2005

Seberapa Panjang Sih Durasi Film di “Janji Joni”?

Janji JoniSeberapa panjang sih durasi film di “Janji Joni“? Ya, ini bukan salah ketik. Bukan seberapa panjang durasi dari film “Janji Joni”, melainkan seberapa panjang durasi film yang ada di di “Janji Joni” sehingga selama film itu diputar, sang pengantar rol film masih sempat-sempatnya melakukan berbagai kegiatan seperti nyeberangin orang buta, ngejar maling sepeda motor, terpaksa ikut nganterin istrinya sopir taksi ke rumah sakit bersalin hingga proses ngelahirin, pingsan, berperan jadi figuran film, bantu orang yang (pura-pura) dijambret, ngejar maling tas, ngeband, dikejar orang sekampung karena disangka, ngobrol sama seniman gila, dan lain-lain? Padahal itu semua masih ditambah dengan durasi dari rol film terakhir yang masih dibawa ke mana-mana tadi itu oleh si pengantar rol film. Asal tahu saja, film “Janji Joni” sendiri hanya berdurasi 85 menit! 😈 πŸ˜†

Biarlah kita bertanya-tanya dengan seberapa panjang durasi film yang sedang diputar di bioskop tempat Joni (Nicholas Saputra) bekerja. Dan semakin bertanya-tanya dan terheran-heran ketika pada adegan Joni akan menolong Voni (Rachel Maryam) yang sedang (pura-pura) mempertahankan tasnya dari penodong, ia sempat berkata kalau waktunya tinggal 30 menit lagi biar bisa tiba di bioskop tepat waktu, padahal setelah itu ia masih harus mengejar Voni yang membawa kabur tasnya, mengorek info dari adiknya Voni (Dwiky Riza), ikutan ngeband, dan ngobrol dengan si seniman gila yang bandar maling (Sujiwo Tedjo). Biarlah. 😐

Mungkin bagi sutradara dan penulis naskahnya (Joko Anwar) yang lebih penting adalah bagaimana menggambarkan perjuangan Joni dalam menepati janjinya kepada seorang cewek cakep (Mariana Renata) yang baru dikenal di lobi bioskop. Agar si cewek cakep mau memberitahu namanya, Joni berjanji gak akan telat ngantar rol film yang hari itu akan ditonton si cewek bersama Otto (Surya Saputra), pacarnya yang arogan.
Continue reading…

Nikon D50 Preview

Nikon D50 Preview: Wow, akhirnya dirilis juga DSLR versi lite-nya Nikon D70 itu! Cukup menggoda meskipun tanpa kehadiran beberapa fitur. Harganya yang lebih murah ketimbang D70 jadi faktor utama πŸ˜‰ Buat back-up pas ada order motret boleh juga nih… Sayang, lagi bokek πŸ™

Google – My Search History

Google – My Search History: My Search History lets you easily view and manage your search history from any computer. Satu lagi fitur dari Google! Fitur yang ini berfungsi untuk mencatat hasil pencarian yang telah dilakukan. Syaratnya kudu login dulu! Kayaknya asik juga nih!

Posting Pertama dengan Zempt

Inilah posting pertama gw dengan menggunakan Zempt. Zempt adalah salah satu aplikasi untuk berblog secara offline (offline blog tool). Aplikasi macam begitu sangat cocok buat mereka yang menggunakan jenis koneksi dial up untuk terhubung dengan Internet. Kenapa? Karena untuk menulis posting atau catatan di blog, kita tidak perlu tersambung terus-menerus dengan Internet. Cukup diketik dulu secara offline, kemudian setelah selesai baru sambungkan kembali koneksi Internet dan klik tombol “Publish Edited Entry'”agar bisa terpasang di halaman blog. Lumayan kan buat penghematan… πŸ™‚

Sebenarnya beberapa tahun lalu gw sudah pernah menggunakan aplikasi sejenis, yaitu w.bloggar. Ketimbang w.bloggar, secara sekilas, nampaknya Zempt sedikit lebih unggul. Yang paling kelihatan, Zempt sudah mendukung multi categories, sehingga satu posting bisa dipasang pada beberapa kategori. Meskipun begitu, aplikasi ini bukannya tanpa kekurangan. Tidak seperti w.bloggar, dengan Zempt kita tidak dapat mengupload file atau foto langsung dari aplikasi ini. πŸ™

Oh ya, sebenarnya sejak awal Zempt dibikin untuk pengguna Movable Type (MT). Namun karena maka tidak masalah untuk dimanfaatkan oleh pengguna selain MT sejauh aplikasi tersebut sudah mengimplementasi standar xml-rpc dan Blogger API atau Metaweblog API atau Movable Type API. Misalnya, Blogger, pMachine, atau WordPress seperti yang gw gunakan. πŸ™‚