Benny Chandra dot com

blogging without tagline since 2001

Jody Watley

@ Jakarta International Java Jazz Festival

Trisum

@ Jakarta International Java Jazz Festival

Jamie Cullum

@ Jakarta International Java Jazz Festival

Archive for the ‘Travel’ Category

Saturday
Dec 6,2008

Selama beberapa tahun belakangan ini, penerbangan dari Gorontalo ke Surabaya hanya dilayani oleh pesawat milik Sriwijaya Air dan Lion Air. Namun sejak 30 November 2008 lalu, ada alternatif baru dengan dibukanya rute Gorontalo - Surabaya (via Makassar) oleh Batavia Air. Sayangnya, untuk rute sebaliknya (Surabaya - Gorontalo) tidak sekalian dibuka.

Menurut jadwal resminya, Batavia Air terbang jam 13.50 WITA dari Gorontalo dan tiba di Surabaya pada 18.00 WIB. Dibandingkan dengan Sriwijaya Air dan Lion Air, jam keberangkatan yang dipilih terbilang paling siang. Jadwal yang menarik bagi yang tidak ingin bangun pagi banget (kalau naik Sriwijaya Air) dan masih ingin makan siang di Gorontalo.
(more…)

Tuesday
Nov 25,2008

Untuk ke Gorontalo, sebenarnya saya agak enggan naik pesawat Wings Air / Lion Air . Kenapa? Pertama, karena jadwal terbangnya dari Surabaya yang sekitar pukul 06.30 WIB itu terlalu pagi bagi saya :razz: . Kedua, rata-rata jarak antar kursi dalam pesawat MD-82 dan MD-90 yang digunakan Wings Air / Lion Air sangat tidak nyaman bagi yang bertubuh lumayan tinggi seperti saya.

Makanya beberapa kali terakhir waktu pulang ke Gorontalo dari Surabaya, saya lebih memilih naik Sriwijaya Air karena jam penerbangannya sore hari dan jarak antar kursi di pesawat Boeing 737-200 yang digunakannya sedikit lebih friendly bagi saya.

Sayangnya, belakangan ini jadwal penerbangan Sriwijaya Air dari Surabaya ke Gorontalo berubah. Dari Surabaya jadwalnya menjadi pagi sekali sekitar jam 06.00 WIB, kemudian singgah di Makassar sekitar enam jam (!) baru terbang ke Gorontalo pada sore harinya.

Akhirnya, untuk perjalanan ke Gorontalo pada 21 November kemarin saya terpaksa memilih Wings Air / Lion Air. Untuk menghindari ketidaknyamanan lantaran jarak antar kursi Wings Air yang sempit, pada saat check in di loket Wings Air di Bandara Internasional Juanda Surabaya, saya sudah minta ke petugasnya agar ditempatkan di barisan kursi yang berada di sebelah jendela darurat. Karena biasanya deretan kursi sebelah jendela darurat ekstra lega.
(more…)

Tanpa Fuel Surcharge?

Wednesday
Nov 12,2008

Sudah beberapa tahun terakhir ini fuel surcharge menghantui para penumpang pesawat. Dengan berlindung di balik alasan harga avtur yang semakin naik (pada waktu itu), maskapai-maskapai penerbangan ramai-ramai dengan seenaknya mengenakan fuel surcharge sebagai tambahan atas biaya ‘terbang’ yang harus dibayar oleh penumpang.

Kenapa seenaknya? Karena fuel surcharge yang dikenakan oleh setiap maskapai penerbangan berbeda-beda jumlahnya meskipun untuk rute yang sama, tanpa ada penjelasan mengenai dasar perhitungannya. Dan jumlahnya pun bisa naik sewaktu-waktu. Sama dengan tarif dasarnya yang juga bisa berubah sewaktu-waktu.

Seiring dengan turunnya harga minyak di pasaran dunia, termasuk harga avtur, sebenarnya sudah ada perintah dari pejabat terkait agar para maskapai penerbangan itu juga menurunkan jumlah fuel surcharge yang dikenakan kepada penumpang. Tapi rupanya perintah itu hanya dianggap angin lalu. Fuel surcharge tetap tegar berjaya.

Namun untungnya tidak semua maskapai tutup mata soal fuel surcharge. Ternyata ada maskapai penerbangan yang cukup pintar memanfaatkan momentum itu untuk kepentingan strategi marketing. (more…)

Friday
Sep 26,2008

Membaca berita singkat di Kompas kemarin (25/9) soal pesawat Airbus A320 milik Indonesia AirAsia yang katanya “akan melayani rute domestik, di antaranya Jakarta-Batam, Jakarta-Padang, Jakarta-Balikpapan, dan Jakarta-Denpasar”, saya jadi teringat dengan iklan maskapai itu di harian Jawa Pos beberapa minggu lalu. Kayaknya dalam iklannya itu menyebut-nyebut rute penerbangan Indonesia AirAsia dengan Airbus A320 dari dan ke Surabaya, tapi kok dalam berita itu hanya rute dari dan ke Jakarta saja? Hmm…

Karena penasaran, saya coba mencari Jawa Pos yang memuat iklan itu di tumpukan koran di rumah saya. Akhirnya ketemu juga iklan yang saya cari. Ternyata ada di Jawa Pos edisi Senin, 8 September 2008 halaman 10. Judul iklan itu adalah “Terbang dengan Airbus A320 Terbaru Kami, Nikmati Rute-Rute Penerbangan Kami Dengan Airbus A320 Terbaru Dan Rasakan Sensasinya!” Di bawahnya dilanjutkan dengan keterangan tarif rute Surabaya-Jakarta dan beberapa penerbangan lainnya dari Surabaya dan dari Kuala Lumpur untuk periode penerbangan 13 Oktober - 13 Desember 2008. Melihat iklannya, awalnya saya menyangka bahwa rute yang dimaksud dengan “Terbang dengan Airbus A320 Terbaru Kami” adalah rute-rute yang dicantumkan dalam iklan itu. Tapi, apakah betul demikian? Kok tidak disebutkan dalam berita di Kompas tadi? :roll:
(more…)

Airbus A319 ke Gorontalo

Monday
Sep 22,2008

Akhirnya, Airbus A319 datang ke Gorontalo. Setelah sempat tertunda sekitar lima hari dari rencana semula, Sabtu kemarin (20/9) pesawat Airbus A319 yang dioperasikan Batavia Air jadi juga terbang ke dan dari Gorontalo. Saya sempat kuatir akan tertunda lagi. Namun kabar via SMS dari adik saya di Gorontalo soal jadi masuknya Airbus A319 menepis kekuatiran saya. Istri saya pun bisa dengan lancar ikut penerbangan hari kedua dari Jakarta pada hari Minggu pagi kemarin.

Masuknya Airbus A319 ke Gorontalo menjadi menarik karena selama beberapa tahun belakangan ini, setahu saya, jenis pesawat yang rutin mendarat di kota yang sudah menjadi provinsi itu rata-rata tergolong generasi lama. Sebut saja seperti Boeing 737-200, Boeing 737-300, MD-82, dan MD-90. Apalagi, menurut catatan Airfleets.net, pesawat Airbus A319 itu baru beroperasi mulai 2006. Bandingkan dengan keempat jenis pesawat lain tadi yang rata-rata umurnya sudah di atas 20 tahun, kecuali MD-90 sekitar 10 tahunan (berdasarkan catatan Airfleets.net).
(more…)

Sunday
Sep 21,2008

Selama ini saya mengira di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta yang kesibukan jadwal penerbangannya bisa dibilang hampir 24 jam, tempat-tempat makan yang ada di dalamnya buka terus sepanjang masih ada jadwal penerbangan yang tersisa. Setidaknya, tempat-tempat makan yang ada di dalam gedung bandara atau minimal airport lounge-nya ada yang buka terus sepanjang hari. Ternyata perkiraan saya salah. :shock:
(more…)

Surabaya-Jakarta 30 Menit?

Monday
Dec 25,2006

Beberapa hari lalu gw mencari informasi penerbangan rute Surabaya-Jakarta di situs web Air Asia. Seperti biasa, sesaat setelah mengklik tombol “Cari”, yang muncul adalah daftar penerbangan yang masih tersedia dilengkapi dengan pilihan tarif tiket dan jam keberangkatan-kedatangan. Sekilas tidak ada yang aneh dengan hasil pencarian itu, tetapi ketika membaca jam kedatangan untuk penerbangan jam 23.35, gw terkejut gak percaya! :shock: Kenapa?
(more…)

Tuesday
Jan 13,2004

Beberapa hari lalu, gue baca di KOMPAS kalau bentar lagi Lion Air bakal nurunin harga tiketnya lagi, karena ada beberapa pengeluarannya yang bisa dihemat seperti cicilan beberapa pesawatnya sudah selesai, pilot-pilotnya yang disekolahkan di luar negeri sudah lulus dan kembali. Wah, perang tarif bakal makin seru nih! :D

Soal berapa persen turunnya nanti belum jelas, namun sebagai gambaran kalau selama ini harga tiket Surabaya - Jakarta masih berkisar Rp 225 ribu - Rp 275 ribu, maka (katanya) nantinya bakal turun sampai sekitar Rp 190 ribu atau di bawahnya lagi! :)

Asyik juga kan?! Nah, kira-kira bisa gak ya harga buat Surabaya - Jakarta ditekan sampai hanya sekitar Rp 100 ribu aja atau kurang dari itu? Mungkin bisa ‘kali ya kalau perusahaan-perusahaan penerbangan itu menerapkan 10 (sepuluh) cara atau siasat berikut ini: :idea: :D

  1. Untuk minuman buat penumpang, cukup sediakan dispenser air galonan saja di dalam pesawat. Jadi, buat yang mau minum aja baru ambil.
  2. Co-pilotnya bisa merangkap jadi pramugara. ‘Kan yang penting pilotnya dan karena tidak dapat makan berat, tugasnya pramugara jadi ringan kan?
  3. Mungkin ACnya bisa dimatikan, diganti dengan kipas angin. Terutama untuk penerbangan malam.
  4. Kursi buat penumpang diganti dengan kursi kayak di bis. ‘Kan Sby-Jkt gak terlalu lama ini…
  5. Body pesawat ditawarkan ke pemasang iklan atau biro iklan untuk dipasangi reklame.
  6. Menerima iklan bentuk adlibs (yang nantinya dibacakan oleh si ‘pramugara’ tadi) dan jingle untuk disiarkan selama penerbangan berlangsung.
  7. Menyediakan jaringan game online dengan biaya sekian rupiah per menit.
  8. Ukuran tiket diperkecil dan dibikin satu lembar saja. Ada iklannya juga di situ.
  9. Masih soal tiket. Alternatif lain, konfirmasi pembelian tiket via sms. Jadi, cukup tunjukkan sms itu sebagai tiket.
  10. Mau ke WC pas penerbangan? Bayar dulu!

Ada yang mau nambahin? :D :lol:

(gue udah coba kirim ke Lion Air via e-mail, tapi gak nyampe semua. Ada yg tahu? Atau sekalian mau kirimin? :mrgreen: )