‘Disetrap’ Jason Mraz

Minggu lalu, kembali saya meliput festival jazz tahunan di Jakarta yang kali ini bertajuk lengkap “Axis Jakarta International Java Jazz Festival 2009“. Seperti tahun lalu, tahun ini saya masih meliput untuk Asia Blogging Network channel Musik Indonesia. πŸ™‚

Hampir selalu ada pengalaman baru yang saya dapatkan tiap kali meliput acara musik yang selalu berlangsung tiga hari berturut-turut tiap weekend pertama di bulan Maret itu. Kali ini, di hari pertama (6 Maret 2009) saya langsung mendapat pengalaman baru. Apa itu? ‘Disetrap’ Jason Mraz.

Jason Mraz

What? 😯 Bagaimana ceritanya?

Di hari pertama festival jazz yang tahun ini merupakan tahun ke-5, begitu saya tiba di lokasi, ada pengumuman buat fotografer dan kameramen dari media yang ingin meliput konser Jason Mraz harus berkumpul pukul 17.30 WIB di depan salah satu pintu masuk (saya lupa nomor berapa) Plenary Hall.

Sebagai informasi, jadwal penampilan Jason Mraz pada hari Jumat, 6 Maret 2009 itu adalah pukul 18.45 WIB di Hall B.

Wah, lebih dari satu jam sebelumnya sudah harus berkumpul? Hmm, oke deh. Gak masalah sih. Paling duduk-duduk di depan pintu masuk seperti pada pertunjukan artis lain.

Eh, ternyata tidak seperti yang saya bayangkan. Begitu semuanya ngumpul pada jam yang telah ditentukan, kita digiring menuju ke luar gedung bagian belakang. Tepatnya persis di samping kanan Hall B. Di situ, lagi-lagi panitia mengingatkan soal waktu yang diberikan untuk mengambil gambar hanya terbatas pada dua lagu pertama dan tidak boleh menggunakan flash atau lampu kilat.

Saya pikir setelah itu semuanya bakal langsung disuruh masuk menunggu di dalam Hall B. Eh, ternyata tidak juga. Lagi-lagi saya salah duga. Para fotografer dan kameramen dibiarkan tetap di situ tanpa informasi yang jelas jam berapa bisa masuk ke media pit di depan panggung.

Jadinya yang bisa dilakukan hanya berdiri atau duduk-duduk menunggu di lantai yang lumayan kotor. Rasanya seperti sedang disetrap sama Mas Jason.

Meeting Point

Saya sendiri karena tidak tahu mau ngapain lagi setelah bosan menunggu sambil mutar-mutar di sekitar situ, akhirnya iseng moto-moto ini dan itu deh. Kebetulan suasana sunset mulai muncul di langit area belakang JCC itu. πŸ™‚

Sunset

Sunset

Sunset

Dan setelah hampir satu jam menunggu di luar gedung tanpa kejelasan, berakhirlah ‘hukuman’ pada sore hari itu. Sekitar jam 18.30 WIB, rombongan pewarta foto dan video diijinkan masuk lewat belakang panggung. Akhirnya…

Thanks, Mr. Mraz!

Jason Mraz

Print Friendly, PDF & Email

Baca juga:

6 comments on “‘Disetrap’ Jason Mraz

  1. Halo mas Benny ! ngeliput lagi JJF ya…wahh kok gak ktemuan lagi yo..hehe.. secara thn ini kayak Haji-an gitu pengunjungnya yaa…agak-2 gak nyaman buat saya, kepisah bentar aja dari gangs buat ketemuan lagi aja susahhnya ampoonn!!

    Btw, kalo dikau termsk yg ngeliput Mrazantika hari Jumat mestinya aku liat, krn aku dpt posisi nempel pagar pembatas tuh! hehe…ngeliat gerombolan media dikasih take photo 2 lagu yaa kalo gak salah. yang jelas MRAZOPHORIA waktu itu gilaaaa bangett!! πŸ™‚

  2. btw, emang kemaren jjf sux, yang repot cuma macet-macetan pindah dari stage ke stage lain, secara padat banget.

    udah gitu, pas bubaran jason mraz mau ke stage lain, sux banget, jalanan sempit, arus lalu lintas pengunjung ga jelas.

    sux!

    * mumpung di blog yang boleh ngesux, curcol *

  3. @apey, yoih… saya ngeliput mulai jumat sampai minggu.

    gak ketemu mungkin krn begitu banyak penonton dan juga para peliput πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *