12 Film Komedi Paling Berpengaruh

aplaus-comedy12

Hari ini saya diberitahu oleh redaksi tabloid Aplaus The Lifestyle bahwa edisi terbaru yang memuat artikel saya sudah terbit. Sayangnya, versi cetaknya yang dikirimkan ke alamat saya, hingga hari ini belum saya terima. Karena penasaran, saya coba cek ke situs webnya Aplaus The Lifestyle. Eh, ternyata memang artikel terbaru saya sudah muncul di situ. Horeee… 🙂

Adalah 12 Film Komedi Paling Berpengaruh yang menjadi judul artikel saya kali ini untuk tabloid terbitan dari Medan itu. Isinya soal 12 film komedi keluaran tahun 90an sampai awal 2000an yang menurut saya memberikan pengaruh bagi film-film komedi selanjutnya.

Bagaimana menurut kamu? Mungkin kamu punya versi sendiri? 🙂

Mumi Tidak Boleh Kumisan?

tiket-mummy3

Setelah Lethal Weapon 4, Jet Li kembali mendapat peran sebagai orang jahat. Tidak seperti di Lethal Weapon 4 yang bisa dibilang hanya sekedar lewat saja, kali ini tokoh jahat yang diperankannya di The Mummy: Tomb of the Dragon Emperor ini mendapat porsi lumayan besar.

Di film yang diarahkan oleh Rob Cohen ini, Jet Li bermain sebagai Kaisar Han yang jahat, tamak, dan haus kekuasaan. Meskipun punya kekuasaan yang besar namun ia tidak dapat terhindar dari usia tua yang ditandai dengan tumbuhnya kumis dan jenggot di wajahnya. Oleh karena itu, ia berkeinginan untuk hidup kekal selamanya. Keinginan sang kaisar itu hampir tercapai berkat bantuan Zi Yuan (Michelle Yeoh). Namun bersama semua pasukan Terracotta-nya, ia malah dikutuk oleh Zi Yuan menjadi batu sebagai balas dendam atas terbunuhnya Jendral Ming (Russell Wong). Ming dibunuh oleh Kaisar Han karena cemburu melihat kedekatannya dengan Zi Yuan.

Bisa ditebak, ribuan tahun kemudian Kaisar Han dan pasukannya yang jadi ‘mumi batu’ itu bakal bertemu dengan Rick O’Connell (Brendan Fraser) dan istrinya, Evelyn yang jadi tokoh utama seri The Mummy ini. Sayangnya, Evelyn kini diperankan oleh Maria Bello, bukan Rachel Weisz lagi.
« … »

Bukan Batman, tapi Joker

tiket-the-dark-knight

Bisa jadi salah satu alasan di balik pemilihan The Dark Knight sebagai judul film tanpa embel-embel kata “Batman” seperti biasanya adalah karena bintang utama kali ini bukan Batman, tapi The Joker.

Lihat saja. Sejak film dimulai, sosok Joker (Heath Ledger) langsung terasa mendominasi film arahan Christopher Nolan ini. Sebagai pembuka adalah aksi perampokan bank yang dilakukan oleh Joker dan anak buahnya. Batman yang masih tetap diperankan oleh Christian Bale baru hadir dalam adegan berikutnya, tembak-tembakan di pelataran parkir antara gerombolan mafia dan tokoh Scarecrow, tokoh antagonis di Batman Begins.

Di film ini, Joker memang tampil dominan. Soal duet Batman dan Gordon yang baru saja mendapat dukungan dari Jaksa Distrik yang baru, Harvey Dent (Aaron Eckhart), untuk memerangi kawanan mafia di Gotham City seakan bukan hal yang menarik untuk disimak. Apalagi atas permintaan kawanan mafia, Joker berhasil membuat Batman berkali-kali terlihat tak berdaya mencegah kekacauan yang terjadi. Bahkan Bruce Wayne hampir saja menuruti permintaan Joker untuk membuka kedok aslinya sebagai Batman.
« … »

Superhero Baru Tidak Hanya Butuh ‘Public Relation’

Hancock

Dari awal film, John Hancock (Will Smith) sudah langsung digambarkan sebagai seseorang yang memiliki kekuatan super, bisa terbang, sering menolong aparat kepolisian dan masyarakat (meskipun agak ogah-ogahan). Namun di sisi lain Hancock adalah seorang pecandu minuman beralkohol, gampang naik darah, ugal-ugalan, sarkastik, dan kurang ramah. Oh ya, satu lagi. Saat ‘bertugas’, ia tidak punya seragam seperti kebanyakan superhero lainnya.

Setiap kali Hancock beraksi dengan kekuatan supernya untuk menolong aparat atau anggota masyarakat, selalu ada saja kekacauan yang ditimbulkannya. Lantaran sikap ugal-ugalan itu, Hancock bukannya disukai malah dibenci oleh penduduk Los Angeles. Semua itu jelas merupakan kombinasi yang agak berbeda dibanding superhero pada umumnya.
« … »

Hulk Serba Baru ala Edward Norton

hulk

Lebih mengesankan! Itulah dua kata yang pas menggambarkan penampakan sosok baru Hulk lewat “The Incredible Hulk“. Sosok Hulk terlihat lebih gagah, sangar, dan sedikit beringas. Tidak lagi tampak agak culun seperti sebelumnya.

Hadirnya Edward Norton membuat penampilan tokoh Bruce Banner jadi berbeda ketimbang saat diperankan Eric Bana tempo hari. Kalau penampilan sebelumnya mirip dengan orang kantoran, Banner yang sekarang terlihat jadi agak kurus, sedikit dekil, dan seperti anak kuliahan. Kehadiran wajah ayu Liv Tyler yang menggantikan Jennifer Connelly sebagai Betty Ross juga bisa menjadi alasan lain untuk menonton film ini. Permainannya terasa pas sebagai cewek yang dipuja Banner. Bagusnya, soal celana Banner yang jadi rusak setiap kali berubah jadi Hulk ikut pula diperhatikan dalam film kali ini.
« … »

Ketika Indiana Jones (Terpaksa) Datang Kembali

Ketika film Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull ini diawali dengan adegan yang berlokasi di sebuah jalan raya daerah gurun pasir Nevada dan kemudian berlanjut di area terlarang Hangar 51 dengan berlatar belakang tahun 1957, sempat muncul harapan petualangan Indiana Jones (Harrison Ford) kali ini bakal sangat mengesankan dan penuh kejutan baru setelah ‘menghilang’ hampir 20 tahun sejak film Indiana Jones and the Last Crusade dirilis tahun 1989 silam.

Adegan kejar-kejaran di dalam hangar antara Indy dan gerombolan komunis Rusia yang dipimpin Irina Spalko (Cate Blanchett) yang berlangsung cukup seru dan menghibur semakin memperkuat harapan itu. Ditambah lagi dengan adegan tersesatnya Indy ke kawasan percobaan bom nuklir. Indy yang selamat karena sempat bersembunyi di dalam kulkas pun harus menjalani pembersihan tubuhnya dari radiasi nuklir. Proses pembersihan tubuhnya berlangsung cukup menggelikan. Sampai di sini semuanya berjalan lancar dan masih menarik untuk dinikmati sebagai kisah terbaru dari tokoh legendaris bernama lengkap Dr. Henry “Indiana” Jones Jr.
« … »