12 Film Komedi Paling Berpengaruh

aplaus-comedy12

Hari ini saya diberitahu oleh redaksi tabloid Aplaus The Lifestyle bahwa edisi terbaru yang memuat artikel saya sudah terbit. Sayangnya, versi cetaknya yang dikirimkan ke alamat saya, hingga hari ini belum saya terima. Karena penasaran, saya coba cek ke situs webnya Aplaus The Lifestyle. Eh, ternyata memang artikel terbaru saya sudah muncul di situ. Horeee… ๐Ÿ™‚

Adalah 12 Film Komedi Paling Berpengaruh yang menjadi judul artikel saya kali ini untuk tabloid terbitan dari Medan itu. Isinya soal 12 film komedi keluaran tahun 90an sampai awal 2000an yang menurut saya memberikan pengaruh bagi film-film komedi selanjutnya.

Bagaimana menurut kamu? Mungkin kamu punya versi sendiri? ๐Ÿ™‚

ยป

Alasan Kenapa The X-Files 2 Belum Diputar di Surabaya

Sebenarnya soal kenapa film The X-Files 2 tidak diputar di bioskop di Surabaya berbarengan dengan Jakarta dan beberapa kota lain sudah saya tanyakan ke 21cineplex.com. Namun hingga saat ini belum ada tanggapan. ๐Ÿ™

Akhirnya, karena penasaran, tadi coba telepon seorang teman lama yang sepertinya tahu banyak soal film-film yang diputar di Surabaya. Dari obrolan singkat tadi, saya sempat mengorek info bahwa ternyata belum diputarnya film The X-Files 2 di Surabaya karena dianggap calon penontonnya terbatas atau tertentu saja, tidak dari kalangan umum seperti The Dark Knight, misalnya. Begitu juga dengan Sex and the City yang sampai sekarang juga belum diputar di Surabaya.

Jadi, kapan The X-Files 2 atau The X-Files: I Want to Believe bakal diputar di Surabaya? Jawabannya: “Belum tahu.” ๐Ÿ˜ฅ

Eh, tapi The Mummy 3 bakal diputar besok lho! Padahal menurut IMDb, jadwal resmi pemutaran film itu di Indonesia adalah 6 Agustus 2008. Horee… ๐Ÿ™‚

ยป

Nonton Si Big Red Sebelum Basi

hellboy
Agak aneh ya sistem pemutaran film di bioskop di Indonesia. Kadang jadual main sebuah film bisa berbarengan dengan jadual di bioskop negara-negara besar, tetapi tidak jarang sebuah film akhirnya main di bioskop-bioskop jaringan 21 setelah versi VCD / DVDnya sudah hampir dirilis atau malah sudah ada di toko-toko duluan… ๐Ÿ˜ฏ

Itulah yang terjadi dengan film Hellboy, yang menjadi pilihan Midnite Lovernya 89.7 HRFM Surabaya edisi Sabtu kemarin (24 Juli 2004). DVDnya udah mau dirilis 27 Juli 2004 besok, eh 21 Cineplex baru mau putar minggu ini….

Meskipun secara jadwal pemutaran film itu tergolong super basi, untungnya kualitas film itu sendiri gak basi dan gak garing! ๐Ÿ˜‰ Awalnya, gw sempat under estimate terhadap film soal si Big Red itu. Gw tidak banyak berharap soal efek dan setting yang wah. Eh, ternyata… asik juga lho setting, efek, dan pencahayaan yang ada di film itu. Seru!

Di samping itu, gw masih punya beberapa catatan lain:

  • Kisah awal si Big Red digambarkan terjadi pada tahun 1944 dan dikawal setting yang wah dan serba canggih… Sepertinya kurang nyambung ya? Tahun segitu emangnya udah ada peralatan secanggih yang dimunculkan di film itu? ๐Ÿ™„
  • Yang dimunculkan sebagai lawan si Hellboy adalah monster! Buset! Gw kok jadi ingat film tempo dulu macam Megaloman dan Gaban ya?! ๐Ÿ˜ˆ :mrgreen: Gak ada jenis musuh lain apa ya?!!! ๐Ÿ˜›
  • alur cerita yang kurang greget dan mudah ditebak… ugh! ๐Ÿ˜ˆ

Mudah-mudahan sekuelnya yang akan dirilis tahun 2006 nanti bisa lebih baik! Gw tunggu lho! ๐Ÿ˜‰ ๐Ÿ˜ˆ

ยป

The Day Before Today and Yesterday

Weekend kemarin seru deh! Sabtunya, gw sama istri ke Plaza Tunjungan, makan di Mi Bakom. Pulangnya mampir di McD Darmo pesan item-temnya yang serba 5000+PPN itu, kayak beefburger, regular fries, chicken nugget, milo, dan orange juice. Nyam.. nyam.. nyam.. kenyang! ๐Ÿ˜€ Sebenarnya, pulang dari McD kita mo mampir Martabak Holland, tapi udah keburu tutup…

Besok Minggunya, kita berdua bareng Lucky, Yanti, Ian, dan Sisco (si turis dari Amrik) jalan ke Supermall / PTC. Sempat-sempatnya kita makan dulu di Bakmi Naga sebelum nonton The Day After Tomorrow padahal waktunya udah mepet bgt dengan jam mainnya… ๐Ÿ˜€ Hasilnya, sempat ketinggalan dikit bagian depan film itu… ๐Ÿ™ ๐Ÿ˜ฅ

Karena si Sisco mo nyari oleh-oleh buat istrinya, akhirnya kita pencar. Gw dan istri masih jalan-jalan dulu. ๐Ÿ˜€ Kita sempat mampir di de plaats yang jualan panekuk, tidak terlalu enak sih… hitung-hitung nyoba cafe baru aja… Abis itu lanjut liat-liat PTC yang isinya masih banyak yang kosong dan sepi itu (hiih.. syerem). PTC itu sepertinya mo dibikin kayak Pasar Atum ‘kali ya, abis liat banyak stan yang mirip dengan yang ada di Pasar Atum. Tetapi, apa bisa rame ya? ๐Ÿ˜‰

Terakhir, sebelum cabut, kita ke matahari dan Market Place. Wuih, what a nice weekend! ๐Ÿ˜€

Btw, filmnya sendiri top banget deh! Seru! Apalagi setting-nya, wuih asik banget. Paling seru liat gimana gedung-gedung pada membeku… ck ck ck! Om Roland Emmerich jago deh! Sayangnya, konflik-konflik kecil yang ditampilkan terkesan hanya sebagai tempelan aja.. seperti soal (kenapa hanya) serigala yang lepas dari kandang…

Btw, gw kok sempat merasa ada adegan yang ‘aneh’ banget pas diliatin heli yang lewat di gedung Capitol Record… ukuran helinya sama besar dengan ukuran gedung… salah pasang miniatur heli atau gw salah liat ya? ๐Ÿ˜€

Gimanapun, film itu tetap RECOMMENDED deh! Kalo sempat, gw pengen nonton lagi! ๐Ÿ˜‰

ยป