Rebutan Nanomite Sambil CLBK

Monday
Sep 14,2009
gi joe

Meskipun tergolong sangat telat alias basbang, untunglah beberapa hari lalu saya masih bisa menyaksikan G.I. Joe: The Rise of Cobra di bioskop sebelum masa tayangnya berakhir.

Dan seperti dugaan saya, film yang diangkat dari mainan produksi Hasbro ini memang sayang untuk tidak ditonton di bioskop. Soalnya keseruan dan kecanggihan efek-efek yang ditawarkan bakal lebih terasa.

Lihat saja. Pameran kecanggihan special effect dibarengi efek suara dramatis sudah dimulai saat tim G.I. Joe tiba-tiba datang membantu Duke (Channing Tatum) dan Ripcord (Marlon Wayans) untuk menyelamatkan hulu ledak nanomite pesanan NATO yang mereka kawal dari serangan Baroness (Sienna Miller) dan pasukannya. Belakangan diketahui bahwa otak di balik itu adalah James McCullen (Christopher Eccleston) alias Destro, si pencipta senjata nanomite itu sendiri.
(more…)

Alien, Udang, atau Manusia?

Monday
Aug 24,2009
district9

Peringatan: berhati-hatilah saat mengutak-atik barang-barang milik alien. Salah sedikit, bisa sangat fatal akibatnya. Itulah yang dialami Wikus van der Merwe (Sharlto Copley) dalam District 9.

Alien? Ah, lagi-lagi film soal alien. Bosan? Tunggu dulu. District 9 memang film soal alien, tapi yang satu ini agak berbeda.

Dibandingkan dengan kebanyakan film soal alien yang sudah pernah beredar di bioskop, District 9 menawarkan berbagai hal yang serba berbeda. Jangan lupakan juga faktor kehadiran Peter Jackson (The Lord of the Rings, King Kong) sebagai produser film yang disutradarai oleh Neill Blomkamp ini.
(more…)

Thursday
Jul 23,2009
tiket-hp6

Sudah menonton sekuel Harry Potter terbaru? Bagaimana? Setelah berada di dalam gedung bioskop sekitar 2,5 jam atau tepatnya 153 menit untuk menonton tuntas film berjudul lengkap Harry Potter and the Half-Blood Prince itu, adakah adegan yang paling berkesan?

Bagi saya, yang belum pernah membaca versi bukunya yang ditulis oleh J. K. Rowling, jawaban sejujurnya adalah tidak ada. Semuanya tampak biasa-biasa saja, bahkan cenderung berjalan agak lambat dan cukup bertele-tele. Singkatnya, membosankan dan bikin mengantuk.

Entah kenapa berbagai kepingan cerita yang terbeber sepanjang film arahan David Yates ini terasa kurang menyatu dan tidak ada sesuatu yang benar-benar menonjol. Bahkan termasuk soal sang Pangeran Berdarah Campuran yang menjadi judul sekuel kali ini tidak terasa sebagai topik utama.
(more…)

Saturday
May 23,2009
angels_demons

Di tengah tren prekuel yang melanda dunia film Hollywood beberapa tahun belakangan, kisah petualangan Profesor Langdon kali ini justru sengaja dibikin sebagai sebuah sekuel dari film The Da Vinci Code meskipun berdasarkan novelnya yang ditulis Dan Brown sebenarnya Angels & Demons ini merupakan prekuel.

Langdon, yang tetap diperankan oleh Tom Hanks, tiba-tiba diminta oleh kepolisian Vatikan untuk menguak misteri di balik penculikan empat ”preferiti” atau kandidat Paus dan pembunuhan seorang ilmuwan CERN peneliti antimatter yang diduga berkaitan dengan kelompok Illuminati. Hasil percobaan antimatter yang bisa meledakkan Vatikan dan sekitarnya juga dicuri dari lokasi penelitian. Semua itu terjadi sesaat setelah Paus meninggal.
(more…)

Monday
Jul 28,2008

Menurut IMDb, jadwal tayang film The X-Files 2 atau The X-Files: I Want to Believe untuk Indonesia adalah tanggal 25 Juli 2008 lalu. Tapi pada kenyataannya hingga hari ini, film tersebut tidak (atau belum?) diputar di bioskop-bioskop yang ada di Surabaya. :(

Saya sudah periksa di situs web Cinema 21, ternyata untuk saat ini, film tersebut hanya diputar di Jakarta (UPDATE: dan juga Bogor, Batam, Tangerang, Bekasi, Palembang) saja. Entah kenapa. :roll:

Sepertinya film The X-Files: I Want to Believe bernasib serupa dengan Sex and the City. Meskipun bulan lalu sudah diputar di Jakarta, namun seingat saya hingga saat ini film Sex and the City belum diputar di bioskop Cinema 21 di Surabaya. Entah kenapa juga… :roll:

Mungkin sudah saatnya Surabaya punya alternatif jaringan bioskop lain selain Cinema 21 / Cinema XXI? :cool: :wink:

Monday
Jul 26,2004

hellboy
Agak aneh ya sistem pemutaran film di bioskop di Indonesia. Kadang jadual main sebuah film bisa berbarengan dengan jadual di bioskop negara-negara besar, tetapi tidak jarang sebuah film akhirnya main di bioskop-bioskop jaringan 21 setelah versi VCD / DVDnya sudah hampir dirilis atau malah sudah ada di toko-toko duluan… :shock:

Itulah yang terjadi dengan film Hellboy, yang menjadi pilihan Midnite Lovernya 89.7 HRFM Surabaya edisi Sabtu kemarin (24 Juli 2004). DVDnya udah mau dirilis 27 Juli 2004 besok, eh 21 Cineplex baru mau putar minggu ini….

Meskipun secara jadwal pemutaran film itu tergolong super basi, untungnya kualitas film itu sendiri gak basi dan gak garing! :wink: Awalnya, gw sempat under estimate terhadap film soal si Big Red itu. Gw tidak banyak berharap soal efek dan setting yang wah. Eh, ternyata… asik juga lho setting, efek, dan pencahayaan yang ada di film itu. Seru!

Di samping itu, gw masih punya beberapa catatan lain:

  • Kisah awal si Big Red digambarkan terjadi pada tahun 1944 dan dikawal setting yang wah dan serba canggih… Sepertinya kurang nyambung ya? Tahun segitu emangnya udah ada peralatan secanggih yang dimunculkan di film itu? :roll:
  • Yang dimunculkan sebagai lawan si Hellboy adalah monster! Buset! Gw kok jadi ingat film tempo dulu macam Megaloman dan Gaban ya?! :twisted: :mrgreen: Gak ada jenis musuh lain apa ya?!!! :razz:
  • alur cerita yang kurang greget dan mudah ditebak… ugh! :twisted:

Mudah-mudahan sekuelnya yang akan dirilis tahun 2006 nanti bisa lebih baik! Gw tunggu lho! :wink: :twisted: