Unboxing Poco X3 NFC

Saya termasuk orang yang berpendapat bahwa Poco X3 NFC menawarkan kombinasi spesifikasi dan harga ponsel kelas menengah yang paling menggoda pada tahun 2020 ini, yang sayang jika dilewatkan begitu saja.

Ponsel rilisan Xiaomi yang menyandang label “dibuat di Indonesia” ini hadir dengan kemasan kotak warna hitam solid. Tampilan kotaknya terlihat minimalis. Sedikit misterius.

poco x3 nfc

Pada kotaknya, tidak terpasang gambar ponsel atau ilustrasi apa pun. Di bagian depannya pun hanya ada tulisan POCO X3 NFC warna kuning mencolok. Cukup bikin penasaran untuk segera membuka kotaknya.

Ada apa saja di dalam kotak itu?

Ada ponsel Poco X3 NFC (tentunya!), adapter atau charger, kabel USB tipe-C, ejektor kartu SIM, sarung ponsel. Selain itu, masih ada juga panduan pengguna dan kartu ucapan dari bos Xiaomi Indonesia.

Sayangnya sarung ponsel transparan yang disertakan terbilang kurang bisa melindungi pinggiran kamera Poco X3 NFC yang berbentuk unik ini. Perlu berburu sarung ponsel tambahan yang lebih sesuai.

Satu lagi, tulisan POCO berukuran besar yang melekat pada bagian belakang ponsel, terasa cukup mengganggu pemandangan.

Ponselnya sendiri terasa cukup mantap ketika digenggam. Lumayan.

Ketika mulai dinyalakan, proses penyetelan dasar ponsel Poco X3 NFC buatan Indonesia ini tidak banyak makan waktu. Cukup singkat.

Di dalamnya terlihat bahwa Poco Launcher versi 2.0 dan MIUI versi 12 telah tertanam di ponsel ini untuk menunjang sistem operasi Android 10.

Sampai di situ, proses buka kotak ini pun selesai. Ponsel Poco X3 NFC sudah bisa langsung digunakan!

Selengkapnya, video proses buka kotak (unboxing) ponsel Poco X3 NFC ini bisa ditonton di saluran YouTube saya.

Simak juga video lain yang ada di
https://youtube.com/bennychandracom

Terpesona dengan Mal Bertema di Bangkok

bangkok

Ini di salah satu stasiun London Underground? Bukan. Ini hanya foto di koridor menuju toilet yang ada di Terminal 21, Bangkok, Thailand beberapa waktu lalu.

Mal tersebut memang interiornya unik. Tema mal di bilangan Asok itu sebenarnya adalah terminal di bandar udara, tetapi setiap lantainya punya tema sendiri-sendiri. Yaitu, kota-kota terkemuka di dunia yang menjadi tujuan wisata.

Mulai dari San Francisco, London, Paris, Tokyo, Istanbul, hingga Roma, ditambah dengan tema Hollywood di bagian lantai yang ada bioskopnya.

toilet hollywood

Menghadirkan suasana dan miniatur ikon khas dari berbagai kota terkenal seluruh dunia di satu tempat memang bukan hal baru. Sudah banyak yang melakukannya di mana-mana, termasuk di Indonesia. Namun, apa yang dihadirkan di mal ini agak berbeda dan bikin saya terkesima.
Read More

Patung Baja Hitam Bercerita

Salah satu hal yang menonjol dalam wisata di Penang adalah Penang Street Art. Selama ini, mungkin banyak turis yang menyangka jika seni jalanan Penang hanya sebatas menyangkut karya seni berbentuk mural saja. Terutama mural-mural yang tersebar di daerah Lebuh Armenia dan sekitarnya di George Town, Penang. Saya termasuk yang sempat menyangka seperti itu. Padahal tidak demikian.

penang

Seni jalanan yang tergolong khas Penang sebenarnya tidak hanya tentang mural saja, tetapi juga patung yang terbuat dari baja batangan berwarna hitam. Ternyata cukup banyak patung baja hitam yang bisa ditemui di George Town. Bahkan letaknya pun berada di lokasi-lokasi yang berdekatan dengan mural-mural terkenal.

penang

Read More

Reuni dengan Guru Sinlui yang Paling Berpengaruh

Dalam Reuni St. Louis 1994 pada 3 Agustus 2019 lalu, saya berkesempatan bertemu lagi dengan salah satu guru yang paling berpengaruh terhadap diri saya. Beliau adalah FX. Arie Soeprapto yang dulu pernah menjadi Guru Seni Musik dan Pembina ekstrakurikuler Fotografi dan Paduan Suara di SMA Katolik St. Louis 1, Surabaya.

reuni pak yapi

Dari Pak Yapi, demikian beliau biasa dipanggil, saya banyak belajar seluk-beluk dunia fotografi. Mulai dari teknik dasar memotret, cuci dan cetak film hitam putih secara manual, tips berburu dan menyiapkan foto untuk ikut lomba dan salon foto, hingga memotret acara-acara. Beliau tidak pelit berbagi ilmu dan pengalaman. 📷📸🏆
Read More

Satu-satunya Layanan Gojek Tanpa Go?

paylater-go

Ketika beberapa hari lalu garis waktu di Twitter ramai dengan komentar dan iklan tentang logo baru Gojek, saya jadi tertarik mencari informasi soal itu di situs webnya. Di situs webnya, selain logonya, terlihat deretan ikon dari berbagai layanannya juga ikut berubah. Dari situ saya malah baru menyadari bahwa ternyata ada satu layanan yang tidak dilekatkan prefiks atau awalan Go di depan namanya. Apakah itu?

Layanan itu tertulis sebagai PayLater, bukan GoPayLater. Nama tersebut langsung terlihat berbeda di antara layanan-layanan Gojek seperti GoRide, GoCar, GoFood, GoPay, GoTix, dan lain-lain. Apakah berarti PayLater adalah satu-satunya layanan Gojek yang tidak pakai prefiks “Go”? Untuk saat ini tampaknya demikian.

Padahal selama ini Gojek terbilang paling konsisten menyematkan prefiks “Go” dalam penamaan nama layanan jika dibandingkan merek lain. Sehingga nama layanan PayLater itu jadi terlihat agak aneh. Apalagi beberapa merek lain yang punya layanan bernama sama justru menyematkan merek mereka. Sebut saja seperti OVO PayLater.
Read More