Archive for the ‘Travel’ Category

Monday
Oct 5,2009

Beberapa hari lalu saya melihat tayangan di salah satu stasiun tv soal seorang ibu yang sedih karena belum memperoleh tiket pesawat ke lokasi gempa di Sumatera Barat. Katanya tiket semua penerbangan ke Padang sudah habis hingga minggu depan. Wah, kasihan sekali kalau memang demikian.

Sudah begitu, kabarnya harga tiket pesawat Jakarta (CGK) – Padang (PDG) melonjak naik dari harga normal hingga di atas 1 juta rupiah. Benarkah tidak ada lagi tiket ke Padang yang tersedia hingga minggu depan, khususnya dengan harga di bawah 1 juta?
(more…)

Kopdar di FGDexpo2009 Yuk!

Wednesday
Jul 29,2009
fgdexpo2009

FGDexpo2009 sudah di depan mata. Tepatnya, dimulai besok Kamis 30 Juli dan berakhir Minggu 2 Agustus 2009 di JCC, Jakarta. Siapa saja nih yang bakal datang ke pesta akbar dunia kreatif Indonesia itu?

Yang jelas saya adalah salah satunya. Tiket sebuah maskapai penerbangan untuk rute Surabaya-Jakarta pulang pergi sudah di tangan.

Sebenarnya saya ingin datang mulai hari pertama FGDexpo2009 berlangsung, 30 Juli 2009, namun karena sesuatu hal saya baru bisa ke Jakarta pada Jumat 31 Juli 2009 dengan penerbangan paling pagi dari Surabaya.

Ya, karena baru bisa datang pada hari ke-2, memang saya harus rela untuk melewatkan sederet workshop dan seminar menarik yang digelar sehari sebelumnya, yang merupakan hari pertama FGDexpo2009. Sebut saja seperti Workshop Digital Photography “What is a Good Picture?”, Seminar Digital Printing, FRESH: Creative Presentation & Fashion Show-nya Pitra dan kawan-kawan, dan VERSUS: Saya dan INDONESIA (tipografi).

Tapi untunglah masih banyak acara workshop dan seminar lainnya yang digelar sepanjang hari Jumat hingga Minggu, secara FGDexpo2009 bukan sekedar pameran industri grafika biasa. Lihat saja.
(more…)

Saturday
Jul 18,2009

Beberapa hari lalu, di posting saya yang berjudul “Iklan Penerbangan AirAsia dengan Airbus A320“, ada yang berkomentar bahwa:

semua penerbangan air asia jakarta-surabaya dan sebaliknya sekarang udah pakai A320 semuanya sepertinya.

Hal itu membuat saya tergelitik untuk menelusuri lebih jauh kepastian informasi itu, apalagi kebetulan saya berencana naik AirAsia ke Jakarta dalam waktu dekat ini. Saya sendiri sebenarnya berharap sekarang ini semua penerbangan AirAsia rute Jakarta-Surabaya (CGK-SUB) dan sebaliknya memang sudah menggunakan pesawat Airbus A320, yang notabene terhitung umurnya lebih muda ketimbang pesawat jenis satunya lagi yang juga masih dimiliki oleh maskapai penerbangan itu.

airasia cgksub

Untuk memastikan informasi tersebut, cara yang saya gunakan sederhana saja. Pertama, saya mencari tahu kode penerbangan apa saja yang melayani rute CGK-SUB dan sebaliknya. Melalui situs webnya, saya dapat informasi 4 kode penerbangan untuk rute itu dalam periode sekarang ini (setidaknya hingga bulan depan). Yaitu, QZ 7210 dan QZ 7218 untuk CGK-SUB; QZ 7211 dan QZ 7219 untuk SUB-CGK.

Setelah kode didapat, saya coba mengeceknya via situs web FlightStats. Di situ tersedia informasi jenis pesawat yang digunakan untuk masing-masing kode penerbangan. Yaitu:

Masih kurang yakin? Ada cara lain kok. Yang ini malah (mungkin) lebih gampang. Bagaimana? :roll:
(more…)

Panning Aircraft

Wednesday
May 13,2009
Panning Aircraft 01

Beberapa hari lalu, sambil menunggu kedatangan pesawat Batavia Air (yang terlambat dari jadwal semula) di Gorontalo untuk keberangkatan ke Surabaya, tiba-tiba saya jadi ingin memotret pesawat dengan teknik panning. Kebetulan jarak ruang tunggu di Bandara Jalaludin Gorontalo dengan landasan tidak terlalu jauh, terutama jika dibandingkan dengan jarak di Bandara Juanda, Surabaya, sehingga dengan lensa 28-200mm sudah bisa menjangkau objek pesawat yang ada di landasan dengan cukup jelas.

Terus terang, memotret pesawat dengan teknik panning belum pernah saya lakukan sebelumnya. Kebetulan ada dua jadwal kedatangan pesawat lain sebelum Batavia Air. Yaitu, Merpati Nusantara Airlines dan Express Air. Lumayanlah buat latihan. :wink:
(more…)

Saturday
Dec 6,2008

Selama beberapa tahun belakangan ini, penerbangan dari Gorontalo ke Surabaya hanya dilayani oleh pesawat milik Sriwijaya Air dan Lion Air. Namun sejak 30 November 2008 lalu, ada alternatif baru dengan dibukanya rute Gorontalo – Surabaya (via Makassar) oleh Batavia Air. Sayangnya, untuk rute sebaliknya (Surabaya – Gorontalo) tidak sekalian dibuka.

Menurut jadwal resminya, Batavia Air terbang jam 13.50 WITA dari Gorontalo dan tiba di Surabaya pada 18.00 WIB. Dibandingkan dengan Sriwijaya Air dan Lion Air, jam keberangkatan yang dipilih terbilang paling siang. Jadwal yang menarik bagi yang tidak ingin bangun pagi banget (kalau naik Sriwijaya Air) dan masih ingin makan siang di Gorontalo.
(more…)

Tuesday
Nov 25,2008

Untuk ke Gorontalo, sebenarnya saya agak enggan naik pesawat Wings Air / Lion Air. Kenapa? Pertama, karena jadwal terbangnya dari Surabaya yang sekitar pukul 06.30 WIB itu terlalu pagi bagi saya :razz: . Kedua, rata-rata jarak antar kursi dalam pesawat MD-82 dan MD-90 yang digunakan Wings Air / Lion Air sangat tidak nyaman bagi yang bertubuh lumayan tinggi seperti saya.

Makanya beberapa kali terakhir waktu pulang ke Gorontalo dari Surabaya, saya lebih memilih naik Sriwijaya Air karena jam penerbangannya sore hari dan jarak antar kursi di pesawat Boeing 737-200 yang digunakannya sedikit lebih friendly bagi saya.

Sayangnya, belakangan ini jadwal penerbangan Sriwijaya Air dari Surabaya ke Gorontalo berubah. Dari Surabaya jadwalnya menjadi pagi sekali sekitar jam 06.00 WIB, kemudian singgah di Makassar sekitar enam jam (!) baru terbang ke Gorontalo pada sore harinya.
(more…)

Tanpa Fuel Surcharge?

Wednesday
Nov 12,2008

Sudah beberapa tahun terakhir ini fuel surcharge menghantui para penumpang pesawat. Dengan berlindung di balik alasan harga avtur yang semakin naik (pada waktu itu), maskapai-maskapai penerbangan ramai-ramai dengan seenaknya mengenakan fuel surcharge sebagai tambahan atas biaya ‘terbang’ yang harus dibayar oleh penumpang.

Kenapa seenaknya? Karena fuel surcharge yang dikenakan oleh setiap maskapai penerbangan berbeda-beda jumlahnya meskipun untuk rute yang sama, tanpa ada penjelasan mengenai dasar perhitungannya. Dan jumlahnya pun bisa naik sewaktu-waktu. Sama dengan tarif dasarnya yang juga bisa berubah sewaktu-waktu.

Seiring dengan turunnya harga minyak di pasaran dunia, termasuk harga avtur, sebenarnya sudah ada perintah dari pejabat terkait agar para maskapai penerbangan itu juga menurunkan jumlah fuel surcharge yang dikenakan kepada penumpang. Tapi rupanya perintah itu hanya dianggap angin lalu. Fuel surcharge tetap tegar berjaya.

Namun untungnya tidak semua maskapai tutup mata soal fuel surcharge. Ternyata ada maskapai penerbangan yang cukup pintar memanfaatkan momentum itu untuk kepentingan strategi marketing. (more…)