Kemungkinan besar toko-toko kaset & CD di sini macam DT kudu sedia trolly (paling gak keranjang belanja kayak di supermarket) dan cafe di dalamnya (karena banyak yang bakal nongkrong lama-lama) kalau niru jurusnya Virgin Megastore cabang London ini. π
Anggaran beli kaset/CD/VCD juga bisa meningkat nih… he he he 
2003
Hasil MPPC 2003
Ternyata Mossaik Press Photo Contest 2003 sudah kelar penjuriannya, tepatnya 8 Desember kemarin sudah dipilih pemenangnya. Ada Deni Sugandi (Bandung), Pandji Vasco da Gama (Solo), dan Feri Arianto (Surabaya) yang terpilih sebagai pemenangnya. Selamat ya! Sayang gue bisa gak ikutan karena gak sempat ‘hunting’ π
Oh ya, ada beberapa catatan mengenai lomba foto itu, seperti yang diinformasikan Pak Hendro ‘Mossaik’ Dwijo Laksono dalam press release yang dikirim kemarin dulu. Apa saja? Simak deh.
- Hingga tanggal 1 Desember 2003, karya yang sampai di meja panitia mencapai 456 foto. Jumlah ini didapat dari 206 peserta yang mengirim 1 s/d 3 foto.
- Peserta adalah fotografer Indonesia, baik freelance maupun fotografer yang terikat atau bekerja pada sebuah media massa serta masyarakat umum.
- Dari catatan panitia, mereka berasal dari 36 kota. Diantaranya Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Solo, Aceh dan lain-lain.
- Penjurian dilakukan pada tanggal 8 Desember 2003, di Gedung Baru Suara Surabaya Media, lantai 1, dari jam 10.30 WIB s/d 16.00 WIB.
- Adapun juri kontes ini adalah : Oscar Matulloh (Galeri Foto Jurnalistik Antara), Nicolas Cornet (Foto jurnalis Perancis) dan Mamuk Ismuntoro (Fotojurnalis Mossaik).
- Kamis, 11 Desember 2003, ke tiga pemenang sudah menyerahkan bukti otentik untuk mendukung validitas karya yang dilombakan. Ketiganya sudah menyerahkan klise foto pada panitia, dan berdasar pemantauan dari panitia, ketiga bukti dari peserta dinyatakan sah. Dengan demikian, nama tiga pemenang di atas sudah sah dan tidak dapat diganggu gugat lagi.
- 74 foto pilihan akan dipamerkan pada tanggal 26 Desember – 4 Januari 2004 di Atrium Plasa Tunjungan IV Lantai UG.
Lain kali bikin lagi ya! π
Ngobrol Etiket Bermilis 30-an Menit
Seperti dugaan gue, ngobrolin soal “Etika Bermilis” tidak cukup hanya dalam waktu 30-an menit. Itulah yang terjadi pas tadi sore gue onair di TReMM-nya HardRockFM Surabaya bersama Mas Novel dari CCI. Bisa dibilang kita hanya sempat menyinggung 2-3 hal saja seputar etika atau sopan santun dalam ikutan milis. Rasanya kurang lega ‘gitu… π π₯
Sebenarnya sih kalau dilihat dari jam tayangnya dari 17.00-18.00, jatahnya sih 1 jam tapi setelah kepotong lagu (yang banyak banget), iklan, dan lain-lainnya, jadinya tinggal sekitar 30-an menit waktu efektif kita buat ngobrol soal IT. π Itupun sudah termasuk menjawab pertanyaan dari penelpon. Ya, mau gimana lagi kalau waktu yang disediakan cuma segitu. π I hope someday they will change the rules & duration (when I still there as co-host). :help: π
Anda Takut Apa?
Anda takut atau phobia dengan ketinggian (atau bisa juga disebut Acrophobia, Altophobia, Batophobia, Hypsiphobia atau Hyposophobia), air (Hydrophobia), atau kegelapan (Achluophobia)? Atau takut terbang dengan pesawat (Aviophobia / Aviatophobia) seperti si Dhani ‘Dewa’? Itu mah tergolong masih kelas ‘ringan’. π
Bagaimana dengan orang yang menderita Cathisophobia/Thaasophobia (takut duduk), Ecophobia (takut rumah), atau Venustraphobia (takut dengan cewek cakep)? Kebayang gak? Tapi beneran ada lho. Dan masih banyak jenis ketakutan lain yang aneh-aneh… π― β
Gak percaya? β‘ Coba ke The Phobia List deh. Siapa ngerti bisa ketahuan sampeyan sebenarnya takut sama apa aja… π‘ 
Kasus Mirip ‘KilkBCA’ Timpa HSBC
Kasus yang terjadi dengan situs webnya BCA (KlikBCA) beberapa waktu lalu, sekarang sedang menimpa HSBC. Menurut berita ini, sebuah situs web dengan domain www.hkhsbc.com dilaporkan membuat tampilannya mirip dengan situs web HSBC yang asli (www.hsbc.com.hk) dan meminta nasabah yang masuk ke situ untuk memasukkan username dan password mereka.
Agak berbeda dengan kasus KlikBCA, hingga kini masih belum jelas siapa pelakunya kali ini. Ada yang mau ngaku?
Nyoba Slackware Live CD
Harusnya Slackware-Live CD (yang sedang dalam proses ganti nama jadi Linux-Live) sangat menarik. Karena hanya dengan mendownload file isonya, membakarnya menjadi CD, dan kemudian boot dari CD itu, kita sudah bisa merasakan bagaimana ber-Linux-ria tanpa harus bikin partisi, instal, dan setting satu persatu di komputer kita. Cukup dijalankan dari CD-ROM aja. Apalagi untuk disk space-nya cuma butuh sekitar 200MB (bandingkan dengan Knoppix yang butuh 700MB) sehingga kalau mau, cukup diburn dalam CD yang ukurannya kecil saja. π
Tadi gue udah coba sih. Memang asyik juga, bisa coba nuansa console dan xwindow-nya. Apalagi di dalamnya sudah termasuk program-program dasar macam KOffice 1.2.1, Kopete 0.7.1, midnight commander 4.6.0, mplayer 1.0pre1, Konqueror, dan lain-lain. Ada juga sejumlah game yang bisa dimainkan (KDE games). π
Sayangnya, gue masih belum bisa menyetingnya untuk konek ke Internet. Padahal sudah ngeset sesuai dengan pentunjuk di FAQ-nya. π Mungkin ada yang bisa bantu? π