya hanya Rp 300.000,- yang berarti untuk 1 MB hanya Rp 400,-. Sementara kelebihan pemakaian dihitung Rp 700,- per MB. Jadi, pilih yang mana ya? ๐Ÿ™„