Diakhirinya sebuah acara seperti Guystalk-nya HRFM Surabaya sejak kemarin (dan ditambah tanpa ada keterangan yang jelas dibaliknya), membuat gw mencoba melihat hal itu dari sisi lain. ![]()
Setahu gw, secara umum alasan yang biasa dipakai untuk mematikan sebuah acara di radio dan tv adalah masalah rating yang dikeluarkan oleh lembaga seperti ACNielsen. Ratingnya makin turun atau tetap (stagnan) menjadi indikasi bahwa acara tersebut tidak diminati sehingga sudah saatnya dihentikan. Saking saktinya, ketika rating yang dipakai sebagai alasan untuk menyetop sebuah acara, bisa dibilang tidak ada satu pihak yang terlibat di dalamnya bisa membantah… Gw sendiri masih kurang jelas cara seperti apa yang diambil oleh lembaga pemberi rating itu sehingga membuat hasil survey yang dikeluarkannya menjadi sebegitu saktinya. ![]()
Terkait dengan acara Guystalk, dalam siaran terakhirnya kemarin disebutkan oleh pembawa acaranya bahwa rating bukanlah alasan dari diakhirinya acara itu. Bahkan, katanya, justru acara Guystalk mendapat rating yang cukup baik! ![]()
Nah, kalau sudah begini alasan apa yang tersisa? Dengan mengecualikan alasan-alasan bersifat pribadi, menurut gw yang tersisa ada dua. Dan dua-duanya adalah alasan yang bersifat strategi! Apakah itu?
(more…)

Kemarin gw diundang Bagus ke last edition party of Guystalk-nya 89.7HRFM Surabaya. Diundang makan-makan ya jelas gw gak berani ngelewatinnya.. he he he
Menunya cukup berlimpah pula. Ada nasi ayam goreng, bakso solo, kue, serta minuman kaleng! :plok:
Guystalk sendiri adalah sebuah acara mingguan di HRFM Surabaya yang selalu on air saban Kamis malam bersama Bagus dan Glenn, dengan mengusung topik-topik seputar obrolan cowok sekali. Topik-topiknya bisa dibilang seringkali nyerempet-nyerempet seputar sex!
Lengkapnya, seperti yang dikatakan dalam situs webnya:
Apa yang pengen Hard Rockers ketahui tentang laki-laki, cari di sini. Mau ngomongin soal musik, gaya hidup, olahraga, sex, ayuuk ah, ada di Guys Topic. Cewek yang mau kasih opini, ada segmennya sendiri: What She Says. Ada bonus tips kencan juga di Date Line.”
Semalam, edisi terakhir dari acara buat cowok itu nampaknya dibuat sedikit lain dari biasanya. Selain ada acara makan-makannya, juga siarannya dipindah ke ruang lobi yang ada di depan studio / ruang siaran. Narasumber yang dihadirkan pun cukup spesial. Ada Irgo dari J.W Marriot yang sempat terpilih sebagai salah satu Cowok Metrosexual Surabaya dan pemilik Bakso Solo (depan SMP 6 Surabaya) yang terkenal dengan bakso dan menu minuman-minuman spesialnya!
Ada juga sesi ngasih testimonial dari sejumlah orang, termasuk gw! ![]()
Oh ya, bicara soal edisi terakhir, hingga acaranya usai tidak disebutkan alasan atau latar belakang mengapa acara tersebut harus dibubarkan setelah berlangsung sekitar 3 tahun!
Sengaja dibikin (sok) misterius? Bisa jadi! ![]()
Mau misterius atau gak, yang jelas gw hanya bisa bilang tengkyu atas makan-makannya.:mrgreen: Good luck buat Bagus (host), Glenn (host), dan Pio (produser). Thanks juga atas giftnya! ![]()
Semalam gw nonton acara konser Dewa di RCTI dalam rangka launching album terbaru mereka, “Laskar Cinta“. Selain dari album baru, dalam acara itu mereka juga membawakan sejumlah lagu dari album-album sebelumnya seperti Arjuna (yang jadi lagu pembuka), Separuh Nafas, dan Pupus. Ada juga Kikan ‘Cokelat’ yang hadir sebagai bintang tamu dan duet dengan Once di tembang Elang.
Sebuah terobosan yang cukup menarik memang, bikin acara konser untuk meluncurkan album baru. Sayangnya, dalam konser berdurasi sekitar dua jam itu nampaknya pihak Dewa melakukan lip sync!
Sikap berpura-pura menyanyi lagu yang diputar dari CD player itu paling terasa dan terlihat saat mereka (sok) membawakan lagu-lagu dari album baru macam Cinta Gila, Pangeran Cinta, dan Matahari Bintang Bulan. Kejadian paling parah terjadi saat di lagu Matahari Bintang Bulan yang berirama reggae, di mana terlihat dengan jelas ekspresi Once tidak sesuai dengan lantunan lagu tersebut. Ia nampak keteteran untuk menyamakan gerakan mulut agar terlihat sesuai… ![]()
Penggunaan metode lip sync oleh grup sekelas Dewa jelas merupakan hal yang memalukan dan mengecewakan!
Apalagi, ternyata grup yang cukup sering berganti personil itu sudah cukup sering melakukannya. Hal ini terlihat dari keluhan-keluhan yang disampaikan penggemarnya dalam Forum yang ada di situs web Dewa. Duh… ![]()
Selain Dewa, penyanyi Indonesia papan atas yang juga sering ber-lip sync-ria saat tampil di tv adalah Chrisye! Sementara di barisan grup baru ada nama The Cat yang sempat gw saksikan sendiri melakukan lip sync saat tampil di Indosiar beberapa waktu lalu.
Ck ck ck, apa gak malu ya ‘menipu’ para penggemarnya sendiri dengan selalu pura-pura menyanyi seperti itu?
Atau karena kurang pede? Atau masih belum bisa membedakan antara lagi bikin video klip dan tampil di panggung di depan para penggemar? ![]()
Jadi ingat dengan skandal lip sync paling heboh di kisaran tahun 88-91 lalu di mana ketahuan kalau ternyata duo yang tampil di berbagai panggung dan video klip itu ternyata bukan penyanyi yang sebenarnya. Yup, this is about Milli Vanilli! :plok:
Di luar negeri, nampaknya metode lip sync juga masih sering digunakan oleh sejumlah penyanyi terkenal. Yang terakhir lagi hangat dibicarakan adalah lip sync yang dilakukan oleh Ashlee Simpson! Nampaknya ‘akting’ menyanyi udah jadi hobi mendarah daging ya?! ![]()