Membawa Indonesia ke Mozilla Festival di Inggris

Setahun lebih telah berlalu namun kenangan menghadiri Mozilla Festival masih cukup segar dalam ingatan.

Ya, tahun lalu saya diundang ke Mozilla Festival 2013 di London, Inggris.

Mozilla Festival (MozFest) adalah festival tahunan yang mempertemukan orang-orang dari seluruh dunia yang bersemangat untuk saling belajar dan membantu membentuk masa depan web melalui berbagai sesi praktik langsung yang produktif selama tiga hari.

Bisa dibilang, koreksi jika saya salah, tahun lalu merupakan pertama kalinya ada wakil dari Indonesia yang mendapat undangan (termasuk transportasi, akomodasi, dan visa) menghadiri Mozilla Festival sejak acara itu diselenggarakan mulai tahun 2010 (awalnya menggunakan nama Drumbeat Festival).

Dari Indonesia sebenarnya ada dua orang yang diundang ke Mozilla Festival 2013. Yaitu, saya dan Yoe One Ariestya Niovitta.

Setelah sempat kebat-kebit, karena kabar kepastian visa baru saya terima kurang dari 24 jam sebelum waktu keberangkatan, akhirnya kami tiba di Bandara Heathrow London (LHR), Inggris (via Hong Kong) pada 24 Oktober 2013 sebelum pukul 6 pagi waktu setempat.

Hari itu agenda acara tidak padat. Hanya ada pertemuan para volunter lokal dan Mozilla Representative yang berlangsung di kantor Mozilla London. Acara resminya baru dimulai pada keesokan hari di lokasi berbeda.

MozFest 2013 diadakan di kampus Ravensbourne University, tempat yang sama sejak Mozilla Festival diadakan di Inggris mulai tahun 2011.

Lokasi Ravensbourne yang menjadi tempat berlangsungnya MozFest 2013 tergolong strategis. Selain bersebelahan dengan arena konser 02 yang terkenal itu, juga hanya butuh waktu sekitar lima menit berjalan kaki dari stasiun kereta bawah tanah (London Underground) North Greenwich.

MozFest 2013

Gedung kampus Ravensbourne yang super keren membuat suasana MozFest semakin menyenangkan. Kelas-kelas yang bisa diikuti oleh peserta nyaris tanpa sekat.

Memang terlihat ada beberapa sekat tapi itu pun hanya sekadar untuk membedakan antar kelas yang diadakan di ruangan terbuka yang agak besar. Peserta dapat dengan bebas memilih sesi yang diminati setiap saat. Jauh dari suasana formal.

Oh ya, kami berdua diundang ke London bukan sekadar sebagai volunter atau peserta biasa saja. Seperti di Mozilla Summit 2013, untuk Mozilla Festival 2013 kami juga diminta menjadi fasilitator.

Pada hari ke-2 Mozfest 2013, tepatnya Sabtu, 26 Oktober 2013, kami mengisi sesi Maker Party bersama perwakilan Hive Learning Networks dari seluruh dunia dan beberapa organisasi lain.

Ini bukan Maker Party biasa. Maker Party di MozFest disebut sebagai puncak acara dari semua Maker Party yang diadakan di seluruh dunia sejak beberapa bulan sebelumnya.

Dalam sesi yang berlangsung mulai pukul 15:00 hingga 18:00 waktu setempat, mewakili Hive Indonesia, kami mengajak para peserta terlibat dalam aktivitas merangkai mainan kertas (paper toy) KUMI. KUMI adalah maskot Komunitas Mozilla Indonesia.

Meskipun sudah menduganya sebelumnya namun saya tetap terkejut dan sangat senang ketika menjumpai antusiasme yang luar biasa dari para peserta MozFest terhadap KUMI.

Tidak hanya anak-anak saja yang berkunjung ke meja Hive Indonesia. Banyak juga orang dewasa yang mampir untuk mencoba langsung merangkai KUMI bersama kami. Bahkan ada sejumlah pengunjung yang rela antre menunggu kursi kosong karena tempatnya memang terbatas.

Bahagia, terharu, dan bangga rasanya melihat semua itu. Mungkin bagi sebagian orang ini agak berlebihan tapi memang demikian yang saya rasakan. Apalagi mereka tampak serius dan bersemangat dalam melipat dan mengelem potongan-potongan sosok KUMI yang mengenakan kostum tim nasional sepak bola Indonesia bergambar Garuda Pancasila.

Syukurlah hingga Maker Party berakhir sekitar pukul 6 petang waktu setempat, semuanya berjalan lancar. Bahkan sebelum acara selesai, sekitar 200 set paper toy KUMI yang kami bawa dari Surabaya sudah habis duluan diserbu para pengunjung.

Hari itu kami melangkah keluar dari lokasi MozFest dengan hati yang lega, bahagia, terharu, dan bangga. Terima kasih kepada Viking Karwur yang membantu mempersiapkan lembaran paper toy KUMI dan Salazad sebagai desainer paper toy.

Keesokan harinya, Minggu, 27 Oktober 2013, saya berpartisipasi dalam sesi “Connect Your City” bersama Hive Learning Networks.

Dalam kesempatan itu, saya (mewakili Hive Indonesia/Hive Surabaya) diminta berbagi cerita mengenai pengalaman bekerja sama dengan pemerintah kota Surabaya ketika mengadakan Maker Party Hive PopUp 2013 di Surabaya yang dihadiri oleh Direktur Eksekutif Mozilla Foundation Mark Surman.

Mendapat kesempatan untuk berbagi kreativitas, inspirasi, dan pengalaman dari Indonesia di acara internasional seperti MozFest merupakan sebuah pengalaman berharga bagi saya.

Saya, dan tentunya Yoe juga, sangat bangga bisa membawa nama Indonesia ke acara sebesar Mozilla Festival 2013 di London, Inggris. Kami datang dan pulang dengan membawa kebanggaan sebagai wakil dari Indonesia.

Terima kasih kepada Mozilla Foundation dan Hive Learning Networks atas kesempatan luar biasa yang diberikan. Terima kasih panitia Mozilla Festival atas kerja samanya.

Ki-ka: Syafiq Mazli, Chris Lawrence, Mark Surman, Benny, Yoe One, dan Michelle Thorne.
Ki-ka: Syafiq Mazli, Chris Lawrence, Mark Surman, Benny, Yoe One, dan Michelle Thorne.
Print Friendly, PDF & Email

Baca juga:

12 comments on “Membawa Indonesia ke Mozilla Festival di Inggris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *