Benny Chandra dot com

blogging without tagline since 2001

Dave Koz & Patti Austin

@ Java Jazz Festival, Jakarta.

Nathan King (Level 42)

@ Level 42 Indonesian Tour, Surabaya.

Jamie Cullum

@ Java Jazz Festival, Jakarta.

Archive for the ‘Media’ Category

Farawell Party of Guystalk!

Friday
Nov 26,2004

guy's talk

Kemarin gw diundang Bagus ke last edition party of Guystalk-nya 89.7HRFM Surabaya. Diundang makan-makan ya jelas gw gak berani ngelewatinnya.. he he he :mrgreen: Menunya cukup berlimpah pula. Ada nasi ayam goreng, bakso solo, kue, serta minuman kaleng! :plok:

Guystalk sendiri adalah sebuah acara mingguan di HRFM Surabaya yang selalu on air saban Kamis malam bersama Bagus dan Glenn, dengan mengusung topik-topik seputar obrolan cowok sekali. Topik-topiknya bisa dibilang seringkali nyerempet-nyerempet seputar sex! :twisted: Lengkapnya, seperti yang dikatakan dalam situs webnya:

Apa yang pengen Hard Rockers ketahui tentang laki-laki, cari di sini. Mau ngomongin soal musik, gaya hidup, olahraga, sex, ayuuk ah, ada di Guys Topic. Cewek yang mau kasih opini, ada segmennya sendiri: What She Says. Ada bonus tips kencan juga di Date Line.”

Semalam, edisi terakhir dari acara buat cowok itu nampaknya dibuat sedikit lain dari biasanya. Selain ada acara makan-makannya, juga siarannya dipindah ke ruang lobi yang ada di depan studio / ruang siaran. Narasumber yang dihadirkan pun cukup spesial. Ada Irgo dari J.W Marriot yang sempat terpilih sebagai salah satu Cowok Metrosexual Surabaya dan pemilik Bakso Solo (depan SMP 6 Surabaya) yang terkenal dengan bakso dan menu minuman-minuman spesialnya! :shock: Ada juga sesi ngasih testimonial dari sejumlah orang, termasuk gw! :mrgreen:
Oh ya, bicara soal edisi terakhir, hingga acaranya usai tidak disebutkan alasan atau latar belakang mengapa acara tersebut harus dibubarkan setelah berlangsung sekitar 3 tahun! :roll: Sengaja dibikin (sok) misterius? Bisa jadi! :razz:
Mau misterius atau gak, yang jelas gw hanya bisa bilang tengkyu atas makan-makannya.:mrgreen: Good luck buat Bagus (host), Glenn (host), dan Pio (produser). Thanks juga atas giftnya! :grin:

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.
Wednesday
Nov 17,2004

CFVD

Nama yang diusung oleh majalah baru keluaran Grup Gramedia (dengan bendera Elex) ini adalah CHIP Foto Video Digital, namun jangan keliru sampai keliru ya. Nama itu bukanlah jaminan lho kalau kita akan menemukan banyak artikel atau tips seputar membuat foto atau video digital di dalamnya. Bisa jadi hanya kekecewaanlah yang mencuat jika membeli majalah ini semata-mata dengan harapan mendapat sederet pelajaran soal memotret (pemandangan atau model, misalnya)! :cool:

Nama yang disandang memang mengandung kata “foto” dan “video”, tetapi kalau diperhatikan sebenarnya menu utama majalah ini justru bukan soal fotografi dan videografi melainkan lebih banyak mengenai seputar perkembangan kamera digital dan camcorder (kamera video)! :shock: Apalagi pernyataan Dedy Irvan, Managing Editor CHIP Foto Video Digital (CFVD), dalam kata pengantar di halaman 4 semakin menegaskan hal itu. “Tes dan review digicam, camcorder dan perlengkapan pendukungnya adalah menu utama di dalam majalah ini, ” katanya. :roll:
Kalau memang begitu, buat yang sudah terlanjur ’salah’ membeli ya dinikmati saja… :neutral: Memang sih majalah berbandrol Rp 29.800,- ini tergolong mahal dan tetap terasa mahal meskipun 100 halamannya semua full color dan ada bonus CD berisi sejumlah software dan foto-foto contoh. :sad: Namun, untuk yang barusan tertarik menggunakan kamera digital dan sedang berencana menukar kamera analognya ke versi digital, masalah harga tadi mungkin akan dapat dilupakan sejenak setelah membaca berbagai ulasan dan tes terhadap sejumlah kamera digital yang dimuat oleh majalah ini. :mrgreen: (more…)

Wednesday
Nov 10,2004

Kalau dipikir-pikir untuk menjadi seorang pahlawan dan idola itu sebenarnya modal utamanya sama: sikap. Pahlawan berani menentukan sikap untuk memperjuangkan kebenaran dan kemerdekaan. Seandainya sang pahlawan tidak berani bersikap rela berkorban, bisa jadi tidak akan ada tindakan kepahlawanan yang bisa dia lakukan. Seandainya para pahlawan tidak punya sikap yang tegas dan jelas, bisa jadi kisah-kisah kepahlawanan tidak akan pernah tercetak dalam buku-buku sejarah… Seandainya para pahlawan tidak punya sikap konsisten dan konsekuen dalam bertindak serta mudah terpengaruh, bisa jadi apa yang diperjuangkan tidak akan kunjung tiba.. :neutral:
Seseorang dianggap pahlawan bukan semata-mata karena dia punya tubuh sehat, kekar, dan tegap. Seseorang disebut sebagai pahlawan bukan karena punya bakat berpidato, menulis, menyanyi, baca pusi saja. Seseorang mendapat sebutan sebagai pahlawan bukan pula hanya karena kemana-mana mengusung bambu runcing, pistol, ataupun senapan. Namun, seseorang menjadi pahlawan karena sikapnya! :cool:
Bagaimana dengan idola? :wink:
Sama saja! Seseorang bisa menjadi idola bukan semata-mata karena tampang keren dan tubuh seksi. Seseorang pantas dijadikan idola bukan juga karena punya bakat-bakat tertentu seperti menyanyi, menari, atau akting saja. Seseorang patut disebut sebagai idola tidak juga hanya karena mampu meraih angka tertinggi dari jumlah sms yang masuk dalam polling acara-acara reality show di tv swasta. :wink:
Adalah sikaplah yang bisa menjadikan seseorang menjadi idola! Sikap percaya diri, rendah hati, bersemangat, konsekuen, konsisten, dan profesional adalah sederet modal dasar dan utama menjadi idola. Tidak jauh berbeda dengan syarat disebut sebagai pahlawan. Tanpa modal sederet sikap itu, janganlah berharap menjadi idola yang sebenarnya. :music:

Contoh mengenai bagaimana sikap menjadi ukuran kesuksesan seseorang menjadi idola atau tidak bisa dilihat dalam kasus Joy Tobing yang sedang hangat diberitakan di media-media massa. Joy, sebagai pemenang ajang Indonesian Idols yang notabene adalah (calon) idola baru, mungkin tidak menyadari hal itu. Sikapnya yang tiba-tiba hendak memutus kontrak dengan Indomugi Pratama (IP) Entertainment (manajemen artis untuk finalis Indonesiaan Idol yang ditunjuk Fremantle Media, pelaksana Indonesian Idol) jelas bukan sikap seorang (calon) idola. Kenapa? Pasalnya, ia telah menandatangani kontrak dengan pihak IP sebelum keluar sebagai pemenang. So, suka atau tidak suka dan baik atau jeleknya penanganan dari pihak IP sendiri terhadap artis yang dikontrak, bagaimanapun juga kontrak sudah ditandatangani dan sudah seharusnya kedua belah pihak konsekuen terhadap isi kontrak!. :cool:
Kalaupun memang dari awal katanya sudah tidak sreg dengan isi kontrak, seharusnya Joy tidak perlu menandatanganinya (seperti halnya Helena dan Nania) meskipun konsekuensinya (mungkin) harus puas tidak menjadi pemenang, karena pada dasarnya sang pemenang diwajibkan bergabung dengan manajemen artis yang ditunjuk penyelenggara.

Di samping itu, sikapnya yang ingin melibatkan keluarga untuk bersama-sama dengan IP mengurusinya terlihat agak kurang profesional dan lagi-lagi tidak konsisten dan konsekuen. Apalagi menurut Indriena (General Manager Asia Fremantlemedia), hal tersebut jelas tak bisa dipenuhi mengingat untuk terlibat dalam ajang World Idol, salah satu persyaratannya adalah kontestan harus disalurkan oleh manajemen talent yang sudah ditunjuk dan disepakati.

Lagipula, kenapa hal itu tidak disampaikan sebelum ia diputuskan jadi pemenang? Kenapa baru belakangan ini? Kenapa baru mempersoalkannya setelah keluar sebagai pemenang Indonesian Idol? :roll: Sudah begitu, hingga sekarang masih belum jelas keputusannya. Apakah memang ingin benar-benar keluar dari IP, sekedar menggertak, atau tidak? Nampaknya sekarang malah ragu-ragu

Suka atau tidak suka, sikap seperti itu jelas mengganggu perjalanannya sebagai (calon) idola. Setidaknya, yang sudah kelihatan saat ini, kesempatannya untuk tampil di ajang yang lebih luas seperti World Idol menjadi kecil kemungkinannya. Seperti kata Indriena Basarah (GM Asia Fremantlemedia): “Menjadi idola tidak hanya sekedar pandai menyanyi, tapi juga harus menunjukkan sikap dan prilaku yang menjadi panutan.” :wink:
Yang juga tidak bisa dihindari adalah kesan tidak profesional (karena ingin memutus kontrak) dan seakan “kacang lupa akan kulitnya”:wink:
Sekali lagi, menjadi pahlawan dan idola itu adalah urusan sikap! Mau jadi pahlawan atau idola? Tentukan sikap yang sesuai dulu dong ah! :music:

Text Link Ads

Sudah Malak, Minta Dicium Pula!

Sunday
Nov 7,2004

… petugas itu meminta kembali uang Rp 250.000 atau dollar Australia. Lalu kami mengatakan bahwa kami adalah relawan di sebuah organisasi di Indonesia sehingga tidak mempunyai pecahan dollar, tetapi hanya memiliki rupiah. Setelah itu kami menawarkan Rp 50.000 dan ditolak. Lalu dia mulai berkata dengan perkataan yang tidak sopan, “Kamu cantik sekali. Saya suka sama kamu,” dan bertanya tentang status perkawinan kami.

Meskipun merasa marah, kami tetap menjawab pertanyaan polisi itu dengan mengatakan bahwa akan menikah dengan warga Australia. Setelah mendengar jawaban itu, polisi tersebut tampak kelihatan agak takut. Pada saat itu ada seorang polisi lainnya yang lebih senior sempat lewat dekat kami, tetapi kemudian cepat berlalu. Kemudian polisi tersebut meminta membayar Rp 100.000, tetapi ditambah sebuah ciuman. Kalau di Australia perilaku polisi seperti ini adalah sebuah pelecehan seksual dan dapat diancam hukuman penjara…

Itulah petikan salah satu pengalaman warga atau pengguna jalan ketika harus berurusan dengan polisi, yang dimuat di rubrik “Redaksi Yth”-nya KOMPAS (7/11). Sudah malak, masih minta dicium pula! Ugh, sebuah potret buram nan memalukan dari petugas kepolisian di negeri kita ini! :mad: :sad:

Friday
Nov 5,2004

Terus terang, gw bukanlah seorang ‘kapiten’ eh seorang praktisi apalagi pakar soal radio :mrgreen:, tetapi karena pada dasarnya minat (dan mungkin juga keisengan) gw cukup tinggi terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan media, jadinya soal siaran radio (ada gak sih istilah ini?) juga termasuk objek pengamatan gw yang perlu dikritisi… he he he :twisted: meskipun gak serius-serius amat sih… :mrgreen:
Ribet ya kata-kata pembukanya… :oops: Padahal sebenarnya gw lagi mo menyoroti soal iklan di radio dari produk dan jasa seputar komputer dan pernik-perniknya. Di beberapa radio di Surabaya yang sering gw setel di mobil, sepertinya jarang banget (more…)

Ada Apa dengan Media Massa Indonesia?

  • Filed under: Media
Wednesday
Nov 3,2004

Barusan gw diberitahu Idban soal seorang ’seleb’ IT yang untuk kesekian kalinya menjadi ‘pemujaan’ dari media massa Indonesia. Kali ini adalah Tabloid TRENdigit@l yang dengan bangga memberinya gelar sebagai Tokoh Digit@l 2004! :plok: :roll:
Nampaknya sang tokoh selama ini memang begitu dimanjakan oleh berbagai media massa di Indonesia. Sangat sering kita jumpai pendapatnya dimuat begitu saja mentah-mentah di media-media massa tanpa diinvestigasi lebih lanjut. Dan pemberian gelar itu tadi semakin melengkapi daftar media-media massa di Indonesia yang bersikap ceroboh terhadap pemuatan profil maupun pendapat dari orang-orang tertentu yang terkesan asal dipuja aja sebagai pakar, pengamat, dan sebagainya oleh redaksi media massa bersangkutan tanpa menyelidiki lebih dalam atau investigasi terlebih dahulu kemampuan sebenarnya dari yang bersangkutan… Memprihatinkan! :sad:
Bukan, gw bukan sedang berusaha menjelek-jelekkan seseorang. :cool: Seandainya mengikuti sepak terjang ‘beliau’ di milis-milis (yang seringkali bersifat hit and run), tidak hanya dari media-media massa saja, loe bakal mengerti sendiri deh… :wink: dan mungkin akan ikut prihatin, seperti gw dan teman-teman lainnya.. :neutral: (more…)

Tuesday
Oct 26,2004

Sepertinya butuh waktu cukup lama bagi Kelompok Kompas Gramedia (KKG) untuk mempersiapkan penerbitan National Geographic edisi Indonesia. Lihat saja, informasi soal bakal diterbitkannya majalah itu dalam versi Indonesia oleh KKG udah gw dapatkan (dan bocorin :mrgreen:) sejak Januari 2004 lalu tetapi hingga kini majalah itu belum kelihatan beredar di pasaran… :roll: Gw sampai berpikir, apa dibatalin ya? :wink:
Eh, gak tahunya, hari ini ada yang posting ke salah satu milis mengenai lowongan di majalah National Geographic edisi Indonesia! :shock: Nah, kalo udah pakai acara buka lowongan gitu, berarti bisa dibilang sudah pasti majalah itu bakal diterbitkan dan oleh KKG (Gramedia Majalah) pula… :plok: Hanya tepatnya kapan, itu yang masih kurang jelas… :neutral: Semoga tidak lama lagi… Jadi penasaran… :mrgreen: Kualitas cetaknya kudu bagus lho ya!!! Apalagi foto-foto keren selalu jadi andalan di edisi ‘asli’nya:twisted:
Oh ya, buat yang tertarik mau gabung dengan majalah itu, nih info lowongannya:
(more…)

Meta


Recent Comments

    lucia yenny: tanya donk....?cari cardtridge asli yang [...]

    deRegen: Bang Ben, Kemarin malam lagi nongkrong [...]

    JalanSutera dot Com: nyepamm lagi, ah... nggak pernah keliatan [...]

    geblek: ikuuut ben, atu bungkus saja [...]

    dadan: setuju ben :D kita makan-makan dulu, [...]

    Aryani: mungkin sekali waktu perlu mampir [...]

    geblek: makan makane kapan bos [...]