
Tahun ini, sudah 61 tahun kemerdekaan Indonesia sejak diproklamirkan oleh Soekarno dan Hatta
Tahun ini, sudah 61 tahun bangsa kita terbebas dari penjajahan negara lain
Apakah merdeka itu?
Apakah hanya sebatas terbebas dari penjajahan oleh negara lain?
Hmm …
Merdeka itu seharusnya juga bebas berbeda pendapat
Merdeka itu seharusnya juga bebas berbeda agama dan keyakinan
Merdeka itu seharusnya juga bebas berbeda ras dan suku
Merdeka itu seharusnya juga bebas dari ancaman dan tindakan kekerasan
Merdeka itu seharusnya juga bebas dari diskriminasi
Merdeka itu seharusnya juga bebas dari permainan politik kotor
Merdeka itu seharusnya juga bebas dari pungutan liar
Merdeka itu seharusnya juga bebas dari polusi dan kerusakan lingkungan
Merdeka itu seharusnya juga …
Ah, sudahlah
Mari kita menyanyi atau menonton orang menyanyi saja
(Masih) Bebas ‘kan? ![]()


Kelar memainkan lagu Bali, semua personil Fourplay segera menghilang dari panggung tapi lampu panggung masih menyala semua. Konser sudah usai? Ah, itu kan trik lama. Meski begitu ada juga sejumlah penonton yang mengira konser sudah selesai dan langsung cabut. Untunglah sebagian besar penonton lain nampaknya sudah tahu kalau itu hanyalah sebuah trik. Mereka tetap bertahan sambil bertepuk tangan dengan kompak. Dan ternyata benar, satu menit kemudian muncullah kembali satu persatu Bob James (piano/keyboard), Nathan East (bass), Larry Carlton (gitar), dan Harvey Mason di atas panggung. Dengan bersemangat, mereka langsung mengusung dua nomor bonus, Smiles dan West Chester, yang enerjik.

Suasana panggung menjadi ramai begitu Nathan melambaikan tangannya ke arah penonton agar mereka maju ke depan. Ajakan itu langsung disambut antusias penonton dengan menyerbu ke arah bibir panggung. Para personel Fourplay nampaknya gembira dengan sambutan penonton Surabaya yang begitu antusias. Mereka pun ikut bergoyang bersama penonton. Suasana terlihat jadi begitu hangat dan dekat. Bahkan Nathan yang mengusung sebuah kamera digital SLR sempat beberapa kali memotret kerumuman penonton.







Boleh saja Ari Lasso langsung membuka album barunya bertajuk “Selalu Ada” ini dengan Perjalanan Panjang yang rada ngerock dengan bantuan Bongky “BIP”. Namun itu tidak bisa menyembunyikan nuansa kesenduan khas ala Ari Lasso. Lihat saja liriknya.
Hidup….hidup ini indah
Meskipun takdir terkadang tak ramah
Cinta….cinta memang manis
Walaupun perih buatku menangis
Merobek hatiku
Ya, sepertinya memang selalu ada kesenduan dari Ari Lasso. Dan kesenduan itu semakin menjadi bahkan cenderung mendayu-dayu ketika masuk ke sederet lagu lain yang berirama slow. Sebut saja seperti single andalan pertama berjudul Cinta Terakhir ciptaan Irfan “Samsons”. Simak liriknya.
Sedalam samudera telah aku selami
Setinggi langit di angkasa t’lah kuarungi
Sepanjang kehidupanku aku mencari
Sebentuk kelembutan hati cinta sejati….oh
Nuansa yang serupa bisa ditemui juga di Seandainya, Tuhan Kau Tahu, Berakhir Indah, Belahan Jiwa, Kau, dan Lirih.
Mau yang liriknya lebih sendu? Dengarkan Sampai Kapan.
Aku bukanlah apa-apa
Aku hanya orang yang kalah
Namun aku punya cinta yang sejati… untukmu
(more…)