
Baru kemarin saya kembali membeli Kompas di kios dekat rumah, setelah beberapa hari belakangan ini tidak membacanya. Saya cukup kaget melihat bandrol harga di sebelah kanan atas yang sekarang berubah menjadi 3.500 rupiah! Terakhir saya beli, bandrolnya masih Rp 2.900,- yang berarti sekarang naiknya Rp 600 atau sekitar 20%! Sebelumnya Jawa Pos sudah terlebih dahulu menaikkan harga bandrol dari Rp 3.000,- menjadi Rp 3.500,- atau naik sekitar 16%.
Agak menyedihkan memang. Harga BBM saja belum naik tapi media cetak sudah berlomba-lomba menaikkan harga. Kabarnya sih kenaikan itu ada hubungannya dengan kenaikan harga kertas koran impor.
Bagi media cetak di Indonesia pada umumnya mungkin masih terbilang wajar jika sampai harus seketika menaikkan harga. Namun untuk surat kabar sebesar Kompas, rasanya ikut menaikkan harga merupakan sebuah langkah yang terlalu tergesa-gesa. Apalagi menaikkannya hingga 20% padahal kenaikan harga kertas koran impor hanya sekitar 13%!
Menurut saya, tidak seharusnya Kompas dan surat kabar lain yang (termasuk yang sering mengaku) sebesar Kompas menaikkan harga bandrolnya pada saat ini. Kenapa?
(more…)
Saudara saya dan keluarganya dari Aussie yang belum lama ini berkunjung ke Surabaya agak terheran-heran dan kagum ketika menjumpai beberapa ‘inovasi’ teknologi yang ada di sini. Salah satunya adalah countdown timer yang sudah terpasang di banyak traffic lights di Surabaya.
“It’s smart!” komentar suami saudara saya soal countdown timer itu.
(more…)
Hari Minggu kemarin, 27 April 2008, saya mengisi workshop fotografi dengan topik memaksimalkan penggunaan kamera saku digital. Yang agak lain dari biasanya, workshop kali ini diadakan di dalam sebuah toko buku, tepatnya di Trimedia Book Store, Pakuwon Supermall Surabaya.


Seperti pernah saya ceritakan, hampir semua pusat belanja di Surabaya mengkomersilkan toilet / WC alias menarik bayaran dari setiap pengunjung yang ‘terpaksa’ menggunakan fasilitas umum yang seharusnya digratiskan itu.
Biasanya untuk uang yang kita bayarkan, berkisar 500 atau 1000 rupiah, penjaganya akan memberikan selembar tiket sebagai bukti pembayaran. Biasanya pula tulisan yang tercetak di atas potongan kertas kecil itu hanya menggunakan satu warna dan tanpa blok warna. Pokoknya sekedar ada keterangan kalau itu adalah tiket toiletnya pusat belanja yang bersangkutan.
Nah, beberapa hari lalu (more…)
Beberapa hari belakangan ini saya kesulitan membaca dan mengirim email di Gmail dengan menggunakan koneksi XL 3G. Setiap kali setelah login dan mulai membaca email, tidak lama kemudian terjadi error. Ini tidak hanya terjadi ketika memakai browser Firefox. Saya coba pakai Opera juga begitu. Malah lebih parah lagi karena hanya bisa me-loading tampilan versi basic HTML-nya Gmail sebelum kemudian halaman menjadi blank ketika dicoba untuk membalas email…
![]()
Ya, saya memang seorang fotografer.
Ya, saya memang senang makan.
Ya, saya memang tercatat sebagai anggota milis Jalansutra.
Ya, saya memang bernama Benny Chandra.
Ya, saya memang memiliki domain BennyChandra.com
Tapi…
saya bukan orang yang tercatat sebagai fotografer dalam buku Kuliner Jalansutra 1 atau judul lengkapnya Kuliner Jalansutra: Tempat Makan Jakarta Tempo Doeloe.
(more…)

Senin kemarin ketika berkesempatan ngobrol dengan Dewi Lestari alias Dee soal proyek Rectoverso-nya, saya sempat menyinggung mengenai situs webnya, DewiLestari.com.
Beberapa minggu lalu, situs webnya itu sempat ‘terbuka untuk umum’ sebelum akhirnya ‘ditutup’ dengan pesan “Coming Soon… DewiLestari.com“. Katanya sih, hingga saat ini situs webnya belum benar-benar siap. “Waktu itu sebenarnya hanya untuk dilihat kalangan kita-kita saja, namun sepertinya ada juga orang lain yang bisa mengaksesnya,” kata Dee.
(more…)