
Kemarin di Kompas edisi Minggu, saya melihat ada iklan tabloid Nova edisi terbaru. Di sampulnya ada tulisan besar: “Eksklusif DEWI SYOK DIGUGAT CERAI!”
Bukan, kali ini saya bukan mau bergosip-ria soal rumah tangga artis. Saya hanya tertarik pada penggunaan kata “syok” pada judul tersebut.
Awalnya, saya sempat menduga kata “syok” itu tidak baku dan hanya diambil begitu saja dari kata dalam bahasa Inggris “shock“. Untuk memastikannya, saya coba cek di Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi cetak (Edisi Ketiga… ya ya ya, saya belum punya Edisi Keempat-nya) dan juga Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring.
Eh, ternyata ada lho… Kata “syok” memang tercantum di situ. Di edisi cetaknya ada pada halaman 1115.
Mau tahu artinya? Jangan syok eh kaget ya…
syok a cak 1 sangat menarik hati; indah sekali; 2 sangat tertarik hatinya; sangat suka (akan); 3 berlagak (kaya, tahu, dsb); berpura-pura
Jika arti tersebut dikaitkan dengan judul di tabloid Nova tadi, apakah cocok ya? Hmmm…
13/06/2008 16:05 WIB
BBM Naik, Warga AS Goes Sepeda
Rita Uli Hutapea – detikcomWashington – Dampak kenaikan harga BBM juga dirasakan sebagian warga AS. Bahkan demi penghematan, mereka kini menggoes sepeda untuk pergi ke tempat kerja.
…
Membaca potongan salah satu berita di detikcom sore ini membuat saya tersedak (sedikit berlebihan memang, tapi daripada saya ngaku kalau saya ngakak sampai sakit perut, bukannyakah itu kurang sopan?
).

Kembali ke soal “menggoes”. Saya baca di sumber terjemahannya, tidak terdapat kata “menggoes” ataupun “goes”. Jadi, sebenarnya apa artinya “menggoes”? Mungkin ini semacam ‘persaingan’ dalam menambah perbendaharaan kata? Pasalnya, awal Juni 2008 lalu Tempo Interaktif juga memperkenalkan ‘kata baru’: “melounching“.

Benny Chandra is a blogger, photographer, web designer, and freelance journalist. Living in Surabaya, East Java, Indonesia. More »