Photography

Goodbye JPG Magazine

jpg-logo

Beberapa menit lalu saya menerima sebuah e-mail dari JPG Magazine. Ternyata e-mail tersebut membawa kabar sedih mengenai nasib majalah yang selalu menawarkan hadiah uang $100 dan langganan gratis setahun untuk setiap foto yang dimuat itu.

Today is a particularly sad day for all of us at JPG and 8020 Media.

We’ve spent the last few months trying to make the business behind JPG sustain itself, and we’ve reached the end of the line. We all deeply believe in everything JPG represents, but we just weren’t able to raise the money needed to keep JPG alive in these extraordinary economic times. We sought out buyers, spoke with numerous potential investors, and pitched several last-ditch creative efforts, all without success. As a result, jpgmag.com will shut down on Monday, January 5, 2009.

Sebuah kisah sedih di awal tahun 2009 mengenai majalah fotografi yang didirikan oleh Derek Powazek sekitar tahun 2004 tersebut.

Btw, yang masih mau menyimpan kenangan dengan JPG Magazine, buruan unduh arsip digitalnya sebelum benar-benar ditutup.

Update:
Ada kabar terbaru soal nasib JPG Magazine.

We’re thrilled to say that because of you, we have multiple credible buyers interested in giving JPG a home. We will be keeping the site up after all, and hope to have a final update in the next week or so on who the acquirer will be.

Great! Semoga sukses deh proses akuisisinya. 🙂

Lomba Fotojurnalistik Terbaik 2008 Pilihan Tempo

Lomba Fotojurnalistik Terbaik 2008 Pilihan Tempo: Katanya sih batas waktu pengiriman adalah 1 Desember 2008 dan “terbuka untuk untuk setiap pewarta foto, baik sebagai pewarta foto tetap di sebuah media atau pun pewarta foto lepas, yang karyanya pernah dimuat di media cetak / online.” Eh, blogger gak bisa ikutan dong? Hadiahnya? Hanya berupa pemuatan di Tempo Edisi Khusus “Fotojurnalistik terbaik 2008 Pilihan Tempo”? Hmmm… *lirik si pemberi info*

Majalah (Terjemahan) Baru: Digital Camera Indonesia

dci01

Beberapa hari lalu, di tempat saya biasa menyewa buku dan majalah, saya melihat ada majalah baru dengan warna gambar sampul yang cukup menyolok. Setelah saya perhatikan lebih dekat, majalah Digital Camera Indonesia? 😯

Saya agak terkejut menjumpai kehadiran edisi Indonesia dari majalah fotografi asal Inggris itu. Tidak menyangka akan ada versi Indonesianya. Sebelumnya, saya sudah beberapa kali membeli majalah Digital Camera versi aslinya di toko buku Periplus. Terakhir harganya Rp 110.000,-. Kalau edisi Indonesia yang diterbitkan oleh Kompas Gramedia ini? Dibandrol 42.500 rupiah di atas kertas mengkilap. Murah? Tidak juga.
Continue reading…

Diwawancara SBO TV Soal Perkembangan Fotografi Digital

Kemarin saya diwawancara oleh krunya SBO TV (tv lokal Surabaya) soal perkembangan fotografi digital. Wawancara dilakukan di Hi-Tech Mall (THR) Surabaya, dengan meminjam sebuah toko yang menjual peralatan fotografi sebagai lokasi syuting.

Wawancara itu untuk keperluan materi acara The Gadget Plus, salah satu acara di SBO TV yang didukung oleh pihak Hi-Tech Mall. Katanya sih episode bertopik perkembangan fotografi digital itu untuk ditayangkan pada hari Minggu besok, 13 Juli 2008. Mudah-mudahan segmen wawancara dengan saya dianggap layak tayang. 🙂

Eh, tolong rekamin dong! :mrgreen:

Renee Olstead

Salah seorang bintang di Jakarta International Java Jazz Festival 2008 yang dua kali pertunjukannya selalu disesaki penonton. Selain kualitas suaranya yang memesona, bisa jadi karena penampilannya membawa ‘kesegaran’ tersendiri di antara para penampil lainnya di festival musik jazz yang berlangsung awal Maret lalu itu.

Berikut ini beberapa foto Renee Olstead yang baru sekarang sempat saya sortir, edit, dan upload 🙂

Renee Olstead
Renee Olstead. Photo by Benny Chandra

Continue reading…

Intimate Concert with Glenn Fredly in Surabaya

Jumat, 6 Juni 2008, lalu berlangsung sebuah konser tunggal bertajuk Intimate Concert with Glenn Fredly di SSCC, Supermal Pakuwon Indah, Surabaya.

Di atas panggung yang cukup besar, Glenn Fredly hadir menyanyikan sekitar 40 lagu. Selama hampir tiga jam, penampilannya cukup memukau meskipun penontonnya terhitung tidak banyak.

Sayangnya, tata lampu panggungnya kurang memberikan nilai tambah terhadap konser tunggal tersebut. Penataannya terkesan kurang maksimal. Tata suaranya sendiri sempat beberapa kali membuat suara Glenn tenggelam oleh suara musik yang lebih dominan sehingga agak mengganggu kenikmatan menonton sebuah konser tunggal. Duh! 🙁

Berikut ini adalah beberapa foto saat pertunjukan tersebut berlangsung.

Glenn Fredly

Continue reading…