2004

Sinyal Murah Meriah dari Gramedia

Sinyal

Belakangan ini nampaknya grup Gramedia cukup agresif nerbitin sederet majalah dan tabloid baru. Meskipun kadang juga dengan hasil yang sedikit amburadul, kabarnya sih prinsip kehati-hatian tetap dipegang… Makanya gak heran kalau masih saja seringkali majalah barunya bukan merupakan pemain baru di kategori yang dipilih. πŸ˜‰

Contoh terbaru adalah Sinyal. Meskipun sudah cukup banyak majalah maupun tabloid yang mengusung per-ponsel-an sebagai bahasan utama, tetap saja dengan gagah berani pihak Gramedia (lewat ‘grup’ Info Komputer) menerbitkan Sinyal. Makanya gw jadi tertarik untuk membeli. Penasaran! 😈

Setelah membeli majalah bulanan berslogan “Panduan Belanja & Tip Ponsel” itu, sekilas melihat desain covernya mengingatkan gw pada covernya Majalah Neotek… πŸ™„ Mudah-mudahan ini hanya kebetulan saja. πŸ˜‰
Continue reading…

Spammer dan Kesadaran

Orang bodoh yang menyadari dirinya bodoh sesungguhnya tidak bodoh ketimbang orang bodoh yang tidak mau mengakui dirinya bodoh.

Gw kenal dengan seseorang yang cukup memuja spam dan tidak menolak jika disebut sebagai spammer. Bahkan ketika gw ajak talkshow di radio dan diperkenalkan sebagai salah seorang spammer, dia pun tetap dengan percaya diri dari awal hingga akhir acara mempromosikan tindakan spam yang dia lakukan sebagai sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain yang menerima e-mail spam darinya! Baginya, “spam adalah email yang berisi informasi bermanfaat bagi kita.” ❗ πŸ™„
Continue reading…

‘Terjebak’ Dalam Pembukaan Food Court Baru

Entah mengapa, belakangan ini tempat makan berkonsep food court makin bermunculan di Surabaya… Sebenarnya sih gak masalah, sejauh makanan yang ditawarkan enak dan tidak mahal… :plok:

Sabtu kemarin gw sempat nyoba another new food court. Bermula dari siangnya gw diberitahu teman kantor, Opi, kalo lagi ada diskon di sebuah depot baru yang ada di daerah jalan Diponegoro, Surabaya. Katanya, diskonnya 50%! Awalnya sih gw kurang percaya, tapi secara dia juga buka stan di tempat itu… yah, bolehlah dibuktikan… 😈

Nah, rencananya sih abis jemput Lucky dari bandara (thanks buat roti Chrystal Jade-nya :P), gw dan Ita iseng mau nyoba tempat makan baru itu… eh, kebetulan Lucky pengen makan juga, ya sekalian aja bareng ke sana… πŸ˜€

Begitu tiba di tempat yang (kira-kira) dimaksud, kita bertiga sempat kurang yakin kalo ini adalah tempat makan yang dimaksud. Pasalnya, meskipun di luar pagar ada papan nama bertajuk “Central Food House and FreshOne Bakery”, tetapi yang terlihat menonjol hanyalah papan nama toko roti… dari parkiran gak terlihat ada tanda-tanda di mana depot baru itu berada.. hanya saja, kok terlihat lalu lalang orang-orang berpakaian seperti sedang ke kondangan… πŸ™„ Sedikit kontras dengan kita yang berpakaian biasa-biasa aja.. mana blon mandi… :mrgreen: Waduh… 😯 Buat mastiin, gw telpon Opi. Eh, ternyata dia juga gak bisa kasih kepastian… lebih parah lagi, dia juga ngaku kalo soal diskon itu dia gak yakin besarnya 50%… apalagi dia belum pernah ke tempat itu…*gedubrak* πŸ™ Grrr… pengen gw lempar sandal aja anak itu… πŸ‘Ώ

Berhubung udah nyampe di situ, ya udah… kita nyoba masuk.. eh, ternyata tempat makannya seruangan dengan toko roti.. hanya letaknya ada di samping… Suasananya sudah rame… banyak meja yang sudah terisi… sudah gitu, sekilas interiornya terlihat cukup mewah.. terkesan lebih condong ke suasana resto ketimbang sebuah depot atau food court… Dalam hati gw berpikir, jangan-jangan kita beneran salah masuk dan harganya bisa harga resto yang mahal nih… :confused: Ketika lagi nyari-nyari meja yang kosong, kita dihampiri salah satu pelayannya. Ia bertanya, “Selamat malam.. undangan?” What?!!
Continue reading…